Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Ta-tapi, Nyonya....


__ADS_3

Setelah beberapa menit berpikir, Hendra lebih dulu membuka mulut dan berkata. "Sebelumnya saya mohon maaf, Nyonya. Bukannya kami ingin mnolk tawaran anda, tapi akan lebih baik untuk mendengarkan apa yang anda inginkan lebih dulu, baru setelah itu kita bisa berjanji untuk menjalankan perintah anda."


Mendengar perkataan Hendra, Agnella langsung bernafas legah. Tapi, tidak dengan Vernon. Ia menganggap Hendra sedang menyia-nyiakan kesempatan yang mereka dapatkan.


"Haah... sudah kuduga~ baiklah, aku akan memberitahu keinginan ku terlebih dulu. Setelah itu, berjanjilah untuk mengabulkannya."


"Tentu saja, Nyonya. Kami akan langsung mengabulkan setelah mendengar permintaan anda," jawab Vernon.


*Kenapa rasanya seperti sedang di jebak lagi?* batin Agnella yang mulai merasa resah.


"Baiklah, aku hanya ingin berkunjung kerumah Keluarga kandung Tuan kalian."


"Ma-maksud anda Tuan Marcel? keluarga kandung Tuan Marcel?" cetus Hendra.


"Ya, siapa lagi kalau bukan Keluarga kandung Marcel?"


"Ta-tapi, Nyonya. Anda tidak boleh keluar dari kastil, karna anda sedang mengandung sekarang. Bagaimana kalau anda terluka saat keluar nanti? kami tidak ingin hal itu terjadi," celetuk Agnella.

__ADS_1


"Bagaimana kalau ada kalian bertiga, dan para bawahan yang menjaga ku nanti? apa itu masih tidak cukup?"


"Maaf, Nyonya. Kami tidak bisa melakukan hal bodoh seperti itu!" tegas Hendra. Mendengar ucapan Hendra, Agnella dan Vernon sontak menengok dan menatap Pria itu yang menatap Carmelia dengan serius.


*Ya, lebih baik seperti itu," batin Agnella.


"Aku tidak memaksa kalian untuk menemani ku, itu terserah dari kalian. Tapi, camkan perkataan ku! aku tetap akan pergi, walaupun tanpa kalian!!" balas Carmelia.


Keempat orang itu sangat terkejut termaksud Dika, saat mendengar perkataan Wanita itu. Hendra tak tau harus mengatakan atau berbuat seperti apa lagi, di pikirannya hanya ada perintah dari Marcel untuk memastikan Carmelia tetap aman.


*Tidak, seharusnya tidak seperti ini! Nyonya harus berda di kastil, sampai Tuan kembali,* batin Agnella.


"Degh!!" mereka berempat tersentak saat mendengar ancaman dari Carmelia.


"Sekarang, pergilah! aku ingin bersiap-siap," ucap Carmelia.


Walaupun mereka diusir oleh Carmelia, tapi tidak seorang pun dari mereka yang bergerak sedikitpun. Hendra, Vernon, dan Agnella masih sibuk didalam pikiran mereka masing-masing. Pilihan mereka hanya ada dua, dan kedua pilihan itu sama-sama mempertaruhkan nyawa mereka.

__ADS_1


*Tidak! aku harus menemani Nyonya, walaupun Tuan Marcel akan marah nanti,* batin Vernon.


*Aku harus berbuat seperti apa? jika aku menemani Nyonya, Tuan Marcel akan dangt marah nanti,* batin Hendra.


*Nyawa ku tidak sepenting itu, tapi. Ada Felix yang harus ku jaga,* batin Agnella.


Carmelia hanya diam saat mereka bertiga tidak bergerak dari tempat mereka. Ia tiba-tiba berdiri dan di bantu oleh Dika. "Pergilah~ aku sedang tidak menahan kalian disini."


Mereka bertiga sontak menatap kearah Carmelia, lalu berkata. "Biarkan kami menemani anda, Nyonya!"


Perkataan mereka bertiga membuat Dika terkejut, sedangkan Carmelia. Ia malah tersenyum tipis, karna rencananya berjalan dengan lancar.


"Apa kalian yakin? bukannya tadi kalian menolak untuk menemani ku, dan tetap mempertahankan perintah yang diberikan Marcel. Kenapa tiba-tiba kalian berubh pikiran?" heran Carmelia.


"Kami tetap menjalankan perintah Tuan, walaupun nantinya kami kan mendapatkan hukuman karna telah membiarkan Anda krluar kastil. Tapi, itu akan lebih baik daripada membiarkan Anda keluar tanpa adanya pengawasan dari kami," jawab Hendra.


"Hm... baiklah, sekrang pergi dan siapkan para bawahan dan mobil yang akan ku pakai. Dan jangan lupa untuk menghubungi salah satu keluarga Marcel, agar mereka tidak terkejut nantinya."

__ADS_1


"Ba-baik, Nyonya." Mereka bertiga pun melangkah pergi dari hadapan Carmelia, dan bergegas menjalankan perintah yang diberikan Wanita itu.


BERSAMBUNG


__ADS_2