
Tak terasa satu hari pun berlalu, malam bertemu malam ketiga Pria itu bergantian menjaga dan memastikan keadaan Marcel yang masih terlelap dalam tidurnya.
Karna takut terjadi sesuatu kepada Tuannya, Hendra memutuskan untuk memasangkan infus ke tangan Pria itu. Bukan hanya itu, Vernon menjaga ruangan Marcel tetap dalam suhu yang stabil dan juga hening tanpa suara sedikit pun.
Berbeda dengan Andre, walaupun Ia yang mengusulkan Ide itu dengan alasan agar Tuannya bisa beristirahat dengan tenang. Tapi, Ia sendiri malah menyibukkan dirinya di halaman belakang. Tempat dimana para Mafia melatih kekuatan dan senjata mereka.
Melepaskan semua amarahnya dengan cara bertanding dengan para bawahan Tuannya dan menembaki semua burung yang lewat di atasnya. Itu membuat beberapa bawahan Marcel terluka, karna bertanding dengannya.
Dari pagi, sampai menjelang makan malam, Pria itu tak kunjung melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu. Agnella yang sedang berada di lantai atas, Ia tidak sengaja melihat Andre yang berlatih dengan pakaian yang sangat berantakan.
"Dia memang gila..." gumam Wanita itu sambil menatap keluar jendela, memerhatikan Andre yang melawan 5 Pria sekaligus.
"Ada apa?" sahut seseorang dari belakangnya. Wanita itu sontak berbalik dan menatap Pria itu.
"Ti-tidak ada. Kenapa kamu disini? bukannya kamu sedang beristirahat?" tanyanya.
"Sudah waktunya makan malam, aku kesini untuk memanggil mu." jawab Jordan.
"Dimana Vernon? biasanya dia menyuruh pelayan untuk memanggil ku." tanyanya lagi.
"Dia sedang menjaga, Tuan. Mungkin dia akan makan setelah Aku selesai makan."
__ADS_1
"Yasudah, kita kebawa sekarang. Aku sangat lapar." ajak Wanita itu, lalu melangkah pergi terlebih dulu.
Bukannya mengikuti Agnella, Jordan malah mendekati Jendela itu dan menatap kearah Agnella melihat tadi. Saat melihat siapa yang Wanita itu liat, Jordan sontak tersenyum kecil. Lalu menyusul Agnella dari belakang.
Saat sampai di meja makan, ternyata Hendra dan Andre juga baru saja sampai bersama. Tanpa saling menyapa satu sama lain, mereka pun duduk di kursi meraka masing-masing.
"Bagaimana keadaan, Tuan?" tanya Andre sambil menurunkan lengan pakaiannya.
"Sangat stabil, Mungkin Tuan akan sadar sekitar pukul 10 malam. Sebelum itu kita harus menyingkirkan alat medis yang ada di kamarnya." jawab Hendra.
"Berarti hanya tinggal dua jam lagi?" tanya Andre lagi.
"Bagaimana dengan informasi mengenai gadis itu? apa kamu sudah mendapatkannya, Jordan?" sahut Agnella.
"Sedang dalam proses, tapi aku yakin Nona bukannya Pewaris pertama dari Pemimpin Mafia Taiwan." jawab Jordan.
"Kenapa kamu seyakin itu? apa kamu tau siapa sebenarnya Anak dari Wanita itu?" balas Wanita itu.
"Sampai sekarang tidak ada yang tau kebenaran hal itu. Tapi ada fakta yang harus kalian ingat sekarang. Pemimpin Mafia Taiwan akan menentukan siapa pewaris selanjutnya di bulan depan, dan sekarang Putra dan Putri Pria itu sedang bersaing untuk mendapatkan tahta itu." celetuk Andre yang masih sibuk dengan pakaiannya.
"Tapi untuk apa para Putri nya ikut bersaing? bukannya yang pasti akan menjadi pemimpin adalah seorang Pria?" tanya Hendra.
__ADS_1
"Ini bukan zaman dimana hanya Pria yang akan berkuasa! Para Wanita juga memiliki kesempatan untuk hal itu, yang terpenting adalah, Nilai mereka dalam segala hal. Tata Krama, pengetahuan, bela diri, dan juga cara mereka menangani musuh." jelas Agnella.
"Contohnya saja seperti Putri dari Tuan Henry. Ia memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi penerus selanjutnya, tapi Ia masih memiliki saudara laki-laki dan membuatnya harus bersaing secara adil." sambung Andre.
"Sepertinya hanya Tuan Anggara yang tidak membuat keributan dalam pemilihan penerusnya." ucap Hendra.
"Ya...karna mereka tidak memiliki satupun keturunan, dan hanya Tuan Marcel yang di percaya oleh Tuan dan Nona Anggara. Dan lagi, para pemimpin lainnya dan juga seluruh anggota Mafia di Negri ini, setuju akan keputusan Tuan Anggara." jawab Andre.
"Dari tadi kita terus bicara, aku mulai lapar. Padahal makanan sudah di depan mata kita, huh!" protes Jordan.
"Makan saja, tidak perlu menunggu kita." jawab Andre dengan sangat santai.
Karna jawaban Andre yang terdengar begitu santai, dan wajah yang terlihat begitu tenang. Kedua Pria itu tampak takjub dengan perubahannya dalam semalam. Tidak dengan Agnella, Ia tidak memperdulikan Andre, Ia malah langsung menyantap makan malamnya.
***
Setelah makan malam, mereka pun mulai menyingkirkan alat medis dari kamar Marcel dan tak lupa untuk menyiapkan makan malam untuk Tuan mereka.
Setelah cukup lama mereka berlima menunggu Marcel sadar, akhirnya Tuan mereka pun mulai membuka matanya dan menatap mereka satu persatu setelah 24 jam tertidur.
BERSAMBUNG
__ADS_1