
Aku berdiri di hadapan kedua Wanita itu, tapi saat aku inginenyapa mereka. Nella lebih dulu menimpal dengan bertanya. "Felix, apa yang kau lakukan disini? kenapa kau bersama dengan Tuan Marcel!?" kepada anak kecil yang masih dalam gendongan ku dengan wajah yang Ia sembunyikan.
"Papa, bantu aku. Aku takut di marahi oleh Ibu," bisiknya ditelinga ku.
*Sudahlah, aku akan dimarahi lagi,* batin ku.
"Marcel, kenapa kau membawa Felix? bukannya ini masih jam pelajarannya?" cetus Carmelia.
"Aku melihatnya berlari ke arahku, dan dia bilang kalau dia ingin menemui mu. Makanya aku membawanya bersama ku, karna aku juga ingin menemui mu."
"Felix, apa itu benar, sayang?" tanya Carmelia lembut.
Felix langsung menengok kearah Carmeli dan berkata. " Tidak, Bu. Papa berbohong, Papa yang mengajak ku untuk menemui Ibu."
Mendengar ucapan bocah itu, Carmelia langsung menatapku dengan sangat tajam. Jujur saja, aku takut dengan tatapan Wanita itu, dan tanpa sadar aku langsung menundukkan kepala ku.
"Agnella, bawa Felix pergi. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Marcel," perintah Wanita itu. Tanpa menjawab apapun, Agnella langsung mengambil Felix dari ku.
"Setelah makan siang, temui aku lagi di ruang kerja ku." lanjutnya.
"Baik, Nyonya," jawab Nella, lalu melangkah pergi.
*Kenapa hari ini aku kurang beruntung?* batin ku.
__ADS_1
"Jangan hanya berdiri, ambil kursi dan duduk di depan ku!" perintah Wanita itu, dan tanpa sadar aku langsung bergerak sesuai perintahnya.
Duduk tepat di hadapan Carmelia dan aku hanya bisa menunduk karna tidak berani menatap matanya walaupun hanya sebentar. Posisi ku sekarang, seperti akan di interogasi karna sebuah kesalahan besar.
"Aku tau kau menyukai Felix, sama seperti ku. Tapi kau tau kan, dia adalah Putra dari Andre dan Agnella. Walaupun Ia memanggil mu dengan sebutan 'Papa', tapi setidaknya hargai Ayah dan Ibu nya yang berusaha memberikan pelajaran yang baik kepada Putranya."
Ya, Felix Cidro Glasino Putra dari pasangan Andreno Glasino dan Agnella Cidro. Entah sejak kapan hubungan mereka membaik, tapi setelah 3 bulan pernikahan ku dengan Carmelia. Andre tiba-tiba melamar Nella dihadapan ku dan Carmelia.
Andre yg lebih muda dari Agnella, malah memutuskan untuk menjalin hubungan suami istri bersama. Tapi, ada yang lebih mengejutkan dari itu. Saat lamaran Andre itu, Agnella menolak lamarannya dengan alasan bahwa Ia tidak bisa memiliki keturunan dari rahimnya karna pemberontak yang pernah Ia lakukan.
Tentu saja kami bertiga terkejut dengan pernyataannya, tapi Andre yang tidak memperdulikan hal itu. Ia malah berkata bahwa Ia tidak memerlukan seorang penerus asli dari keluarga Glasino.
Setelah berpikir selama 24 jam, akhirnya Nella menerima lamaran Andre dan pesta mewah pun di gelar selama satu Minggu penuh. Dan setelah beberapa Minggu pernikahan mereka, mereka tiba-tiba membawa seorang anak yang berumur 3 tahun masuk ke dalam kastil milik ku.
Mendengar perkataan Carmelia, aku sontak menenggak kepala ku dan menatap Wanita itu, lalu berkata. "Maaf... tapi aku benar-benar tidak berbohong tadi. Aku tau aku salah karna membawa anak itu, tapi setidaknya percayalah dengan ucapan ku~"
"Aku bukannya tidak percaya dengan mu, aku tau anak itu sedang berbohong. Tapi, kamu sebagai pamannya. seharusnya mengajarkan hal baik kepadanya, dan lagi. Bukannya kau dulu adalah murid teladan yang tidak pernah membolos satupun mata pelajaran? tapi kenapa sekarang kau malah membiarkan anak itu bolos? setidaknya berpikir lah seperti orang dewasa, Marcel."
"Maafkan aku, aku memang salah. Aku berjanji, tidak akan mengulangi kesalahannya ku itu lagi," sesal ku.
"Baiklah, sekarang kenapa kau ingin menemui ku? apa ada masalah? atau kau akan pergi lagi?" tanyanya.
"Tidak, untuk apa aku pergi lagi? aku baru saja kembali pagi tadi. Aku hanya ingin menemui mu saja, aku ingin berbincang berdua dengan mu."
__ADS_1
"Kau tau kan aku sedang sibuk, Marcel? dan lagi, kau juga lebih sibuk dari ku."
"Kita sudah lama tidak berbincang santai bersama. Setiap bertemu, kau selalu saja memarahi ku. Aku tau aku selalu berbuat salah, tapi aku ini Suami mu, Carmelia. Setidaknya, luangkan waktu mu untuk ku, walaupun itu hanya beberapa jam saja," keluh ku.
"Hubungan kita yang sekarang sangat berbeda jauh dengan 2 tahun yang lalu, dan sikap mu yang sekarang berubah 180 derajat."
"Jujur saja, aku merindukan dirimu yang dulu. Aku merindukan sikap manja mu itu. Tapi sekarang, aku hanya melihat sosok Carmelia bukan Jessica—"
Saat meyebut nama "Jessica", Wanita itu tiba-tiba berdiri dan menatap ku dengan mata yang seakan-akan berkata. "Jangan menyebut nama itu!"
Aku yang sadar akan kesalahan ku, langsung ikut berdiri dan mencoba meraih tangannya. Tapi Wanita itu malah melangkah mundur, dan langsung berlari pergi dari hadapan ku.
Melihatnya berlari, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Karna, jika aku mengejarnya dan meminta maaf dengan emosinya yang sekarang. Aku malah akan memulai perang di kastil ini, dan bisa saja Wanita itu malah akan pergi meninggalkan kastil. Jadi, aku memilih untuk membiarkannya saja, dan menunggu waktu yang tempat untuk meminta maaf kepadanya.
"Haah...kapan hubungan kami menjadi seburuk ini?" keluh ku, lalu berbalik dan melangkah keluar dari perpustakaan. Aku memilih untuk ke lantai bawah untuk menemui Vernon, untuk memberitahu masalah yang sedang ku alami dengan Carmelia.
Tapi saat hendak menuruni anak tangga terakhir, aku tiba-tiba mendapat kabar bahwa Andre telah kembali dan Mark juga telah kembali dari Amerika bersama dengan Bella. Setelah mendengar itu, dengan cepat aku melangkah ke pintu utama kastil untuk menyambut mereka.
BERSAMBUNG
*Ada yang masih ingat dengan Bella? kenapa dia dan Mark datang bersama? padahal Mark salah satu dari bawahan Pribadi Marcel, yang harus selalu berada di samping Marcel?
Jawab di Kolom Komentar, ya ⬇️*
__ADS_1