Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Menelpon Hendra


__ADS_3

MARCEL POV*


"Jangan terus-terusan memandangiku! lebih baik kau bekerja saja sana!!" cetus seorang Wanita yang sedang duduk di kursi yang ada di depan Jendela, sambil menatap sebuah Buku di pangkuannya. Melihat wajahnya yang kesal itu, aku malah semakin ingin menjahilinya. Tapi, sialnya. Ia tidak mengizinkanku menginjakkan kakiku sedikitpun ke lantai.


"Sayang~" panggilku, dan dia hanya menyauti dengan sebuah deheman tanpa sekalipun menatap atau melirikku.


"Kapan jadwal chekup mu dilakukan?"


Ia menjawab dengan mengedikkan bahunya. "Aku harus menunggu Agnella, karna Ia yang tau kapan aku senggang."


"Eh? kenapa harus menunggu waktu senggang?"


"Ya karna, kalo kerumah sakit kan butuh waktu yang lama. Gak mungkin kan kerumah sakit cuma butuh 5 menit? setidaknya aku harus punya waktu senggang minimal 30 menit," ucapnya sambil menutup bukunya dan mentapku.


"Kerumah sakit? kenapa harus kerumah sakit? bukannya kamu bisa memanggil Dokter kandungan kemari? kan ada Hendra. Kita hanya perlu menghubunginya dan menyuruhnya untuk segera membawakan Dokter kandungan untukmu. Pasti Dia akan langsung datang dengan waktu yang sangat singkat."


Wanita itu tiba-tiba berdiri dan melangkah kearah ku, bukannya senang karna di hampiri olehnya. Aku malah takut kalau aku membuat kesalahan lagi.


"Kalau begitu, ambil ponsel mu dan hubungi Hendra sekarang," ucapnya sambil duduk di samping ku.


Mendengar itu, dengan cepat aku langsung mengambil ponsel ku lalu menghubungi Hendra.


"Halo...selamat sore, Tuan. Ada apa anda tiba-tiba menghubungi saya?"


"Ah! Hendra, apa kamu sekarang di rumah sakit?"


"Iya, Tuan. Apa ada masalah, Tuan?"


"Bukan masalah besar, Carmelia hanya ingin melakukan Checkup dengan dokter kandungan. Apa kau bisa mengirim salah satu dokter mu kemari?"

__ADS_1


"Tentu saja bisa, Tuan. Kami akan segera kesana, mohon tunggu sebentar."


"Baiklah, aku tunggu di kamar ku."


"Baik, Tuan."


Telpon pun terputus, aku langsung mendekati Carmelia lalu memeluk pinggangnya dan meletakkan dagu ku di bahunya.


"Hm~" dehem ku tepat di telinganya.


"Jangan mencoba untuk menggodaku! mood ku sedang buruk sekarang!"


"Aku tidak sedang menggoda mu, aku hanya ingin memberikan mu apa yang kamu ingin kan. Bukannya kamu ingin anak?" ucap ku.


"Bodoh!!" kesalnya dan langsung memukul kepala ku. "Itu sama saja!" lanjutnya.


"Sudahlah, lebih baik lepaskan aku. Aku ingin berbaring sekarang." Mendengar ucapannya itu, aku langsung tersenyum dan sontak mengencangkan pelukan ku. Lalu menariknya bersama ku berbaring di kasur. Tentu saja Ia berteriak karna terkejut.


"Marcel!!!" geramnya.


"Hehehe... maaf~"


"Ah!! dasar!!" ketusnya.


"Sudahlah, jangan marah-marah terus. Bisa-bisa wajah mu berkeriput," ledek ku.


"Lalu, kenapa? apa kau akan pergi dari ku, karna wajah keriputku?"


"Oh, tentu saja tidak. Mana mungkin aku melakukan itu. Mau sekeriput apapun wajah mu, kau tetap cantik di mataku."

__ADS_1


"Aneh! kalau aku jadi kamu, aku bakal pergi cari pria yang lebih tampan darimu."


"Eh? apa-apaan itu!!? apa kau sekarang berpikir untuk selingkuh!!?" Ia lagi-lagi menjawab dengan mengedikkan bahunya.


"HEI!!! CARMELIA ANGGARA!!" teriak ku. Tapi Wanita itu malah memukul ku lagi dan membungkam mulut ku dengan tangannya.


"Aku hanya bercanda, bodoh!! siapa juga yang berani mendekati ku? bisa-bisa Ia di bunuh sendiri oleh tangan mu," ucapnya lalu melepaskan tangannya.


"Dan lagi, kau lebih tampan dari pria manapun," bisiknya.


Hanya beberapa kata saja, aku bisa dibuatnya gila dengan kata-kata itu. Tanpa mengatakan apapun, aku langsung melahap bibirnya dan menahan kepala bagian belakangnya.


"Marcel!!!!" geramnya lagi setelah berhasil lepas di bibirku.


"Jangan memukul ku lagi, aku hanya ingin mencium mu." Aku menatapnya dengan wajah murung, agar Ia benar-benar tidak memukul ku.


"Haah... benar-benar deh!!"


"Sudahlah, sekarang diam dan tutup matamu. Jangan membukanya sebelum Dokter datang! paham!" tegasnya.


"Apa kau menyuruh ku tidur?" tanya ku.


"Iya, Marcel~ aku juga ingin beristirahat sebentar. Aku sangat lelah hari ini."


"Hm... baiklah kita tidur sama-sama." ucap ku sambil tersenyum.


Aku memeluk Wanita itu dengan wajah yang Ia letakkan di depan dada ku, dan Carmelia juga ikut memeluk ku. Kami pun memilih untuk tidur sebelum Hendra dan Dokter kandungan itu datang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2