Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Kedatangan Tamu Tak Di Kenal


__ADS_3

Karna Marcel dan Bella sudah pergi, para pelayan yang menemani gue tadi pun kembali dengan membawakan secangkir teh dan beberapa cake.


Walaupun kami baru bertemu, tapi mereka sangat memahami apa yang gue inginkan dan usaha mereka untuk menyenangkan gue, tambah membuat gue menyukai kesebelasan para pelayan itu.


Disaat gue sedang asyik-asyiknya berbincang dengan para pelayan, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar gue.


Gue langsung menengok kearah suara ketukan itu, dan menyautinya.


Melihat siapa yang datang, gue sangat terkejut sekaligus bingung. dan tanpa sadar gue langsung berdiri dan menghadap kearah seseorang itu yang sedang berjalan kearah gue.


"Selamat Siang, Madam." sahut para pelayan.


*Madam?* batin gue sambil menatap para pelayang yang sedang membungkuk ke Wanita itu.


"Bisa tinggalkan kami berdua?" ucap Wanita itu yang berdiri tidak jauh dari hadapan gue.


Para pelayan menenggakan tubuhnya kembali, lalu menundukkan kepala mereka, dan melangkah pergi dari kamar gue.


Sekarang hanya ada gue dan Wanita yang gue pun tidak tau siapa dia, dan alasan dirinya tiba-tiba datang kemari.


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Wanita itu melangkah mendekati gue dan duduk di kursi sofa yang diduduki oleh Bella tadi.


Karna gue yang masih terkejut sekaligus bingung dengan wanita itu, gue tak henti-hentinya menatap Wanita itu. Sampai-sampai Ia berkata. "Tidak sopan menatap seseorang seperti itu, dan lebih baik anda duduk dari pada berdiri saat tamu sudah duduk di dekat anda." sambil menatap gue dengan mat yang tajam dan terlihat sangat serius.

__ADS_1


"Ma-maaf." ucap gue, dan bergegas kembali duduk.


"Mengucapkan maaf jika salah memang salah satu dari peraturan tata Krama, tapi tidak untuk seorang pemimpin!" sahutnya.


Ia berbicara seolah-olah Ia sedang mengajari gue, tapi cara bahasanya itu terdengar sangat kasar, hanya saja Ia memakai kata-kata yang sopan.


"Maaf, anda siapa? kenapa tiba-tiba muncul dan membicarakan hal yang tidak saya mengerti?" tanya gue.


"Haah...ini akan sangat lama." gumamnya yang terdengar jelas di telinga gue.


"Saya Agnella Cidro, seorang guru dari para pemimpin Wanita." ucapnya dengan santai tapi terdengar sangat serius.


"Saya diminta Tuan Marcel untuk mengajari anda cara menjadi pemimpin Wanita yang baik, dan membuat anda yang lemah ini bisa menjaga diri anda sendiri." lanjutnya.


"Anda bisa memanggil saya Madam, dan saya akan memanggil anda Nona."


"Ba-baik." jawab gue.


*Kok kayaknya gue lagi di bodohi ya?* batin gue yang mulai merasa aneh saat Wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Saya sudah mengajari seluruh pemimpin Wanita yang ada di Dunia ini, tapi baru kali ini saya mengajari seseorang yang sama."


"Hah? maksud anda?"

__ADS_1


"Bukan apa-apa."


*Lah? terus lu ngapain ngomong kayak gitu!!?* batin gue


"Saya sudah mengetahui semua tentang anda, dan baru kali ini saya bertemu calon pemimpin Wanita yang berasal dari keluarga dengan kasta rendah." sindirnya.


"Maaf? apa maksud anda? mulai tadi anda berbicara seolah-olah saya gadis yang sangat~ tidak pantas menjadi pemimpin Wanita. Apa sebegitu pentingnya derajat keluarga Dimata anda?" kesal gue.


"Maaf jika anda tersinggung, tapi saya mengatakan hal yang jujur, dan lagi...derajat keluarga dalam lingkungan mafia sangat penting!!" tegasnya.


Mendengar perkataannya itu, gue benar-benar sangat kesal, dan cara dia menatap gue seperti Ia menatap seorang pengemis yang sedang memohon-mohon kepadanya.


Ada perasaan ingin memukul wajah ketusnya itu, dan mengusirnya keluar dari tempat ini. Benar-benar memuakkan!


"Hari ini adalah hari Minggu, tidak mungkin pelajaran di mulai sekarang kan? Dan lagi, kita baru bertemu hari ini. Jadi...akan lebih baik anda menyibukkan diri anda dengan hal lain, dari pada harus mengomentari keluarga saya!"


Ingin rasanya gue berkata seperti itu, tapi mulut ini tidak bisa di ajak untuk berkerja sama. Dan akhirnya gue hanya berkata. "Haha...saya baru tau disini lebih mementingkan status keluarga."


*Bodoh!! Jessica bodoh!! bisa-bisanya lu tertawa saat Wanita itu sedang menghina lu!* batin gue sambil tersenyum paksa ke Wanita itu.


"Wow~ ada apa ini?" sahut seseorang dari belakang gue.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2