Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Carmelia Hilang?


__ADS_3

Cahaya matahari yang menembus masuk kedalam kamar ku, dan membuat ku terbangun yang sedang terbaring di atas sofa.


Setelah menidurkan Jessica semalam, dan Vernon yang datang dengan minuman pesana ku. Aku memutuskan untuk menghibur diriku sendiri dengan meminum 7 botol whiskey sambil berdebat debat dengan batin ku sendiri.


Perdebatan uang panjang itu, akhirnya membuat ku tertidur di sofa dengan hanya memakai Bathrobe saja. dan hampir membuat ku terbangun dengan tubuh tanpa sehelai pakaian pun, karna ikatan Bathrobe ku terbuka.


Baru bangun saja, aku langsung menengok kearah ranjang dan memastikan keadaan Jessica. Ya...dia masih tertidur dengan sangat pulas.


"Haah..." hela nafas ku, lalu berdiri dan melangkah kearah kamar mandi untuk membersihkan diri. dan juga memakai pakai di ruang ganti.


Karna sudah waktunya sarapan, tapi Carmelia belum terbangun dari tidurnya. Aku lebih dulu pergi ke meja makan, dan menyuruh para pelayan untuk menemani wanita itu di kamar.


Saat sampai di meja makan, keempat Pria dan satu wanita menyapa ku dengan hangat sambil membungkuk cukup lama.


"Duduklah." ucap ku setelah duduk di kursi ku. dan mereka pun kembli duduk di kursi mereka.


"Apa Nona belum bangun, Tuan?" tanya Nella.


"Ya, dia terlihat sangat lelah semalam." jawab ku santai sambil mengambil secangkir kopi, dan meminumnya.


Sambil meletakkan cangkir ku kembali aku berkata kepada Jordan. "Apa ada pekerjaan yang harus aku selesaikan?"

__ADS_1


"A-apa, Tuan?" tanyanya dengan ekspresi terkejut.


"Apa ucapan ku kurang jelas, Jordan?"


"Ti-tidak, Tuan. Saya akan langsung meletakkan dokumen yang harus anda cek di meja kerja Anda nanti."


"Baiklah."


"Oh ya Andre, ada yang harus kamu urus untuk ku. Apa kamu bisa ke ruangan ku setelah sarapan nanti?"


"Ah? tentu saja, Tuan. Saya akan langsung keruangan anda." jawab Andre.


"Baik, Tuan." jawab mereka, dan kami pun mulai menyantap sarapan kami masing-masing.


Setelah selesai sarapan, aku memilih untuk kembali ke kamar terlebih dulu untuk mengecek apa Wanita sudah bangun atau belum.


Tapi saat sampai di kamar, tidak ada seorang pun di dalam sana. Ranjang ku pun sudah tersusun rapi, karna khawatir dengannya aku mulai bertanya-tanya kepada para pelayan yang lewat di depan kamar ku. Tapi mereka tidak tau dimana keberadaan wanita itu.


Aku langsung berlari turun ke lantai dua, menuju ke ruang kerja ku.


"Jordan!! Andre!!" teriak ku sambil mendorong pintu ruangan itu, dan dengan cepat melangkah masuk kearah mereka.

__ADS_1


"Ada apa, Tuan? apa ada masalah?" tanya Andre yang bergegas bangun dari posisi duduknya dan menghampiri ku, begitupun dengan Jordan yang sedang sibuk dengan dokumen di tangannya.


"Carmelia hilang!" jawab ku.


"Apa!!?" sahut mereka bersama.


"Tidak mungkin, Tuan. Jika kami tidak melihat keberadaan Nona sedikitpun, pasti alarm di kastil akan langsung berbunyi." ucap Jordan.


"Benar, Tuan. Kami tidak mungkin membiarkan kesalahan yang sama terulang lagi, itu sangat mustahil, Tuan." sambung Andre.


"Ta-tapi, Wanita itu tidak ada di kamar! dan para pelagan pun tidak melihatnya!! apa kalian pikir aku berbohong!!?" kesal ku.


"Tidak, Tuan. Mungkin saja Nona hanya pergi berkeliling di taman kastil, anda jangan terlalu khawatir. Nona akan baik-baik saja, apa anda lupa dengan keamanan yang anda berikan kepada Nona?"


"Anda bisa mengetahui keberadaan Nona sampai ke pelosok dunia dengan satelit, dan lagi para penjaga Nona selalu mengintai kemanapun Nona pergi."


"Tapi, Jordan—"


"Permisi, Tuan Marcel." potong seseorang dari arah pintu ruangan ku.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2