
Setelah 2 jam berlalu, akhirnya Marcel pun tiba di Itali, Ia bergegas mencari lokasi keberadaan Carmelia. Sebenarnya jarak antara Amerika dan Itali cukup jauh, dan akan memakan waktu 8 jam dengan menggunakan pesawat. Tapi Marcel, Ia malah menyuruh pilot untuk menaikkan kecepatan berkali-kali lipat agar bisa sampai d waktu yang lebih cepat.
Setelah cukup lama berkeliling, Marcel di buat terkejut dengan banyaknya mobil berwarna hitam di hadapannya. Ia dengan cepat turun dari mobilnya dan berlari menelusuri setiap mobil ung terparkir ditengah jalan itu. Ia mencari Carmelia di setiap mobil, tapi yang Ia temui hanya para bawahannya yang terluka parah dan ada beberapa dari mereka yang sudah tak bernyawa.
Para penduduk di sekitar sana pun bergerombol untuk melihat tempat kejadian itu, karna tak kunjung menemukan Carmelia. Marcel pun bertanya kepada salah satu penduduk di sekitar sana, berharap ada informasi yang Ia temukan.
"Permisi, apa anda ada melihat seorang wanita yang sedang hamil?" tanya Carmelia kepada seorang Wanita tua.
"Ah! Wanita itu? dia sangat kasian, ada Pria yang menendang-nendang perutnya," jawab Wanita itu.
"Menendang-nendang? lalu, dimana Wanita itu?"
"Pria tua menggendongnya dan membawanya kerumah sakit menggunakan salah satu mobil hitam ini. Ah! Ia jug membawa satu Pria dan satu Wanita lagi."
"VERNON!?" teriak Marcel. Tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Wnita tua itu, Ia langsung pergi dengan mobilnya menuju rumah sakit yang pasti di kunjungi oleh Vernon. Tentu saja rumah sakit milik Hendra.
Selama di perjalanan, Marcel tak henti-hentinya memikirkan kondisi Istrinya. Terlihat dari wajahnya, Ia sangat marah saat mendengar bahwa Istrinya di perlakukan dngan buruk oleh seseorang.
Tak butuh waktu lama, Ia pun sampai di rumah sakit. Ia langsung bergegas masuk kedalam rumah sakit dan bertanya kepada resepsionis tentang keberadaan Carmelia dan Vernon.
__ADS_1
Tapi, saat mendengar jawaban dari salah satu resepsionis itu. Marcel benar-benar terkejut dengan apa yang Ia dengar. "Apa! Operasi?"
"Benar, Tuan. Nyonya Anggara mengalami pendarahan yang sangat parah, kami langsung mengambil tindakan, berharap Nyonya dan Bayinya bisa selamat."
"Tolong antarkan aku keruang operasi itu!" pinta Marcel.
"Baik, Tuan. Mari." Resepsionis itu pun mengantarkan Marcel menuju ruang operasi dimana ada Carmelia di dalamnya.
Saat sampai di depan ruang operasi, Marcel meminta untuk masuk kedalam sana. Tapi tentu saja itu tidak diperbolehkan karna Ia bisa saja mengganggu jalannya operasi, dengan emosinya yang siap meledak kapan pun itu.
"Tuan, tenanglah. Para donter sedang berusaha untuk menyelamatkan Nyonya didalam," ucap Resepsionis itu.
"Apa anda tau, Tuan. Tuan Vernon yang membawa Nyonya, Tuan Hendra, dan juga Nyonya Agnella kemari. Padahal Tuan Vernon sendiri juga sedang terluka."
Mendengar perkataan Wanita itu, Marcel langsung melontarkan pertanyaan. "Dimana dia sekarang!!?"
"Tuan Vernon ada di ruang UGD, sedangkan Tuan Hendra berada di operasi bedah, dan Nyonya Agnella berada di ruang ICU," jelasnya.
"Antarkan aku ke Vernon! Tapi, sebelum kau mengantarku, hubungi Jordan ataupun Andre, dan beritahu mereka keberadaan ku sekarang."
__ADS_1
"Ba-baik, Tuan." Wanita itu pun pergi dari hadapan Marcel, dan kembali ke tempatnya untuk menghubungi Jordan sesuai dengan perintah Marcel.
Selagi menunggu wanita tadi kembali, Marcel tak henti-hentinya berbolak-balik di depan ruang operasi itu. Ia terlihat sangat gelisah, dengan tangan yang disatukan seperti sedang berdoa.
*Tuhan, aku memnag seorang Pria yang jahat dan akupun tidak pernah sekalipun beribadah kepada mu. Tapi, Tuhan. Aku mohon... aku mohon kepada mu, tolong selamat istri dan juga calon anak ku. Hanya mereka satu-satunya harapanku untuk tetap hidup, aku mohon tuhan...*
*Aku bersumpah untuk membunuh semua orang yang bersangkutan atas penyerangan ini! Aku bersumpah untuk membunuh semua keturunan orang-orang itu, aku tidak akan pernah membiarkan satupun dari mereka hidup dengan normal. Aku akan menunjukkan bahwa Neraka bukan hanya ada di akhirat, tapi di Dunia pun ada yang namanya neraka!*
Disaat Marcel sedang sibuk berdoa, tiba-tiba saja pintu operasi itu terbuka dan keluarlah seorang dokter yang memakai pakaian operasinya. Marcel yang melihat wanita itu, dengan cepat Ia menghampirinya dan langsung melontarkan pertanyaan kepada Dokter itu.
"Bagaimana keadaan Istri saya!? apa di dan bayinya selamat? apa operasinya telah selesai? apa dia baik-baik saja? apa dia—"
"Tuan! tenanglah! ada yang harus saya katakan kepada anda, sekarang!" potong Dokter itu.
Marcel terdiam mendengar perkataan sang donter, Ia menatap Dokter itu dengan raut wajah yang penuh dngan kekhawatiran.
"Tuan, Nyonya Carmelia benar-benar kehilangan banyak darah, dan banyak luka di seukujur tubuhnya. Dan sekarang Nyonya di nyatakan Kritis, Tuan. Kami para Dokter ingin memberi anda sebuah pilihan. Kami hanya bisa menyelamatkan satu di antara Ibu dan calon bayinya, apa anda bisa memberitahu kami pilihan anda?"
Marcel hanya terdiam tanpa kata, Ia menatap dokter itu dengan mata yang berkaca-kaca. dan tiba-tiba saja.... Bruk!! Marcel terjatuh ke lantai.
__ADS_1
BERSAMBUNG