Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Jawaban Dari Masalah Ini


__ADS_3

Ternyata Vernon yang datang, Ia berdiri tepat di sebelah kanan gue. Gue langsung menengok menatapnya, dan bertanya. "Ada apa?"


"Anda harus ke kamar Gadis itu sekarang, Tuan. Kami sudah menemukan jawaban dari masalah ini." jawabnya.


Mendengar jawabannya, gue langsung berdiri dengan wajah yang terkejut, lalu berkata. "Tunjukkan jalannya, cepat!!"


"Ba-baik, Tuan." jawabnya.


Kami pun melangkah pergi bersama, menuju ke kamar Jessica. Selama di perjalanan, gue berusaha untuk menenangkan diri gue sendiri. Gue takut, kalau Jessica benar-benar berubah.


Saat sampai di kamar itu, gue di buat terkejut dengan keadaan kamar yang sangat berantakan dan di lantainya banyak sekali bercakan darah.


"A-apaan ini!!? ke-kenapa ada darah dimana-mana? dan kenapa da kulit wajah di lantai!!?" sahut gue.


"Oh...Tuan. Maaf atas kekacauan ini, darah itu bukan milik Gadis Tuan, dan kulit wajah itu bukan kulit asli. Melainkan topeng yang di kenakan oleh Pria bodoh ini!!" ucap Andre yang meletakkan tangannya di atas kepala seseorang, yang tubuhnya di ikat dengan kursi.


"Pria!? maksudmu apa!!?" kesal gue.


"Kemarilah, Tuan. Lihat siapa yang hampir membunuh anda." sambung Hendra yang berdiri di depan seseorang itu bersama dengan Jordan yang sibuk dengan tabletnya.


Dengan rasa ragu, gue pun melangkah mendekati seseorang itu dan berdiri tepat di samping kanannya.


Andre sontak memegang dagu dan Kepala orang itu, lalu di paksanya untuk menengok kearah gue. Saat melihat wajah orang itu, gue benar-benar terkejut sampai melangkah selangkah kebelakang.


"Si-siapa, siapa dia!!?" teriak gue terkejut.


Andre hanya mengedikkan bahunya saja dengan wajah yang seolah-olah menjawab "Tidak tahu". Gue langsung menatap Hendra berharap Hendra menjawab pertanyaan gue.


"Kami juga tidk tahu, Tuan. Mulai tadi, dia tidak membuka mulutnya. Dia selalu berkata tidak dan selalu berteriak saja, kami sampai lelah karna selalu bertanya kepadanya." jawabnya.


"Lalu, kenapa kamu memegang pisau?" tanya gue kepada Hendra.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Andre mengambil pisau itu dari tangan Hendra dan berkata. "Ini punya saya."


"Untuk apa!? apa semua darah di lantai ini ulah my!!?" kesal gue.


"Saya hanya sedikit bermain saja, dan lagi...saya sangat membenci kebohongan, tapi Pria ini selalu saja berbohong. Saya sampai kesal karnanya, alhasil telinganya saya potong. Nih, telinga kirinya." ucapnya sangat santai ambil menunjukkan potongan telinga di tangan kirinya.


"Kenapa kamu asal melukainya!!? kalau dia sampai mati bagaimana!!? kita tidak bisa mendapatkan jawaban darinya!!" geram gue.


"Haah...kenapa anda jadi seperti ini? sangat tidak seru." ketusnya sambil melempar potongan teling itu ke belakangnya.


*Dia benar-benar gila!* batin gue.


Gue langsung menunduk dan menatap Pria itu dengan serius, mulai dari kepala sampai ke kekaki. Semuanya terlihat mirip dengan tubuh Jessica.


Rasanya sangat aneh, karna seorang Pria yang menirukan Jessica. Anehnya, bagaimana bisa dia berhasil menirukan gadis itu, sampai semirip itu.


"Hei, siapa yang menyuruh ku? dan dimana gadis itu? jika kamu memberitahukan, aku akan melepaskan mu dan juga memberi bayaran yang lebih besar dari seseorang yang menyuruh mu itu." tawar gue.


"TIDAK!! AKU TIDAK AKAN MEMBERITAHU MU!! BUNUH SAJA AKU!! SAMPAI MATI PUN AKU TIDAK AKAN MEMBERITAHU—AAARGGHHH!!" teriaknya yang tiba-tiba berteriak kesakitan.


"Berani sekali kamu berteriak kepada adik ku!" ucap Andre yang ternyata menusuk pinggang Pria itu dengan pisaunya, dan menatap Pria itu dengan mata yang sangat marah.


"Andre! lepaskan!! jangan membunuhnya, kita harus membiarkannya berbicara dulu!" sahut gue.


"Maaf menyelah, Tuan. Kami mulai tadi sudah menawarkan banyak hal kepadanya, tapi dia selalu saja minta untuk di bunuh. Saya dan Vernon sudah berusaha untuk menahan Andre, agar tidak membunuhnya." sambung Hendra.


"Benar, Tuan. Andre sudah berusaha untuk menahan amarahnya sendiri, mulai tadi." balas Vernon yang ternyata berdiri di samping ku mulai tadi.


"Tapi, jika Pria ini di bunuh. Kita tidak akan mendapatkan informasi mengenai gadis itu, bagaimana jika gadis itu dalam bahaya? apa kalian bisa menjamin keselamatannya!?" ucap gue.


"DAPAT!!" teriak Jordan yang mulai tadi hanya diam saja.

__ADS_1


"Akhirnya..." jawab Hendra dan Vernon bersama.


"Terlalu lama, cepat selesaikan!" sambung Andre.


"Dapat apa!? apa yang kalian maksud ini!?" tanya gue bingung.


Mereka berempat tidak menjawab pertanyaan gue, mereka hanya tersenyum kecil ke gue, dan Jordan sontak melangkah maju mendekati Pria itu.


"Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan ku!? apa kalian sedang mengabaikan ku sekarang!!?" kesal gue, tapi mereka tetap saja diam.


"Apa kamu kenal wanita ini?" tanya Jordan kepada Pria itu sambil menyodorkan tabletnya kepada Pria itu.


Tiba-tiba saja Andre menarik pisauny dari tubuh Pria itu, dan membuat Pria itu berteriak kesakitan.


"Apa kamu tidak mengenal wanita ini?" tanya Jordan sekali lagi.


Pria itu terdiam sambil menatap layar tablet Jordan dengan serius. Tapi tiba-tiba saja dia menatap Jordan dengan raut wajah yang memohon ampun.


"Oh...kamu mengenalnya, ya?" ucap Jordan, lalu menarik kembali tabletnya dan menatap layar tabletnya itu dengan senyum liciknya.


"Disini tertulis, kalau kalian sudah menikah 3 tahun yang lalu. Putri kalian yang masih sangat kecil membutuhkan biaya berobat karna masalah jantungnya, tapi...karna keluarga mu adalah keluarga yang tidak mampu. Jadi kamu menerima perintah untuk menyulik seorang gadis dan berniat untuk membunuh pemimpin mafia dengan bayaran yang sangat tinggi." jelas Jordan dengan nada yang sangat santai, tapi membuat Pria itu ketakutan.


"To...tolong, jangan sakiti Istri dan Putri ku. Bunuh saja aku, tapi jangan menyentuh mere—"


"Aku sangat benci basa-basi!" potong Andre dan lagi-lagi menusuk Pria itu.


"Beritahu kami, siapa yang menyuruh mu! dan keluarga mu bisa selamat dengan uang yang sangat banyak dari ku, tapi...kamu tetap akan mati di tangan ku." lanjut Andre sambil menarik kembali pisaunya itu.


Pria sudah tidak bisa berteriak lagi, Ia hanya terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.


"Ke-keluarga E-erlend ya...yang me-menyuruh ku. Me-mereka berkata, ba-bahwa aku ha-harus membawa gadis itu ke-kepadanya da-dan aku menggantikan ga-gadis itu u-untuk membu-bunuh Pemimpin Mafia." jawabnya terbata-bata

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2