Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Roda Kehidupan


__ADS_3

Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, setelah selesai merapikan buku-buku gue. Gue pun berjalan keluar dari kelas menuju ke gerbang sekolah, karna sudah ada Jordan yang menunggu gue mulai tadi.


Tapi, saat gue baru sampai di depan gerbang. Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tas gue dengan sangat keras dan membuat gue terjatuh ke tanah.


Bukannya kaget ataupun meringis kesakitan, gue malah mengangkat tangan kanan gue setinggi telinga gue sambil menatap ke Jordan yang sudah membuka pintu mobilnya bersiap untuk keluar dari mobilnya itu.


Gue menggelengkan kepala gue pelan, lalu menurunkan tangan gue kembali. Gue bisa melihat Jordan yang menutup pintunya kembali, dan memantau gue dari dalam mobil.


"Woi!! buruan berdiri! ngapain lu duduk di tanah? mau ngemis, ya?" teriak salah satu teman Bryan.


Tanpa menjawab, gue langsung berdiri lalu membersihkan celana gue yang terkena debu jalanan.


"Kali ini lu di jemput, ya? Lu udah kayak simpanan om-om aja, makanya di antar jemput." sambung Bryan.


"Bu-bukan, gu-gue hanya—"


Sebelum gue menyelesaikan ucapan gue, tiba-tiba Bryan menarik rambut gue ke belakang dengan sangat keras. Kali ini bukan sebuah ringisan yang di buat sengaja, tapi gue benar-benar meringis kesakitan karna Bryan yang menarik rambut gue dengan sangat kuat. Rasanya kulit kepala gue mau ikut ketarik.


"Sa...sakit...to...tolong lepas." lirih gue.


"Aduh,aduh. Kasian banget, sakit ya? mau gue lepas?" tanyanya.


Gue hanya menjawab dengan menganggukkan kepala saja, sambil memegang tangan Bryan yang menarik rambut gue.


"Yaudah lah, kali ini lu gue ampunin. Besok-besok kagak ada kata pengampun lagi." ucapnya dan langsung melepas rambut gue dengan kasar, lalu berjalan pergi dari hadapann gue dengan teman-temannya.


Gue pun melangkah kearah mobil Jordan, dan langsung masuk ke mobil itu.


"Ke markas." ucap gue, sambil meletakkan tas gue tepat di samping kanan gue.


Mobil pun menyala dan mulai bergerak. Di dalam mobil, gue sibuk mengacak-acak rambut gue agar terlihat berantakan dan juga menekankan kulit kepala gue yang masih terasa sakit karna ditarik oleh Bryan.

__ADS_1


"Kenapa anda melarang saya untuk memberikan hukum kepada mereka, Tuan?" sahut Jordan.


"Hah...memang kenapa lagi, apa kamu mau membuatku dalam masalah?" jawab gue santai.


"Tapi, Tuan. Mereka sudah sangat keterlaluan dengan anda, sikap mereka sudah tidak bisa di maafkan lagi." sambungnya.


"Memang siapa yang memaafkan mereka? aku hanya membiarkan mereka bersenang-senang saja. Kalau sudah waktunya, pasti mereka yang akan berlutut di hadapan ku sambil memohon ampun." ucap gue.


"Roda kehidupan itu akan terus berputar, Jordan. dan roda kehidupan mereka ada di tangan ku, jadi santai saja. Anggap ini sebuah permainan kecil, yang akan menjadi pertunjukan yang sangat besar." lanjut gue.


"Anda benar-benar membuat saya semakin khawatir." keluhnya.


"Sudah lah, dari pada kamu sibuk mengkhawatirkan ku. Lebih baik kamu menjaga keluarga ku saja, dan beri laporan mengenai kondisi saudara ku." sahut gue.


"Oh iya, Tuan. Mengenai keluarga anda, hari ini saya sudah mengadakan rapat dengan para pimpinan perusahaan yang akan di ambil alih oleh Orang tua anda." sambungnya.


"Oh ya? lalu, bagaimana hasilnya?" tanya gue.


"Semuanya berjalan dengan baik, Tuan. Para pimpinan itu menerima orang tua anda dengan baik, dan mungkin orang tua anda akan bisa langsung memulai pekerjaannya. Saya juga sudah mendapatkan sekretaris terpercaya untuk orang tua anda, dan sekaligus untuk menjaga orang tua anda tetap aman." jelasnya.


"Dia teman dekat saya, Tuan. Dia seorang sekretaris dari perusahaan besar, Ia sudah sering melayani para pemimpin perusahaan dengan baik. Dan lagi, Pria itu juga punya keahlian menembak dan bela diri yang cukup baik." jawabnya.


"Hm...yasudah. Suruh dia untuk menemui ku malam ini, aku ingin melihat wajahnya." ucap gue.


"Baik, Tuan.


Akhirnya kami pun sampai di basment markas, gue pun langkah keluar dari mobil dan masuk ke dalam markas menuju ruangan gue.


Karna masih Sore, Markas terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang berjaga di Markas disaat pagi sampai sore hari. Saat sampai di kamar, gue langsung meletakkan tas gue di meja dan duduk di sofa.


Gue langsung menyandarkan punggung gue di sandaran sofa, lalu bergumam. "Hah...hari yang melelahkan..."

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk." sahut Gue saat mendengar ketukan itu.


"Permisi, Tuan. Maaf saya menganggu anda." ucap Jordan.


"Ada apa?" tanya gue.


"Tadi saya mendapat telpon dari Kepala keluarga Dermi, Tuan." jawabnya.


"Kelurga Dermi? oh...aku ingat, kenapa? apa ada yang harus di selesaikan lagi?" sambung gue.


"Kali ini bukan tentang pekerjaan, Tuan. Putri Tuan Dermi telah kembali dari pembelajarannya di luar Negri, dan sekarang Ia sedang menuju kemari untuk menemui anda." jelasnya yang membuat gue terkejut, dan sontak menenggakan tubuh gue menatap Jordan dengan mata yang membulat besar.


"Gadis itu kembali!!?" sahut gue.


"Iya, Tuan. Dan Tuan Dermi meminta anda untuk menjaga Putri tunggalnya itu, karna hanya anda yang bisa membuatnya menjadi gadis yang penurut." ucapnya.


"Ka-kapan dia sampai?" tanya gue.


"Hm...mungkin sekitar sepuluh menit lagi, Tuan." jawabnya sangat santai.


Mendengar jawabnya itu, gue langsung berdiri dan melangkah menuju kamar mandi untuk mandi lalu mengganti pakaian gue.


Seorang gadis yang lebih tua 2 tahun dari gue, memiliki sifat yang sangat keras kepala dan ahlinya membuat para Pria bertekuk lutut di hadapannya.


Saat Gue sibuk mengganti pakaian, gue tidak menyadari sesuatu yang bisa membuat gadis itu marah besar.


Bersambung


*Hai para readers tercinta, masuk grup author yuk.

__ADS_1


Biar Author dan para Readers bisa saling kenal ;D


Kita saling berbincang tentang MBS (Mafia Boy Secret) ini, terus kalau mau kasih saran dan kritik bisa langsung di grup, biar author belajar memperbaiki cerita ini* :)


__ADS_2