Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Berbincang dengan Bella


__ADS_3

JESSICA POV*


Setelah Marcel pergi, diantara gue dan Bella hanya ada kecanggungan yang membuat kami saling diam dan tidak berani menatap satu sama lain.


*Ayolah...ini sudah 10 menit berlalu, dan dia cuma diam doang.* batin gue.


"Aku tidak tau harus berkata apa, tapi aku akan jujur." sahut Gadis itu dan membuat gue sontak menengok kearahnya dan menatapnya bingung.


"Jujur? maksudnya?" tanya gue bingung.


"Mungkin perkataan ku akan membuat mu menjauhi ku, tapi jika aku menyembunyikannya hasilnya tetap akan sama."


*Dia ngomong apasih?* batin gue.


"Aku menyukai Tuan Marcel." ucapnya yang membuat gue terkejut setengah mati.


"A-apa!!?"


"Mungkin terdengar tidak sopan, karna aku tidak menghargai mu sebagai pasangannya. Tapi perasaan ku kepada Tuan Marcel sudah bertahun-tahun lamanya, dan ayah ku selalu berkata bahwa Pria hebat itu akan menjadi suami ku suatu saat nanti."


"Mungkin karna dari kecil ayah ku selalu berkata seperti itu, aku jadi mengharapkan Pria hebat itu. Tapi, saat mendengar bahwa anda adalah calon Istrinya. Aku sangat terkejut dan berharap itu hanya sebuah mimpi saja."


"Tapi, pagi tadi aku baru menyadari. Tidak selamanya yang saya inginkan akan saya dapatkan, dan tidak selamanya semua ucapan manis ayah ku akan mejadi kehidupan manis juga untuk ku. Jadi...aku hanya ingin menyampaikan selamat kepada anda, anda sangat beruntung karna mendapatkan Pria hebat seperti Tuan Marcel."


"Dan lagi, sepertinya Tuan sangat menyayangi anda. Terlihat saat Ia menatap anda dengan mata yang penuh dengan kebahagiaan."


Selama mendengar ucapannya, gue hanya bisa terdiam dan menatap nya yang tidak menunjukkan bahwa dirinya sedang berbohong ataupun berakting.


"Hany itu yang ingin ku sampaikan, semoga kita bisa bertemu lagi di lain waktu." ucapnya, lalu berdiri.


"Hei! bisa kah kamu tinggal disini? aku butuh seorang teman." sahut gue.


Ia menatap gue dengan ekspresi yang terkejut, tapi tiba-tiba ujung bibirnya tertarik dan menampakkan senyum kecil yang sangat manis.


"Baiklah, aku akan tetap disini." ucapnya sambil tersenyum bahagia, lalu kembali duduk di kursinya.


*Ah, bodoh! bisa-bisanya lu ngomong gitu, Jes! asatag!* batin gue sambil memalingkan wajah gue dan berkali-kali memukul kening gue.


"Apa aku boleh bertanya?"

__ADS_1


Mendengar itu, gue langsung menengok dan menatapnya kembali, lalu berkata. "Tentu saja."


"Berapa umur mu?" tanyanya.


"Maaf kalau pertanyaan ku kurang sopan, aku hanya penasaran saja." lanjutnya.


"Aku seumuran dengan Marcel, dan umur mu?"


"Oh ya!? seharusnya saya memanggil anda dengan sopan maaf atas ke tidak sopanan saya ini, saya benar-benar minta maaf." ucapnya yang tiba-tiba berdiri dan membungkuk ke gue.


"Ti-tidak apa, umur tidak menjadi masalah. dan lagi, sepertinya umur mu tidak jauh dengan umur ku."


"Umur saya 17 tahun." jawabnya, lalu kembali duduk.


"Oh, hanya selisih 2 tahun saja."


"Akan lebih baik kalau kamu berbicara seperti sebelumnya, anggap saja aku sebagai teman mu."


"Teman? apa saya boleh menjadi teman anda?" sahutnya yang berekspresi sangat senang, seolah-olah ini kali pertanya mendapatkan seorang teman.


"Ya...aku ingin memiliki seorang teman dari Negara lain, sepertinya akan sangat seruh."


"Para pelayan yang memberitahu ku, tapi dari wajah mu saja sudah telihat bahwa kamu bukan asli orang Italia dan cara bicara mu itu cukup berbeda."


"Hahaha...iya, aku berasal dari Amerika. Aku sudah lama belajar bahasa kalian, tapi sepertinya cara bicara ku masih seperti orang luar."


*Kenapa dia bisa merubah ekpresinya dengan cepat? dia sudah seperti seorang aktor.* batin gue heran.


"Sebenarnya kalau kamu berbicara menggunakan bahasa mu, aku juga bisa memahaminya." celetuk gue dengan memakai bahasa Inggris.


"Wah...anda sangat hebat, apa anda juga belajar seperti ku?" tanyanya yang juga mengubah bahasanya.


"Sedikit, aku di ajari oleh kakaku. Tapi sekarang aku sudah tidak mengasah kemampuan ku itu."


"Tapi kemampuan anda sangat baik, aku sampai terkejut saat anda berbicara menggunakan bahasa Inggris." pujinya.


"Tidak juga, tapi terimakasih atas pujiannya."


"Oh ya, sampai kapan kamu tinggal di Italia?"

__ADS_1


"Besok pagi kami akan kembali."


"Secepat itu? padahal baru saja kita bertemu, aku masih ingin berbincang dengan mu."


"Bagaimana kalah kita saling bertukar nomor ponsel? kita bisa saling mengirim pesan satu sama lain." sarannya.


"Baiklah, aku akan mengambil ponsel ku dulu." ucap gue.


Saat gue ingin berdiri, gadis itu tiba-tiba menghentikan gue dengan berkata. "Tidak perlu, izinkan saya menerima kartu nama anda."


"Hah? a-aku tidak memiliki kartu nama."


"Oh ya? hm...kalau begitu biar amu yang memberikan kartu nama ku kepada mu." ucapnya, lalu mengambil sesuatu dari dalam buku yang selalu Ia bawa itu.


Ia pun memberikan gue sebuah kertas berwarna hitam dan sedikit warna emas diatasnya yang berbentuk seperti kartu, dan tertulis namanya di atas kertas itu.


"Itu adalah kartu nama ku, sudah tertulis nomor dan email. Walaupun itu bukan nomor pribadi ku, tapi aku akan membalas pesan mu dan memberikan nomor pribadi ku langsung nanti."


"Memang ini nomor siapa?" tanya gue sambil menatap kertas itu.


"Itu nomor yang aku gunakan untuk masalah bisnis dan politik, sekretaris ku yang selalu membalas pesan-pesan dari nomor itu. Tapi jika kamu menghubungi ku nanti, aku akan langsung memberikan nomor pribadi ku, aku janji." jawabnya.


"Baiklah, aku menerima kartu ini. Terimakasih." ucap gue dan memasukkan kartu itu kedalam saku baju gue.


"Kalau begitu, aku izin undur diri terlebih dulu. Maaf karna tidak bisa berbincang lama dengan mu, tapi lain kali mari berbincang dan makan malam bersama."


"Apa kamu akan pergi sekarang?"


"Ya, ada yang harus aku urus dengan Ibu ku."


"Baiklah, aku tidak akan menahan mu lagi.


"Hahaha...senang bisa mengenal anda, Nona Carmelia." ucapnya, lalu berdiri.


"Senang juga bisa mengenal anda Nona Bella." balas gue yang juga ikut berdiri.


"Kalau begitu, saya permisi. Selamat siang."


Ia pun melangkah pergi dari hadapan gue, dan keluar dari kamar ini. Dan sekarang hanya tersia gue di kamar sunyi dan sepi ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2