
Tak butuh waktu lama, kabar kematian Carmelia sudah tersebar keseluruh penjuru Dunia. Setelah mendengar kabar itu, seluruh pemimpin Mafia beserta keluarganya berbondong-bondong datang ke Itali untuk menghadiri pemakaman Carmelia, dan tentu saja Grissham hadir di acara pemakaman itu.
5 Jam sebelumnya*
Marcel yang menangis sangat lama sampai membuat matanya membengkak, Ia masih memeluk erat sang Istrinya. Dengan beraninya sang Dokter wanita itu mendekati Marcel lagi, dan berkata. "Tuan, kita harus menyiapkan pemakaman Nyonya Carmelia sekarang. Apa anda bisa—"
"Tidak!!!!" teriak Marcel yang memotong perkataan Sang Dokter.
"Tidak akan ada pemakaman!! Tubuh Carmelia akan tetap berada di samping ku, aku akan melakukan segala cara agar Ia tetap bisa berada di kastil bersama ku!!" Perkataan Marcel itu membuat para dokter, Andre, dan juga Jordan terkejut sekaligus bingung.
*Apa yang di maksud Tuan adalah, mengawetkan tubuh Nyonya?* batin Jordan.
Cara yang di pikirkan Jordan memang sama dengan apa yang di pikirkan oleh Marcel. Marcel berpikir, bahwa Carmelia masih harus berada di sisinya tanpa Ia sadari bahwa Ia masih tidak menerima kematian Istrinya.
"Tidak, Tuan. Nyonya harus di makamkan dengan layak, sama seperti Ibu dan Ayah anda. Biarkan Nyonya beristirahat dengan tenang bersama mereka, Tuan. Anda tidak boleh egois hanya karna anda belum menerima kematian Nyonya Carmelia," cetus Andre yang membuat Marcel, Jordan, dan para Dokter sontak menatapnya.
Mendengar perkataan Andre itu, Marcel tiba-tiba melepaskan pelukannya dan menidurkan kembali Carmelia. Ia melangkah kearah Andre dan tiba-tiba...
BUUK!!!
Satu tinjuan melayang tepat di pipi kiri Andre, tidak sampai di situ. Marcel menarik kerah baju Andre, dan menatap Pria itu dengan sangat tajam.
__ADS_1
"Coba katakan sekali lagi! katakan sekali lagi yang kau katakan, Andre!!!!" geram Marcel.
"Tuan, saya tau anda masih tidak rela akan kematian Nyonya yang tiba-tiba ini. Tapi kami tidak ingin anda melakukan hal seperti itu kepada Nyonya, itu malah akan membuat Nyonya tersiksa lagi dan begitupun dengan mental anda." Jawaban Andre itu semakin membuat Marcel marah, mata yang sudah memerah karna menangis dan sekarang malah terlihat sangat merah karna amarahnya yang meluap-luap itu.
Tapi, Marcel tidak memukul Andre lagi. Ia hnaya mendorong Andre dengan kuat agar menjauh dari hadapannya, lalu Ia memanggil Jordan.
"A-ada apa, Tuan?" tanya Jordan.
"Selidiki masalah ini sekarang, dan jalankan rencana yang di berikan Andre tadi. Jika kau sudah menemukan siapa pelakunya, bawa mereka hidup-hidup ke hadapan ku!" perintah Marcel.
"Ba-baik, Tuan."
"Oh ya!! jika memang Bryan di balik semua ini, bawa dia kehadapan ku tanpa luka sedikit pun!! hanya aku yang boleh membalaskan dendam istri ku!!" tegas Marcel.
"Dan kau Andre! kau wali yang di tunjuk oleh ayah ku! dan kau satu-satunya pengacara yang ku percaya! Tapi, aku benci perkataan mu yang selalu benar itu! Kali ini, aku akan memaafkan mu!"
Mendengar perkataan Marcel, Andre langsung mengucapkan maaf dan terimakasih sambil membungkuk berkali-kali.
"Kembali lah kekastil, dan siapkan apa yang harus kau siapkan. Jangan membuat kesalahan sekecil apapun, jika tidak... aku bisa pastikan seluruh organ tubuh mu akan di lahap oleh para anjing!!"
"Baik, Tuan. Saya akan menyiapkannya sebaik mungkin, saya izin undur diri kepada anda," ucapnya sambil membungkuk, lalu melangkah pergi dari hadapan Marcel.
__ADS_1
5 Jam Setelahnya*
Marcel masih terduduk tepat di samping peti mati milik Carmelia, Ia tak sekalipun beranjak dari sisi Istrinya. Andre yang berada di sana, tak kuasa untuk melakukan apapun ataupun mendekati Marcel. Ia hanya bisa diam dan memantau keadaan Tuannya dari jauh saja. Sedangkan Jordan, Ia masih sibuk dengan perintah yang di berikan oleh Marcel, dan sampai sekarang belum ada satupun kabar yang Marcel terima dari Jordan.
Tiba-tiba ada seseorang yang melangkah kearah Marcel, dan berdiri tepat di samping Pria itu, lalu berkata. "Kematian Istri mu sama halnya dengan kematian kedua orang tua mu, jangan melakukan hal bodoh seperti pemakaman sebelumnya. Kau hanya perlu berdiri tegak dan balaskan dendam yang harus kau balaskan."
Mendengar perkataan itu, Marcel dengan perahan menengok kearah seseorang itu dan menatap wajah Pria yang berdiri di sampingnya. Pria itu tiba-tiba turun dan berjongkok di samping Marcel, lalu meletakkan tangan kanannya di atas kepala Marcel dan mengelus lembut kepala Pria itu sambil tersenyum tipis.
"Tuan Grissham, apa kau tau bahwa kematian Istri ku di sebabkan oleh Bryan?" tanya Marcel.
"Tidak, aku sama sekali tidak tau siapa pria yang kau sebutkan itu. Apa kau mencurigai Pria itu?"
"Apa aku salah jika mencurigai orang itu?"
"Tidak, Marcel. Kau tidak salah jika mencurigai siapapun, kau juga boleh mencurigai semua orang yang berada disini. Tapi, ingat! kecurigaan mu belum tentu benar, jadi jangan asal membunuh orang yang tidak bersalah. Aku hanya tidak ingin kejadian masa lalu terulang lagi."
"Apa aku boleh meminta tolong kepada anda, Tuan?"
"Katakanlah, aku akan membantu mu dengan cara ku."
"Tolong bantu Jordan untuk menemukan semua orang di balik penyerangan ini, dan kirimkan deteftif terbaik anda ke lokasi penyerangan itu. Saya ingin, semuanya terungkap dan semua pelakunya btrtangkap besok pagi."
__ADS_1
"Kau memberikan ku waktu selama delapan belas jam?"
Bersambung