
Melihat mereka yang sudah berdiri di depan pintu utama, aku pun bergegas melangkah kedepan mereka. Tapi ternyata, ada Carmelia yang juga ingin menyambut ketiga orang itu. Karna masalah tadi, aku tidak berani berdiri terlalu dekat dengannya dan tidak berani untuk menyapa Wanita itu.
Andre yang lebih dulu melangkah ke arahku dengan menenteng tas andalannya dengan wajah yang sedikit tersenyum. Ya, aku tau alasannya tersenyum karna apa. Felix yang melihat sang Ayah pulang, Ia langsung berlari kearah Andre dan melewati ku tanpa meminta izin terlebih dulu.
Anak itu berteriak "Ayah" sambil berlari ke arah Andre dan langsung melompat kedalam pelukan sang Ayah. Melihat itu, aku tanpa sadar melirik Wanita yang berdiri di samping ku. Tentu saja, Carmelia tersenyum kecil melihat tingkah Felix.
"Felix, jaga sikap mu!" tegur Nella.
Mendengar suara Ibunya, anak itu langsung melepaskan pelukannya dan kembali ke belakang ku. Dan Andre pun melanjutkan langkahnya kearah ku sambil mengeluarkan sebuah map dari dalam tasnya.
"Selamat siang, Tuan. Selamat Siang, Nyonya," sapanya sambil menunduk sekilas.
"Siang, bagaimana keadaan mu?" tanya Carmelia.
*Aku pikir dia hanya akan diam saja,* batin ku.
"Kabar saya baik, Nyonya. Bagaimana dengan anda? apa Felix menyusahkan anda."
"Ah, tidak. Anak itu selalu menuruti perkataan ku, dan dia selalu menemani ku minum teh di sore hari."
"Haha, saya senang jika dia bersikap baik kepada anda."
"Oh iya, Tuan. Saya sudah mendapatkan cap jual beli dari kepala desa dan para penduduknya. Ini surat-suratnya, anda bisa mengeceknya kembali," timpal Andre, sambil memberikan map yang Ia bawa kepadaku.
Setelah menerima map itu, aku langsung mengopernya kebelakang sambil berkata. "Cek dan amati," kepada Jordan.
"Beristirahatlah hari ini, besok kau harus kembali bekerja," ucap ku.
"Baik, Tuan," jawab Andre sambil menunduk, lalu melangkah pergi dari hadapan ku.
Sekarang, Mark dan Bella lah yang sedang berjalan kearah ku, dengan wajah yang terihat amat sangat bahagia. Bukan hanya aku dan Andre yang memiliki pasangan baru, Mark pun tak mau kalah dari kami. Ia yang disukai oleh calon pemimpin Mafia Amerika, dan mendapatkan pernyataan cinta yang tak terduga.
Entah sejak kapan Bella memiliki perasaan kepada Pria itu, tapi Ia tidak salah menempatkan perasaannya kepada Mark. Walaupun status mereka baru bertunangan, tapi Bella termaksud Wanita yang beruntung karna bisa mengambil hati Pria dingin dan kejam seperti Mark.
__ADS_1
Tapi, memiliki hubungan dengan salah satu bawahan ku, adalah keputusan yang cukup bodoh. Karna kemungkinan untuk di tingalkan oleh sang Kekasih lebih besar dari pada hidup bahagia bersama.
Mereka berdua, berdiri tepat di hadapan ku dan Carmelia. Bella lebih dulu memberi salam dengan cara membungkuk sedikit tubuhnya dan berkata. "Bella dari keluarga Henry memberi salam kepada Pemimpin tertinggi dan Nyonya Anggara."
dan di lanjutkan oleh Mark yang membungkuk dengan sempurna sambil berkata. "Selamat siang Tuan dan Nyonya."
"Angkat kepala mu," ucap ku kepada Mark.
"Senang bisa bertemu dengan mu, dan selamat atas pertunangan kalian." cetus Carmelia.
"Terimakasih, Nyonya," jawab Mark dan Bella.
"Aku juga turut bahagia atas pertunangan kalian," timpal ku.
"Terimakasih, Tuan. Saya berterimakasih karna telah di izinkan membawa Mark ke Amerika,"
"Bukan apa-apa, sudah sewajarnya Mark ikut dengan mu walaupun hanya seminggu. dan lagi, aku dengar Tuan Henry ingin mengenal calon menantunya lebih dekat lagi."
"Benar, Tuan. Ayah saya sangat berterimakasih kepada anda karna telah merestui hubungan kami."
"Hah? oh! I-iya, sayang~" jawab ku terkejut.
"Baiklah, sekarang kita masuk dulu. Kalian pasti lelah setelah perjalanan tadi, silahkan beristirahat sebelum jam makan siang," ucap Carmelia.
"Baik, terimakasih," jawab Bella.
Kami pun melangkah masuk ke dalam dan kembali ke aktifitas kita masing-masing. Saat aku dan Jordan ingin pergi, Carmelia menahan tangan ku. Aku langsung menengok kearahnya dan menatapnya.
"Temui aku di kamar," ucapnya singkat, dan langsung melangkah pergi.
*Ada apa? apa dia sakit?* batin ku sambil melihat kearahnya.
Aku langsung memanggil Jordan dan berkata. "Aku ada urusan, lanjutkan pekerjaan ku. Aku akan memeriksanya setelah makan siang nanti." lalu melangkah pergi tanpa mendengarkan jawaban dari Pria itu.
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu kamar, aku mengetuk pintu terlebih dulu, lalu melangkah masuk kedalam dan tak lupa menutup pintunya kembali.
Carmelia yang duduk di atas ranjang dengan wajah yang murung, aku langsung menghampirinya dan berlutut dihadapan Wanita itu.
"Hei, ada apa? apa kau sakit?" tanya ku lembut sambil menatap mata sayunya.
"Apa aku sangat berbeda? padahal aku hanya ingin menjadi Wanita yang bisa bersanding dengan mu. Aku selalu merasa bahwa diri ku tak cocok dengan Pria seperti mu. Kau Pria yg sangat dihormati di Dunia ini, kau juga memiliki peran yang sangat penting, sampai orang-orang selalu takjut dengan mu," racaunya.
Aku heran sekaligus bingung dengan perkataan yang keluar dari mulutnya, matanya juga seperti ingin menangis. Aku memilih untuk berdiri dan duduk di sampingnya, menyandarkan kepalanya dibahuku sambil mengelus lembut rambutnya.
"Ada apa? apa ada yang menggangu pikiran mu? atau aku berbuat salah lagi? aku benar-benar minta maaf jika aku membuat mu kesal lagi."
"Perkataan mu tadi, mengganggu pikiran ku. Apa aku sangat berbeda dari yang dulu? aku pikir kau lupa, bahwa aku membenci jika kau menyebut nama itu. Aku sekarang bukan lagi gadis lemah yang dulu, aku sekarang Wanita yang menjadi Istri pemimpin Mafia. Apa kau lupa itu?"
"Ah! Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku hanya merindukan sisi lembut dan manja mu, hanya itu."
"Aku hanya berharap, kau menjadi diri mu sendiri disaat kita hanya berdua saja. Kau boleh bersikap sesuka mu, kau boleh bermanja-manja semau mu. Apa kau tidak bisa bersikap seperti itu?"
Ia hanya diam mendengarkan perkataan ku, menatap ku saja tidak. Aku pun memegang kedua pipinya, dan membuatnya menengok kearah ku.
"Jadi diri mu sendiri, walaupun kau egosi dan seperti anak kecil di hadapan ku. Aku tidak akan memarahi mu, aku malah akan senang jika kau bersikap seperti biasa."
"Aku tau kau berusaha untuk menjadi Wanita yang hebat, tapi sekarang kau adalah wanita terhebat di Dunia. Tidak ada Wanita yang seperti mu, Bella saja mengakui kehebatan mu."
Wanita itu tiba-tiba memeluk ku dengan erat, aku sedikit terkejut, karna aku pikir Ia akan marah kepada ku lagi. Tapi, Ia malah berkata. "Maaf, aku benar-benar minta maaf.
"Tak apa, kau tak salah," ucap ku sambil mengelus rambutnya dan memeluk pinggangnya.
"Tapi, entah sudah berapa lama kita tidak seperti ini. Biasanya setiap kau memeluk ku, pasti ada sebuah ciuman yang ku dapatkan," sindir ku.
Carmelia sontak mengangkat kepalanya dan menatap ku dengan tajam. *Sepertinya aku berbuat kesalahan lagi,* batin ku. Tapi ternyata, Wanita itu tiba-tiba mendorongku sampai aku terbaring di bawahnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
*Yang nungguin kemesraan mereka angkat kaki, eh maksudnya angkat tangan ✋ gimana nih nasib Marcel setelah ini? apa bakal terjadi sesuatu di siang bolong mereka?
Jawab di Kolom Komentar ⬇️*