
"Kenapa? apa anda tidak mampu untuk membantu saya?"
Mendengar itu, Grissham sontak tersenyum miring dan berkata. "Delapan belas jam adalah waktu yang sangat lama, aku akan membantu Jordan untuk menyelesaikan masalah ini dan menangkap semua orang gila itu sebelum pukul 9 malam!"
Marcel cukup terkejut dengan perkataan Pria itu, tapi Ia juga merasa puas dengan apa yang Ia dengar itu. "Kalau begitu, saya mohon bantuan anda, Tuan."
"Baiklah, sebelum aku pergi dari tempat ini. Izinkan aku melakukan penghormatan terakhir kepada Istri mu," izin Pria itu sambil berdiri dan menatap Carmelia yang berada di dalam peti itu.
"Lakukanlah," jawab Marcel.
Grissham pun melangkah kedepan peti itu, dan mendekati Carmelia. Dengan perlahan Pria itu meraih tangan Carmelia, dan mengecup punggung tangan kanan Wanita itu. Tidak sampai di situ saja, Grissham juga membungkuk dengan sempurna di hadapan Carmelia.
Setelah cukup lama membungkuk, Ia pun menenggakan tubuhnya kembali dan berpamitan dengan Marcel terlebih dulu sebelum Ia pergi dari kastil.
__ADS_1
Tak lama kemudian, pemakaman pun dimulai oleh pendeta yang menikahkan Marcel dan Carmelia sebelumnya. Melakukan Doa dan penghormatan terakhir untuk Wanita itu di lakukan oleh semua orang yang berada di kastil itu, para pemimpin mafia dan pemimpin Wanita melakukan penghormatan terakhir dengan cara yang sama dengan Grissham.
Karna tempat pemakannya berada di ruang bawah tanah yang tersembunyi, dan hanya bawahan Marcel saja yang mengetahuinya. Jadi para tamu yang datang akan menunggu di aula kastil saja, selama Carmelia di kuburkan di bawah sana.
Selama proses pemakaman, Marcel tak mengatakan sepatah katapun. Ia hanya terdiam dan terus menatap kearah Carmelia. Anehnya, ia kali ini tidak menangis lagi, dan tatapan matanya pun kosong seolah-olah Ia sedang terjebak dalam lamunannya sendiri.
Saat Carmelia di letakkan di dalam tanah pun, Marcel masih terdiam. Andre yang merasa aneh dengan sikap Tuannya itu, dengan memberanikan diri, Ia pun menghampiri Marcel dan menengurnya. "Tuan? Tuan Marcel? Apa anda baik-baik saja?"
Marcel yang mendengar namanya di panggil, Ia langsung tersadar dari lamunannya dan menengok kearah Andre sambil bertanya. "Ada apa?"
Marcel tersenyum tipis dan menatap kearah Carmelia, lalu berkata. "Aku baik-baik saja, aku malah senang karna bisa melihat senyum terakhir Carmelia."
Perkataan Marcel itu membuat Andre terkejut sekaligus bingung. *Senyum terakhir? apa yang sedang di bicarakan oleh tuan?*
__ADS_1
"Carmelia menatap kita sambil tersenyum di depan sana, Ia tidak menangis seperti ku, Ia terlihat cantik dengan gaun putihnya itu," racau Marcel yang terus menatap ke depan sana.
*Apa Tuan melihat Roh Nyonya? tapi kenapa hanya Tuan Marcel? kenapa aku tidak bisa melihat Nyonya? apa Nyonya tidak mengingat ku?* batin Andre.
Tiba-tiba saja Marcel menepuk pundak Andre dan berkata. "Carmelia tersenyum kepada mu, dan sepertinya dia mencari keberadaan Felix."
"Felix? anda mencari Felix, Nyonya?" tanya Andre sambil menatap ke arah yang di tatap oleh Marcel.
"Nyonya, Felix sekarang sedang tidur. Saya harap anda bisa bertemu dengannya, walaupun hanya lewat mimpi saja," lanjut Andre.
Setelah Andre memberitahu tentang Felix, tiba-tiba saja Marcel menunduk dan tak di sangka matanya lagi-lagi meneteskan air. Andre yang menyadari hal itu, dengan sigap Ia merangkul pundak Marcel dan bertanya. "Apa anda baik-baik saja, Tuan?"
"Dia sudah pergi... hiks..." jawab Marcel.
__ADS_1
BERSAMBUNG