
Kami bertiga bersama-sama pergi keruangan Marcel, dengan Vernon yang membawa segelas jus alpukat. Vernon dan Jordan tentu saja masih memperdebatkan jus alpukat pemintaan Marcel, tentu saja karna Vernon tidak ingin membuat kesalahan yang bisa membuat Marcel muntah lagi.
Saat di depan pintu, Vernon tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menengok kebelakang menatap Jordan, dan berkata. "Awas saja jika Tuan marah, bisa kupastikan tidak ada satu makanan pun yang masuk kedalam perut mu!!"
*Sadis~* batin ku. Vernon pun mengetuk pintu itu, lalu mendorongnya dan melangkah masuk kedalam. Aku dan Jordan mengikuti langkahnya dari belakang.
"Eh? Sayang? kenapa kau bersama mereka?" tanya Marcel yang dengan cepat menutup dokumennya, lalu berdiri dan menghampiri ku.
Ia merangkul ku dan menuntunku ke sofa panjang. Saat Ia membantu ku duduk aku langsung berkata. "Aku dengar, kau meminta Jordan untuk membawakan Jus alpukat. Apa itu benar?"
"Eh? Iya, aku ingin minum jus alpukat," jawabnya yang duduk di samping ku.
"Tapi, bukannya kau tidak menyukai alpukat? kau selalu bertanya-tanya, kenapa bisa ada buah aneh di Dunia ini? bagaimana bisa orang-orang menyukai buah itu."
"Aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba aku ingin minum jus alpukat, tapi tidak ada salahnya kan untuk mencobanya?"
"Vernon, berikan jus itu kepada Marcel. Tidak baik membuatnya menunggu kan?" ucap ku kepada Vernon.
"Ba-baik, Nyonya," jawabnya, lalu meletakkan segelas jus itu di atas meja sambil berkata. "Ini, Tuan. Selamat menikmati."
"Cepat ambil, Marcel. Tidak enak kalau jus dibiarkan terlalu lama," lanjut ku.
Marcel hanya mengangguk, lalu meraih gelas jus itu, dan mulai meminumnya. Saat Ia menenguk jus itu, aku langsung tersenyum tipis dan berkata. "Bagaimana rasanya pertama kali mengidam? enak kan?"
"Mengidam!!?" celetuk Jordan dan Vernon.
__ADS_1
Pria itu tiba-tiba tersedak, dan dengan cepat meletakkan jusnya di atas meja sambil terbatuk-batuk. Ia menatapku dengan mata yang memerah karna tersedak, lalu berkata. "Me-mengidam?"
"Apa kau lupa dengan apa yang kukatakan pagi tadi?" tanya ku.
Tapi Pria itu malah memasang raut wajah kebingungan. "Liat saja nanti, siapa yang akan mengidam nantinya. Aku bisa memastikan, bahwa kau yang akan mengidam, dan meminta hal-hal aneh," ulangku.
"Ah!! aku ingat!!" celetuknya.
"Tapi, kenapa aku lagi!? bukannya kamu yang hamil?"
Aku malah kesal mendengar perkataannya itu, aku langsung mengangkat tangan ku dan menyentil dahinya sekuat mungkin. "Bodoh!! aku udah menjelaskannya pagi tadi, tapi kau malah bertanya lagi!!? Kau lupa atau bodoh sih!!?"
"A-apa salahnya aku bertanya? aku kan hanya bingung," ucapnya sambil mengelus dahinya.
"Tak tau lah!!!" geram ku dan langsung mengalihkan pandangan sambil mleihat kedua tangan di depan dada ku.
"Tuan yang memanggil saya, Nyonya. Tuan bilang, mulai pagi dia merasa mual. Tapi say baru bisa kemari, karna baru menyelesaikan rapat dengan para Dokter."
"Oh, silahkan periksa Marcel. Tapi, aku bisa memastikan bahwa Tuan mu itu sedang tidak sakit." Hendra terlihat bingung dengan apa yang ku ucapkan. Tapi Ia tetap memulai pekerjaannya dan memeriksa Marcel dengan seksama.
"Bagaimana? apa dia sakit?" tanyaku.
"Dari pengamatan saya, Tuan sama sekali tidak sakit. Tapi hanya saja perut seperti kosong, apa Tuan Marcel tidak makan mulai pagi?"
"Tidak, aku tadi sarapan. Aku juga baru saja meminum jus alpukat, ya... walaupun baru setengah gelas yang ku minum," jawab Marcel.
__ADS_1
"Tadi anda bilang jus alpukat? apa saya tidak salah dengar?" Bukan hanya Jordan dan Vernon yang terkejut sekaligus heran dengan permintaan Marcel, teryata Hendra pun sama dengan mereka.
"Hendra, apa kau pernah mendengar calon ayah yang mengidam?" tanya ku.
"Eh? sepertinya saya pernah mendengar kasus itu, Nyonya. Hal itu memang biasa terjadi, jadi tidak heran jika calon ayah yang merasa mual dan mengidam seperti layaknya seorang wanita yang mengandung. Tapi, kenapa tiba-tiba Nyonya menanyakan hal itu?"
"Karna Tuan mu mengalami hal itu sekarang." Mendengar perkataan ku, Hendra langsung menatap Marcel dengan tatapan terkejut dengan mata yang membulat besar.
"A-apa itu alasan anda merasa mual, dan tiba-tiba menginginkan jus alpukat yang anda tidak suka itu?" tanya Hendra kepada Marcel.
"Kau tanya kepada ku? lalu aku bertanya kepada siapa? pada Vernon atau Jordan? tidak mungkin kan?" ketus Marcel.
"Udah di kasih tau, masih aja ngeyel! dasar keras kepala!" gerutu ku.
"Aku kan tidak pernah mendengar situasi seperti ini, dan lagi. Aku kan anak terakhir, aku mana tau hal-hal tentang mengidam atau apalah itu," kata Marcel.
"Tenang saja, Tuan. Paling anda hanya akan meminta makanan atau minuman saja, ya paling parah anda meminta hal-hal aneh," timpal Hendra.
"Hal-hal aneh seperti apa? membiarkan orang masuk ke kastil? atau menghamburkan uang dari atas pesawat?" tanya Marcel.
Mendengar itu, aku langsung memukul pundak Pria itu dengan keras dan berkata. "Kau gila!!? itu sih sama aja mempersilahkan pembunuh untuk membunuh kita!"
"Mana mungkin juga aku melakukan hal itu, aku masih waras kali!" balasnya.
"Maaf menyelah, tapi apa kita tidak akan mendengar permintaan dari Nyonya langsung?" timpal Vernon.
__ADS_1
"Tidak, Vernon~" ucap ku dan Marcel bersama.
BERSAMBUNG