Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Di Kastil


__ADS_3

Sudah waktunya untuk pergi ke Kastil, para bawahan gue sudah berkumpul di basment dengan Andre dan Jordan. Gue yang masih berada di ruangan, langsung melangkah keluar dan berjalan masuk ke kamar Jessica.


"Sedang apa? Kita harus pergi sekarang." ucap gue yang melihatnya di depan meja rias.


"Kemana?" tanyanya.


"Suatu tempat, ada pekerjaan yang harus aku urus." jawab gue.


"Hm..." dehemnya lalu berdiri dan berjalan kearah gue sambil memakai naskernya.


"Gak usah pakai masker, ini bukan di tempat rame." sambung gue.


"Hah?oh...oke." jawabnya lalu membuka kembali maskernya itu.


Gue pun berbalik dan melangkah keluar dari kamarnya menuju ke basment.


Saat sampai di kastil, semua bawahan gue berdiri di samping kendaraan mereka masing-masing.


"Silangkan masuk, Tuan." ucap Jordan setelah membuka pintu mobil untuk gue.


Gue pun melangkah masuk kedalam mobil itu dan disusul oleh Jessica yang duduk di samping gue.


Jordan pun masuk kedalam mobil begitupun para bawahan gue yang lainnya.


"Kita pergi sekarang!" perintah gue.


"Baik, Tuan." jawab Sang supir dan mulai berkendara keluar dari basment.


Semua bawahan gue ikut kembali ke kastil, dan markas di jaga oleh alat keaman yang sudah di pasang sebelumnya. Saat di perjalanan menuju kastil, semua pengendara langsung menyingkirkan dan memberikan jalan untuk kami.


Jalanan sampai penuh dengan anggota mafia saja. Kendaraan yang tersusun sangat rapi dan lagi semuanya berwarna hitam, itu membuat para pejalan kaki langsung berhenti hanya untuk melihat pemandangan itu.


"Sudah sangat lama tidak melihat pemandangan seperti ini." ucap gue.


"Benar Tuan, karna anda yang selalu keluar saat malam saja. Jadi hanya sedikit orang yang melihat, tapi sekarang kita keluar saat matahari akan terbenam." sambung Jordan.


"Memangnya kita mau kemana?" sahut Jessica.


"Kesuatu tempat yang cukup jauh." jawab gue.


"Suatu tempat apa?" tanyanya lagi.


"Diam dan lihat saja, kamu terlalu banyak bertanya!" ketus gue.


"Maaf...gue gak bakal nanya lagi." jawabnya.


"Terserah!" balas gue.


Tak butuh waktu lama, akhirnya kami sampai di daerah kastil. Kanan dan kiri gue di penuhi dengan perpohonan yang sangat lebat. Jalan yang hanya bisa di lewati satu mobil saja, akhirnya mobil yang gue tumpangi lebih dulu masuk dan disusul bawahan gue yang lainnya.


Saat di depan pagar, sudah ada beberapa penjaga yang memegang senjata api ditangan mereka. Salah satu dari mereka berjalan kearah gue.

__ADS_1


Gue langsung menurunkan kaca mobil dan menatap keluar.


"Selamat datang kembali, Tuan." sambutnya sambil membungkuk sekilas.


"Buka pagarnya! perintah gue.


"Baik, Tuan." jawabnya lalu memberikan isyarat kepada penjaga lainnya.


Pagar itu pun mulai terbuka, mobil pun mulai bergerak dan masuk kedalam halaman kastil yang sangat luas. Jarak antara pagar dan kastil pun cukup jauh.


Setelah mobil berhenti, Jordan pun langsung keluar dari mobil dan membukakan gue pintu. Gue pun melangkah keluar dari mobil, begitupun Jessica yang keluar dari mobil setelah Sang Supir membukakannya pintu.


Gue pun melangkah menuju pintu utama kastil, dengan Jessica di belakang gue bersama dengan Jordan dan Andre berdiri tepat di samping kanan gue.


Sebenarnya Jordan memiliki posisi yang lebih tinggi dari Andre. Tapi, jika dilihat dari derajat keluarga, Andre yang memiliki posisi tertinggi di Markas setelah gue. Makanya Ia lebih pantas berdiri di samping gue.


Saat sampai di depan pintu, pintu itu pun langsung terbuka dengan sangat lebar. Dan ternyata para pelayan sudah berbaris untuk menyambut gue.


"Mari, Tuan." ucap Andre.


Guepun melangkah kan kaki gue kedalam kastil itu, para pelayan yang berbaring di samping kanan kiri gue langsung membungkukkan tubuh mereka.


Di depan gue, sudah ada Vernon yang menatap gue dengan raut wajah yang sangat bahagia.


"Selamat datang kembali, Tuan." sambutnya sambil membungkukkan tubuhnya.


"Tegakkan tubuh my" ucap gue, dan Ia pun langsung menenggakan tubuhnya kembali.


"Sudah lama kita bertemu Vernon, bagaimana kabar mu?" tanya gue.


"Baiklah, kita lanjutkan perbincangan kita di atas. Sekarang antarkan gadis yang di belakang ku ini ke kamarnya, kamu tau kan dia siapa?" sambung gue.


"Tentu saja, Tuan. Jordan sudah memberitahu di telpon." jawabnya, Lalu memanggil 4 pelayan Wanita.


"Antarkan Nona itu kekamarnya, dan berikan apapun yang Ia inginkan." ucapnya kepada keempat pelayan itu.


"Baik, Tuan." jawab Mereka lalu berjalan kearah Jessica.


Gue sontak menengok kebelakang dan menatap Jessica, lalu berkata. "Ikut dengan mereka, aku masih ada urusan lain. Mereka tidak akan melukai mu."


"Hm...oke." jawabnya yang terlihat sedikit ragu.


"Mari, Nona." ajak salah satu pelayan itu.


Mereka berempat pun membawa Jessica pergi, gue pun kembali menatap kedepan.


"Mari, Tuan." ucap Vernon.


Gue pun mengikuti Vernon bersama dengan Jordan dan Andre. Kami berjalan naik ke lantai atas, lebih tepatnya ke balkon kastil.


Saat sampai di balkon, gue bisa melihat kesekeliling kastil dari atas. Kasil yang di kelilingi dengan perpohonan yang sangat lebat, terlihat sedikit menyeramkan jika malam hari.

__ADS_1


"Silahkan duduk, Tuan." sahut Vernon.


Mendengar itu, gue pun langsung duduk di salah satu kursi dari empat kursi itu.


"Kalian boleh duduk." ucap gue.


"Terimakasih, Tuan." jawab Mereka bersama, lalu mulai duduk di kursi mereka.


Tiba-tiba saja, ada pesawat yang melintas tepat di atas gue. Bukannya terkejut, gue malah menatap pesawat itu sampai Ia terbang cukup jauh.


"Itu pesawat yang akan menjemput Tuan Min." sambung Jordan.


"Berapa lama penerbangan dari Korea ke Itali?" tanya gue.


"Sekitar 13 jam, tapi jika menggunakan pesawat anda dan di terbangkan oleh pilot Pribadi anda. Mungkin hanya akan memakan waktu 5 jam saja." jelasnya.


"Berarti Tuan Min akan sampai tepat pada pukul 3 pagi?" tanya gue lagi.


"Kurang lebih seperti itu, Tuan. Apa anda ingin mempercepat penerbangannya?" tawarnya.


"Jam 12!! Ia harus sudah sampai di sini!" tegas gue.


"Baik, Tuan. Akan saya urus sekarang." ucap Jordan, dan langsung mengeluarkan ponselnya.


"Bagaiman keadaan Kastil selama aku tidak disini? Apa ada pemberontakan lagi?" tanya gue ke Vernon.


"Tidak, Tuan. Akhir-akhir ini kastil sangat aman, tidak ada tanda-tanda musuh yang akan menyerang. Tapi, Walaupun terlihat aman, para penjaga selalu mempersiapkan diri mereka." jelasnya.


"Kamu memang kepala pelayan terbaik yang pernah aku temui." puji gue.


"Terimakasih atas pujian anda, Tuan." jawabnya.


"Saya sedikit terkejut dengan kabar bahwa Andre telah kembali." ucapnya.


"Ya, aku juga sama seperti mu. Aku pikir dia akan kembali 3 tahun lagi." sambung gue.


"Haha...padahal aku mempercepat pertemuan ku hanya untuk menemui kalian saja, tapi kalian malah tidak senang dengan kedatangan ku." jawab Andre.


"Mana mungkin, sudah sangat lama kita tidak berkumpul seperti ini. Sekarang hanya kurang Hendra saja, biasanya dia yang paling berisik." balas Vernon.


"Kalian bertiga sama berisiknya dengan Hendra." celetuk gue.


"Tapi anda tidak pernah marah dengan kebisingan yang kami buat." sahut Andre.


"Aku terlalu baik kepada kalian, jika tidak. Mungkin sekarang kalian tidak bisa berbicara." canda gue.


"Hahaha...anda benar-benar ahlinya dalam mengancam orang." tawa Vernon.


"Benar, Tuan Anggara saja sampai mengakui ancamannya itu." balas Andre.


Mendengar itu, gue hanya bisa tersenyum kecil saja.

__ADS_1


Suasana yang sudah cukup lama tidak pernah gue rasakan lagi, dan akhirnya gue bisa kembali ke masa-masa dimana semua orang berkumpul di belakang gue. Yang selalu mendukung apapun pilihan gue, menasihati gue, dan selalu berkorban untuk gue.


BERSAMBUNG


__ADS_2