
Mendengar suara itu, aku langsung menengok ke arah suara itu dan menatap seseorang itu dengan wajah yang khawatir karna memikirkan keberadaan Carmelia.
"Nona Bella?" ucap Jordan.
Aku tidak fokus dengan Bella, tapi aku terfokus dengan Wanita yang berdiri di samping Bella. Ya, itu Carmelia yang mulai tadi ku cari. Ia yang masih memakai pakaian yang sama dengan semalam, dan menatap ku dengan senyum kecilnya.
Aku sontak berlari kearahnya dan memeluknya dengan sangat erat.
"Eh? kenapa?" tanyanya.
"Nona, anda dari mana saja? Tuan mencari anda mulai tadi, Tuan sangat mengkhawatirkan anda." sahut Jordan.
"Astaga, aku tidak kemana-mana. Aku hanya menjemput Bella di luar saja, itupun Dika ikut bersama ku. Mana mungkin aku berani pergi jauh tanpa memberitahu mu." ucapnya sambil memeluk ku.
"Maaf...aku terlalu mengkhawatirkan mu."
"Eh? kenapa minta maaf? ini bukan salah mu kok, seharusnya aku menemui mu dulu baru menemui Bella. Maafkan aku."
*Aku terlalu takut kehilanganmu mu.* batin ku.
__ADS_1
Aku pun melepaskan pelukannya lalu menatapnya yang juga menatapku dengan tatapan yang bingung.
"Kembali lah ke kamar mu dengan Bella, aku harus bekerja sekarang."
"Hm...baiklah, aku akan kesini lagi untuk mengecek mu."
Ia tiba-tiba mengangkat tangan kanannya dan memegang pipi kiri ku, lalu berkata. "Jangan terlalu memaksakan dirimu, istirahat juga sebagian dari kewajiban mu."
"Ya...aku tidak akan memaksakan diri ku." jawab ku sambil memegang tangan yang asih menempel di pipi ku.
"Sekarang pergilah, kamu juga harus sarapan sekarang." sambung ku sambil menurunkan tangannya.
Aku pun berbalik dan melangkah kearah meja kerja ku yang di penuhi dengan tumpukan dokumen.
"Andre, kemarilah." panggil ku sembari duduk di kursi.
"Apa yang harus saya lakukan, Tuan?" tanyanya.
"Mungkin ini akan menjadi pekerjaan pertama mu mengenai Wanita itu, tapi aku sangat mengharapkan hasil yang memuaskan."
__ADS_1
"Saya akan berusaha melakukan pekerjaan itu dengan baik."
"Buat nama Jessica hilang dari dokumen keluarganya, tanpa tersisah! Setelah itu langsung masukkan nama Carmelia Marcel Anggara ke dalam dokumen keluarga Anggara yang baru." ucap ku.
Jordan dan Andre yang mendengar ucapan ku sangat terkejut, aku bisa melihat dengan jelas ekspresi terkejut mereka.
"Tu-tuan, apa anda sedang bercanda? Bukannya hal itu akan di lakukan beberapa bulan lagi? kenapa sekarang menjadi maju? pertemuan dengan seluruh pemimpin mafia saja belum di lakukan." sahut Jordan.
"Benar, Tuan. Anda harus mengambil ahli kepemimpinan Dunia ini dulu, hanya tinggal beberapa bulan lagi untuk hari itu. Mohon untuk bersabar, Tuan. Setelah itu saya akan langsung melakukan apa yang anda inginkan. "
"Tidak, lakukan saja perintah ku. Kita hanya akan memasukkan nama wanita itu kedalam dokumen ku saja, pernikahan akan di lakukan setelah hari itu."
"Tapi, Tuan—"
"Andre, aku tau kamu sangat peduli dengan posisi ku ini. Aku yakin kalian paham apa yang aku rasakan sekarang, aku tidak ingin kehilang siapapun lagi. Jadi tolong...tolong lakukan apa yang aku perintahkan, jika terjadi sesuatu nanti, aku sendiri yang akan langsung turun tangan. Aku berjanji!" potong ku.
"Haah...baiklah, Tuan. Saya akan mengerjakan tugas anda sekarang, tapi walaupun akan terjadi sesuatu nantinya. Jangan menyelesaikannya seorang diri, ada kami yang akan selalu membantu anda." ucap Andre.
Mendengar ucapan Pria itu, aku sontak tersenyum kecil dan berkata. "Ya, aku tidak akan melakukannya seorang diri."
__ADS_1
BERSAMBUNG