Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Cara Membuat Jessica Sadar


__ADS_3

Setelah sampai di mobil, gue membaringkan Jessica di pangkuan gue lalu menyuruh supir untuk berkendara dengan cepat menuju markas.


Selama di perjalanan, Jessica masih saja berusaha untuk mencium gue dan juga mengambil kesempatan untuk membuk kncing kemeja gue.


Dua kancing atas yang sudah terbuka, gue hanya membiarkan kancing itu terbuka dan menahan kedua tangan Jessica agar tidak membuka semua kancing kemeja gue.


"Jordan!" panggil gue.


"Ada apa, Tuan?" sahutnya.


"Bagaimana cara membuatnya sadar? apa tidak ada obat yang bisa dia minum?" tanya gue.


"Ada obat yang diberikan Hendra untuk itu, Tuan. Tapi, obat itu memiliki efek yang cukup berbahaya. Jika anda yang meminumnya, mungkin anda akan mengalami sakit kepala berat saja dan itu akan berakhir setelah satu hari. Tapi, jika Nona yang mengonsumsinya...mungkin Nona bisa pingsan beberapa hari dan bisa aja itu merusak sistem saraf Nona." jelasnya.


"Obat apa yang memiliki efek seperti itu!? apa Hendra ingin membunuh ku!?" kesal gue.


"Tidak, Tuan. obat itu memang di buat khusus untuk anda, dan obat itu bekerja sesuai dari stamina tubuh seseorang yang mengonsumsinya. Karna stamina tubuh anda sangat baik, jadi Hendra membuat obat dengan dosis tinggi. Agar anda bisa cepat sadar dari obat itu.", sambungnya.


"Hah...apa tidak ada cara lain?" tanya gue yang mulai pasrah.


"Hanya ada tiga cara, yang pertama anda harus melakukan sex bersama dengan Nona. Sampai Nona benar-benar merasa puas, dan yang kedua. Anda harus memasukkan Nona ke dalam air yang sangat dingin, dan membiarkan Nona berendam sampai Ia sedikit sadar. Yang ketiga, anda harus membiarkan Nona seperti itu di kamarnya sendiri. Mungkin memang sedikit tersiksa bagi Nona, tapi efek obatnya akan hilang setelah satu atau dua hari." jelasnya lagi.


Mendengar penjelasan Jordan, gue sontak menundukan dan menatap Jessica.


"Kenapa semua caranya harus membuat dia kesakitan?" gumam gue yang menatap mata sayu gadis itu.


"Marcel...pa...panas...to-tolong..." lirihnya.


"Iya, gue tau. Maaf...ini salah gue, seharusnya gue gak ngizinin lu buat pergi. Maaf..." ucap gue sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


*Gue gak mau ngelakuin hal itu lagi ke dia, tanpa izin darinya sendiri. Gue juga gak mau ngebiarin dia sendirian di kamar.* batin gue.

__ADS_1


"Jordan, saat di markas nanti. Langsung siapkan air di dalam bak mandi ku." sahut gue.


"Baik, Tuan." jawabnya.


Setelah sampai di basment Markas, Jordan langsung keluar dari mobil dan berlari masuk ke dalam markas. Gua langsung membangunkan Jessica dari posisinya lalu menggendongnya, dan melangkah keluar dari mobil.


Gue pun melangkah masuk ke dalam markas, dan berjalan menuju ruangan gue.


Saat sampai di ruangan, gue pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


"Apa sudah selesai?" tanya gue kepada Jordan.


"Tinggal sedikit lagi, Tuan." jawabnya.


Gue melangkah menuju ke bak mandi itu dan langsung memasukkan satu kaki gue ke dalam bak mandi itu.


"Tuan! apa anda juga akan masuk? air itu sangat dingin, Tuan." sahutnya.


Gue tidak memperdulikan Jordan, Gue memasukkan kaki gue yang satu lagi lalu menurunkan tubuh gue secara perlahan dan merendam diri gue bersama Jessica. Gue membalik tubuh Jessica, sampai kami berhadapan. Dan membiarkan dia duduk di atas paha gue.


"Tenang...ada gue disini, gak papa..." ucap gue sambil mengelus punggungnya.


"Di-dingin...to-tolong..." lirihnya sambil menatap gue. .


"Iya, gue tau. Sebentar aja, kok. Habis itu gue langsung keluarin lu, gue janji." balas gue dan langsung memeluknya dengan erat.


"Kamu boleh keluar, Jordan. Jangan lupa untuk menyiapkan baju untukku dan Carmelia." sambung gue.


"Baik, Tuan." jawabnya sambil menunduk lalu melangkah keluar dari kamar mandi gue.


Karna terlalu fokus kepada Jessica, gue sampai lupa untuk melepas sepatu gue saat masuk kedalam bak mandi. Dan lebih parahnya lagi, Air ini sangat dingin. Sampai rasanya, tubuh gue akan membeku karna air ini.

__ADS_1


Setelah cukup lama berendam dan memeluk Jessica degan erat, gue sampai tidak sadar kalau Jessica tertidur di dalam pelukan gue.


Gue pun melepas pelukan gue dan memegang wajah Jessica dengan kedua tangan gue.


"Bibirnya pucat banget." gumam gue sambil menyentuh bibirnya.


"Jes...bangun. Lu udah sadar, kan? efek obatnya udah hilang?" ucap gue membangunkannya.


"Jes? Jessica? Jes... bangun!!" lanjut gue sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Tapi Jessica tak kunjung bangun, tubuhnya benar-benar dingin. Wajahnya sangat pucat, apakgi bibirnya yang sudah berwarna biru keunguan.


"JORDAN!!!" teriak Gue.


"JORDAN!!!" teriak gue lagi.


"Ada apa Tuan?" tanya Jordan setelah membuka pintu kamar mandi gue.


"Panggil Dokter, cepat!!" perintah gue.


"Ba-baik, Tuan." jawabnya dan langsung pergi.


Gue langsung memeluk Jessica kembali, dan berdiri lalu keluar dari bak mandi itu. Gue pun melangkah keluar dari kamar mandi, dan berjalan menuju ranjang.


Gue langsung meletakkan Jessica di atas ranjang dengan pakaian yang basah.


"Gimana cara lepas bajunya?" gumam gue sambil mencari-cari resleting dari baju itu.


"Ah! robek aja!" kesal gue dan langsung merobek baju gadis itu.


Saat melihat Jessica yang hanya memakai pakaian dalamnya saja, gue sontak menampar pipi gue sendiri agar tidak mengambil kesempatan dari gadis yang sedang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Gue langsung menutupi tubuh Jessica dengan selimut dan mengambil handuk untuk mengeringkan wajah dan rambutnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2