Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
S2. Balasan (Pt3)


__ADS_3

Marcel yang mendengar teriakan Andre itu, Ia langsung menengok ke belakang dengan pedang yang masih menempel di kaki Pria itu. Marcel melihat tubuh Bryan yang mulai bergerak, dan suara ringisan yang terdengar di telinga Marcel.


"Andre!! ikat dia di kursi, segera!!" perintah Marcel.


"Ba-baik, Tuan," jawab Andre dan langsung pergi untuk mengambil sebuah kursi dan rantai.


Marcel kembali menatap Pria yang ada di hadapannya itu, dan tiba-tiba memberi isyarat kepada salah satu penjaganya untuk memegangi Pria itu.


"LEPAS!! JANGAN SENTUH AKU!! JANGAN SENTUH TANGAN KU!!" teriak Pria itu yang memberontak saat kedua penjaga mencoba untuk membangunnya.


"Diamlah, aku akan menyelesaikannya sekarang," kata Marcel.


Setelah Pria itu terduduk dengan kedua penjaga yang memegang masing-masing bahunya, Marcel sekali lagi menyodorkan ujung pedangnya kearah leher Pria itu. "Aku tidak akan memenggal leher mu, karna para peliharaan ku akan marah jika makanannya tidak utuh."


"To-tolong... tolong bunuh aku sekarang. Apa ini masih kurang untuk mu? ini sudah sangat sakit bagi ku..." lirih Pria itu.

__ADS_1


Mendengar lirihan Pria itu, Marcel malah mengernyitkan keningnya, dan tiba-tiba saja....


JLEBB!!


Marcel menusuk salah satu mata Pria itu sampai menembus kepala bagian belakangnya, Pria itu berteriak sangat keras karna pedang yang menembus kepalanya. Saat Marcel tiba-tiba mendengar suara gonggongan para peliharaannya, Ia langsung menarik kembali pedangnya.


"Anak-anak ku sudah datang~" gumamnya sambil tersenyum tipis.


"Lemparkan dia ke hadapan anak-anak ku, dan berusaha lah untuk tetap memegang mereka agar tidak ada Pria yang tiba-tiba di serang oleh mereka," perintah Marcel.


Marcel tiba-tiba menghela nafas panjang, lalu berbalik dan melangkah kearah Pria yang sudah terikat di kursi. Pria itu menatap Marcel dengan tatapan yang tajam dan ekspresi yang tampak kesal.


"Sudah lama kita tak bertemu, Bryan!" sapa Marcel yang berdiri tepat di depan Bryan dengan pedang yang masih Ia genggam di tangan kanannya, dan pakaian hitam yang penuh dengan cipratan darah.


"Bagaimana? apa Istri dan Anak mu sudah di kubur?" Pertanyaan yang di lontarkan oleh Bryan itu membuat Andre, Jordan, dan Grissham yang mendengarnya menjadi sangat kesal. Sangking kesalnya, Jordan yang masih memegang seember Air di tangannya, Ia langsung melemparkan air itu tepat ke wajah Bryan.

__ADS_1


"Apa kau gila!!? seharusnya kau mati lebih awal!!" geram Jordan.


"Jordan, berdiri di samping Andre," perintah Marcel.


"Tapi, Tuan—" ucapan Jordan tiba-tiba terpotong karna Marcel menatapnya. Ia pun langsung berbalik, dan melangkah mendekati Andre.


"Tenanglah, bukan hanya kau yang marah sekarang," bisik Andre kepada Jordan.


"Tadi kau bertanya, kan? apa Istri dan Anak ku sudah di kubur? menurut ku itu bukan pertanyaan yang cocok untuk mu sekarang. Akan lebih baik jika kau bertanya, apa kau masih akan hidup hari ini atau tidak?" kata Marcel yang berusaha untuk tenang, walaupun di dalam dirinya Ia sangat ingin langsung membunuh Bryan.


"Untuk apa aku bertanya tentang itu sekarang? aku sudah tertangkap, dan bisa aku pastikan kau akan membunuh ku sekarang," balas Bryan.


"Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, kenapa kau tiba-tiba melakukan hal bodoh seperti ini? apa untuk membalas dendam orang tua mu? atau karna rasa benci mu kepada ku?"


Bryan tiba-tiba tersenyum miring, lalu berkata. "Kalau aku bilang karna aku menyukainya, apa kau akan percaya?"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2