
Malam pun tiba, gue yang sekarang sedang dalam perjalanan menuju Markas sambil menatap layar tablet milik Jordan.
Gue memang bilang kepada Jordan, kalau gue mau bekerja saja malam ini. Dan menyuruhnya untuk memberikan setengah pekerjaannya ke gue, biar gue sedikit membantunya.
Tapi, baru bertemu tadi. Pria itu langsung menyodorkan gue tabletnya dan berkata. "Ini pekerjaan anda, Tuan. Saya juga sudah meletakkan dokumen-dokumen yang akan anda tandatangani dan juga harus anda tulis mengenai setiap isi dokumen itu."
Dan begonya gue, gue malah berkata "Iya" saja sambil mengambil tabletnya dan melihat pekerjaan apa yang akan gue lakukan.
Saat gue melihat isi tablet itu, gue sedikit terkejut dengan apa yang gue lihat. Gue harus membaca semua File yang telah di siapkan Jordan dan meringkas isi file itu dalam satu halaman.
Tentu saja gue sempat protes mengenai hal itu. Bagaimana bisa gue membaca semua file yang berisi 30 halaman perfilenya, dan file itu terdiri dari puluhan file. Dan gue harus meringkas isi file itu? bisa-bisa mata gue buta karna natap layar tablet itu.
Tapi Jordan malah berkata seperti ini. "Tidak akan buta, Tuan~ buktinya mata saya saja masih sehat tanpa ada gejala kebutaan sama sekali." sambil tersenyum ke gue.
Dan Akhirnya gue pasrah dan mengerjakan apa yang telah Ia berikan.
Tak lama kemudian, kami pun sampai di basment. Gue pun melangkah keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam markas dengan mata yang masih terfokus dengan layar Tab itu.
Tapi tiba-tiba saja ada yang berteriak memanggil nama gue dari belakang, gue pun langsung berbalik dan menatap orang itu.
"Eh? Baru datang, ya~?" sahut gue saat melihat Jessica yang berjalan kearah gue.
Tapi tiba-tiba saja...
PRANG!!
Tablet milik Jordan jatuh karna Jessica yang memukul tablet itu dengan keras sampai terlepas dari tangan gue.
"No-nona?" sahut Jordan yang sangat terkejut karna tablet kesayangan jatuh.
"APA!!?" teriak Jessica.
"Ti-tidak, Nona." jawab Jordan dan langsung menunduk menatap tabletnya yang ada di lantai.
Tiba-tiba saja Jessica menarik kera baju gue dan menatap gue dengan sangat tajam.
"Berani-beraninya lu ngelewatin gue!!?" geramnya.
"Gu-gue gak liat, sumpah!" ucap gue.
__ADS_1
"Lu buta!!? gue Segede gini lu gak liat!? sekarang ikut gue, ada yang harus lu jelaskan!" kesalnya dan langsung menarik gue pergi dengan posisi yang masih sama.
Gue bisa melihat Jordan yang tiba-tiba berlutut di depan tabletnya dan mengambil tabletnya dengan sangat hati-hati.
*Sial banget! padahal itu tablet hadia dari gue!* batin gue.
Karna gue yang terlalu fokus melihat Jordan, gue sampai tidak menyadari bahwa Jessica menarik gue ke kamarnya.
"Eh? kok di kamar lu? kenapa? mau kiss ya?" goda gue.
"Kiss pala lu!!" ketusnya dan langsung melepas tangannya dari kera baju gue.
"Lu kenapa, sih? gue ada salah? kalau ada, maaf..." ucap gue.
"Lu habis ketemu Amel, kan?" tanyanya.
"Hah? Amel? kagak tuh." jawab gue.
"Bohong!! kalau lu gak ada ketemu dia, terus kenapa dia tiba-tiba nanyain lu ke gue? Malah minta nomor lu lagi!" sahutnya.
"Hah? serius? tapi gue gak pernah ketemu Amel—"
"Astaga!! gue lupa! tadi sore gue gak sengaja ketemu dia di pinggir jalan. Apa jangan-jangan dia ngeliat penampilan gue tadi, ya?" potong gue.
"Bukan gitu. Tadi pas di jalan pulang, ada mobil yang lewat di samping gue dan mobil itu malah nyimpratin air ke gue. Nah...karna gue basah kuyup, jadi gue berhenti di jalan buat bersihin kacamata gue doang. Terus, karna rambut gue basah. Tanpa sadar gue malah nyisir rambut gue kebelakang, tiba-tiba Amel nongol di samping gue. Dan alhasil dia ngeliat gue tanpa kacamata dan tanpa rambut rapi gue." jelas gue.
"Kenapa lu bego banget, sih!? seharusnya jangan sembarangan tebar pesona dong!! lu malah bikin Amel penasaran sama lu, dan lu tau? dia malah nyebut lu tampan, woi!! Dan parahnya lagi, dia mau ngedektin lu!!" ocehnya dengan wajah yang memerah karna marah.
"Lu cemburu?" celetuk gue tanpa sadar.
Jessica sontak terdiam dan hanya menatap gue.
"Lu beneran cemburu?" tanya gue sekali lagi.
"Ah!! gak tau lah! malas gue!!" ketusnya dan langsung pergi dari hadapan gue.
*Kayaknya gue gak sesial itu, deh.* batin ue sambil tersenyum kecil.
Gue pun menghampiri gadis itu, dan sontak memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Baby~ lu cemburu, ya~?" goda gue yang meletakkan dagu gue di atas pundaknya.
"Kagak!! siapa juga yang cembur!" elaknya.
"Lu tau, gak? hari ini gue ulang tahun, loh~ Lu gak mau ngasih gue hadia, gitu? Kiss doang juga cukup, kok." sambung gue.
"Lah terus? apa urusannya ulang tahun lu sama gue!?" ketusnya.
"Ih! jahat! gue kan mau di manja~" rajuk gue.
"Boleh, boleh. Beliin gue mobil Lamborghini warna biru gelap dengan garis hitam." pintanya.
"Emang ada mobil warna kayak gitu?" tanya gue bingung.
"Ya mana gue, tau!!" jawabnya.
"Hm...yaudah, nanti gue beliin. Sekarang kita keranjang dulu." ucap gue dan langsung mendorongnya ke ranjang.
Gue melepas pelukan gue dan menyuruh Jessica duduk di pinggir ranjang, lalu gue berbaring di pangkuannya.
"Btw, lu beneran mau mobil? Tumben lu minta mobil, biasanya juga minta yang gak jelas." sahut gue.
"Bukan gue yang minta, Orang tua gue yang minta. Gara-gara hari itu, Orang tua gue maksa gue buat minta sesuatu ke lu dan yang jadi bayarannya tubuh gue." jelasnya.
"Apa!!? mereka bilang kayak gitu!!? berani banget nyuruh calon istri gue. Itu orang tua memang mau kena hukuman!" geram gue.
"Lu bilang apa? calon istri!?" sahutnya sambil mencubit hidung gue dengan keras.
"Kenapa? lu gak mau sama gue? yaudah, sih! gue sama Amel aja nanti. Dari pada sama cewek yang gak suka sama gue!" rajuk gue.
Tiba-tiba saja Jessica mengecup bibir gue sekilas dan berkata. "Siapa yang gak mau sama lu!? orang gila aja pasti mau sama lu!"
Mendengar perkataannya, Gue sontak tersenyum licik dan langsung mendorongnya sampai terbaring di atas ranjang, lalu gue naik keatas tubuhnya.
"Cium boleh?" izin gue.
"Kagak!" tolaknya.
"Huh! yaudah, deh. Gue gak maksa." jawab gue.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba saja Jessica mengalungkan tangannya di leher gue dan langsung mengecup bibir gue lagi. Gue yang melihat tingkahnya itu, langsung tersenyum licik dan sontak mencium bibirnya dan **********.
BERSAMBUNG