Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Ingin Melakukan Checkup Dengan Dokter kandungan


__ADS_3

Berada disatu mobil yang sama, tapi seperti ada tembok yang berdiri di tengah-tengah kami. Ditambah lagi, Carmelia hanya fokus dengan ponselnya dan tidak sekalipun berbicara atau menengok kearah ku.


*Jangan hanya diam saja, dong~ aku kan jadi bingung harus berbuat seprti apa,* batinku.


*ah! sudahlah, aku sudah tidak tahan dengan suara mobil ini,*


Aku pun mulai memelankan mobil ku dan berkata. "Hm... sayang, apa aku boleh bertanya?"


"Kita akan berbicara di kastil! Sekarang berhnti berbicaa, dan percepat mobil mu!" perintahnya.


Aku hanya bisa diam dan menuruti perintahnya. Setelah sampai di kastil, aku mengikuti langkah wanita itu dari belakang. Kami melangkah menuju perpustakaan. Ia duduk di kursi yang biasa Ia duduki, dan aku? tentu saja aku duduk di depannya lagi dan lagi.


Ia menatap ku dengan serius, lalu berkata. "Aku sudah tau semuanya, kau tidak perlu menjelaskannya lagi."


Mendengar itu, aku memang sedikit terkejut. Tapi aku lebih merasa legah dan bersyukur karna Carmelia tidak menyalahkan ku yang tidak pernah mengajaknya bertemu dengan keluarga ku.


"Aku minta maaf atas kesalahan ku, aku hanya butuh waktu yang tepat untuk memberitahu mu," sesal ku.


"Tak usah di pikirkan, aku tidak menyalahkan mu. Sekarang, ada hal yang lebih penting daripada rahasia mu itu."


"Hal yang lebih penting? apa itu?" tanya ku.


"Aku akan melakukan checkup ke dokter kandungan," jawabnya yang membuat ku sangat terkejut dengan mata yang membelalak.


"Do-dokter kandungan!!?"


"Hei!! kecilkan suara mu!!" geram Wanita itu sambil memukul bahu ku.


"Ma-maaf..."


"Tapi, apa itu benar? apa kau sekarang sedang mengandung?" tanya ku.

__ADS_1


Saat aku melontarkan pertanyaan itu, Carmelia menatap ku dengan kesal dan langsung memukul ku berkali-kali. Entah dimana kesalahan ku, aku hanya bisa diam dan menahan rasa sakit yang diberikan oleh Wanita itu.


"Haah...kau benar-benar menyebalkan!" gerutunya setelah selesai memukuliku.


"Dengarkan aku baik-baik! aku akan melakukan checkup dengan dokter kandungan. Aku melakukan checkup ke dokter kandungan, bukan berarti aku benar hamil! Walaupun aku memang ingin hamil," jelasnya.


"Jadi kamu tidak hamil?" tanya ku sekali lagi untuk memastikan. Tapi Wanita itu hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya saja, lalu meletakkan kepalanya di atas meja.


"Aku juga ingin memiliki seorang Putri, jadi ada yang akan menemani ku di perpustakaan dan minum teh di taman. Apalagi kalau kita berbelanja bersama, pasti Ia sangat bangga karna bisa membeli apa yang Ia inginkan," oceh Wanita itu.


Aku langsung mengangkat tangan ku dan meletakkan diatas kepalanya, lalu mengelus ramputnya dengan lembut. "Akan ada saatnya kita memiliki seorang Putri, bahkan kita bisa memiliki satu Putri dan satu Putra. Pasti akan sangat seru jika bermain bersama mereka."


"Haah...aku harap hari itu akan tiba secepatnya. Aku sangat menantikannya~"


""Hm... bagaimana kalau kita membuatnya sekarang? aku akan melakukan segala cara agar sebuah benih bisa tumbuh di rahimu," tawar ku.


Tiba-tiba saja Wanita itu menegakkan tubuhnya kembali dan menatap ku dengan tajam. Aku hanya bisa tersenyum tipis kepadanya, berharap Ia mengiyakan tawaran ku. Tapi ternyata,


"Ya~ padahal aku ingin melakukannya," ucap ku murung.


"Lakukan sendiri! aku masih ada uruan," balasnya sambil berdiri.


"Urusan apa? kenapa kau selalu meninggalkan ku?"


"Aku benar-benar ada urusan, Marcel~ jika tidak, mana mungkin aku meninggalkan mu sendirian disini."


Sebelum aku mengatakan sepatah katapun lagi, Ia langsung berkata. "Aku akan pergi sekarang, sampai jumpa." Lalu melangkah pergi dari hadapan ku.


Aku hanya bisa melihatnya yang melangkah menjauh dari ku, dan perlahan tak terlihat lagi di perpustakaan itu. "Haah..." hela nafas ku sambil meletakkan kepala ku di atas meja.


"Dia menyuruh ku untuk melakukannya sendiri? apa dia gila? bagaimana aku melakukannya? apa aku harus menusuk diriku sendiri? benar-benar aneh!" gerutu ku.

__ADS_1


Disaat aku asik membaringkan kepala ku di atas meja, tiba-tiba saja ada suara telpon yang membunyi di atas meja itu. Tentu saja itu bukan ponsel milik ku, melainkan telpon inter yang selalu di gunakan di dalam kastil untuk memanggil seseorang.


Awalnya aku tidak memperdulikan telpon itu, tapi bukannya berhenti berdering. Telpon itu malah terus berdering berulang kali. Karna kesal dengan suara telpon itu, aku pun mencoba meraih telpon itu. Lalu mengangkatnya dengan posisi kepala yang masih terbaring di atas meja.


"Siapa?" tanya ku malas.


"Hei!! cepat kemari!! ada seseorang yang ingin menemui mu, cepat!!"


Setelah mengatakan itu, telpon itupun terputus. Aku sempat terdiam sebentar, karna bingung dengan apa yang sedang terjadi. Aku pun menenggakan tubuh ku, dan meletakkan telpon itu kembali di tempatnya.


Kalau bukan Carmelia yang menelpon, mungkin aku tidak akan pernah bergerak dari kursi ini sedikitpun. Karna wanita itu menyuruh ku cepat, aku pun bergegas keluar dari perpustakaan itu dan berjalan ke lantai bawah untuk menemuinya.


Saat melihat Wanita itu yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Vernon di sampingnya, tapi ada satu Pria yang membuat ku bertanya-tanya. "Siapa dia?"


Penampilannya terlihat biasa saja, Ia tidak menggenakan sebuah stelan. Tapi, malah menggenakan sebuah kaos biasa dan celana kain berwarna hitam. dan lagi, Ia tidak terlihat seperti orang Itali.


Aku pun melangkah menghampiri Carmelia, dan duduk di sampingnya tanpa menyapa Pria yang ada di hadapan kami ini.


"Hei! kenapa kau tidak menyapanya!?" bisik Wanita itu sambil mencubit pinggangku.


Aku meringis kesakitan dan berkata. "Ke-kenapa kau mencubit ku?"


Pria yang ada di hadapan kami ini tiba-tiba tertawa pelan. Ia dengan santainya meyandarkan punggungnya di sandaran sofa, dan mengayunkan tangannya seperti sedang memanggil seseorang.


Tiba-tiba saja, Vernon yang tadinya berdiri di samping Carmelia melangkah maju menuju kearah Pria tua itu.


BERSAMBUNG


*Ada yang tau siapa Pria itu? kalau ada yang ingat eps saat Agnella baru datang ke kastil, pasti pada tau deh siapa pria itu.


Jawab di kolom komentar ya⬇️*

__ADS_1


__ADS_2