
AUTHOR POV*
Setelah Marcel tertidur dengan pulas, Hendra yang masih berada di samping Pria itu sambil menatap Marcel dengan raut wajah sedih.
"Maafkan saya, Tuan. Ini demi kebaikan anda." ucap Pria itu sambil membungkuk cukup lama.
Tiba-tiba saja ada yang membuka pintu kamar itu dan melangkah masuk menghampiri Hendra.
"Apa Tuan sudah tertidur?" tanya Pria itu.
"Ya...aku sangat merasa bersalah telah membohongi Tuan." jawab Hendra.
Pria itu sontak menepuk pundak Hendra pelan, dan berkata. "Tenang saja, berbohong demi kebaikan itu tak apa. Yang terpenting Tuan bisa beristirahat dalam sehari penuh, kamu tau sendiri kan. Tuan sangat jarang beristirahat."
"Haah...kamu benar-benar membuat ku terlibat dalam pertengkaran mu dengan Tuan, Andre." keluh Pria itu.
"Aku seperti ini karna merasa kasian kepada adik ku, Ia sudah sangat bekerja keras dan sekarang ada seorang gadis yang selalu membuatnya kewalahan."
"Dari pada kita berbicara disini, lebih baik kita berbincang di ruang santai. Vernon dan Jordan sudah menunggu kita disana." ucap Pria itu.
"Baiklah..." jawab Hendra.
Mereka berdua pun berbalik, dan melangkah keluar dari kamar Marcel menuju ke ruang santai yang berada di lantai 2.
Saat sampai di ruangan itu, Hendra di buat terkejut dengan seorang Wanita yang duduk bersama dengan Vernon dan Jordan.
"Loh? Ada gerangan apa madam kemari? Bukannya anda sudah berhenti dari pekerjaan gila ini?" sahut Andre sambil melangkah kearah kursinya dan duduk tepat di samping Wanita itu.
"Aku kesini atas panggilan dari Tuan kalian! Sekarang dimana dia?" tanya Wanita itu.
"Tuan sedang istirahat panjang, mungkin besok malam baru Ia akan terbangun." jawab Andre santai.
__ADS_1
"Apa maksud kalian!? Kenapa dia tidur lama sekali?" kesal Wanita itu.
"Nyonya Agnella, bersikaplah yang sopan kepada ku! Aku tau kamu wanita yang sangat kejam, tapi aku jauh lebih kejam dari mu!" ancam Andre dengan mata yang penuh dengan amarah menatap Wanita itu.
"Berdebat dengan bocah seperti mu membuat ku mual!" ejek Agnella.
Karna kesal dengan perkataan Agnella, Andre sontak mengeluarkan pulpennya dan bersiap untuk menusuk punggung Agnella dengan pulpen itu.
Melihat tingkah Andre, Vernon sontak melemparkan sapu tangannya kearah tangan Andre yang memegang pulpen itu, dan membuat pulpen itu terjatuh ke lantai.
"Berhenti bertengkar! mau sampai kapan kalian selalu menguji kemampuan kalian masing-masing? Itu bisa membuat kalian terbunuh bersama!" sahut Vernon.
"Dan lagi, alasan kita berkumpul disini bukan untuk bertengkar. Melainkan untuk membahas Tuan Marcel." lanjutnya.
"Memang apa yang ingin kalian bicarakan? Bukannya Tuan kalian baik-baik saja?" tanya Wanita itu.
"Tuan sekarang memang baik-baik saja, tapi tidak kedepannya. Anda tau sendiri alasan saya membawa anda kemari adalah, karna anda harus melatih seorang gadis lebih untuk dijadikan seorang pemimpin Wanita." jawab Jordan dengan raut wajah serius.
"Pria itu? maksud mu siapa?" tanya Andre.
"Jordan, jelaskan kepadanya." ucap Wanita itu.
"Pria itu adalah Tuan Grissham Loye, Pria yang memiliki utang nyawa dengan Tuan Anggara. Tuan Grissham tidak pernah muncul di publik, tapi Ia adalah tokoh yang paling penting di Dunia ini. Ia yang mengatur perekonomian Dunia dan juga mengatur kestabilan Dunia. Ia bisa membuat para petinggi seperti kita hancur." jelas Jordan.
"Sebelumnya Ia sangat membenci Mafia seperti kita, tapi saat kejadian 5 tahun yang lalu. Saat Tuan Anggara sedang berada di Amerika, Ia tidak sengaja bertemu dengan Pria yang sedang dalam bahaya. Para penembak jitu sedang mengelilinginya, dan tempat tinggal Pria itu di penuhi dengan para pembunuh berantai."
"Awalnya Tuan tidak ingin ikut campur dengan hal itu, tapi saat melihat ada seorang gadis kecil yang sedang bersama dengan Pria itu. Akhirnya Tuan menyuruh para bawahnny untuk mengikuti Pria itu dan membunuh para pembunuhnya."
"Tuan Grissham tidak menyadari perbuatan Tuan, tapi saat salah satu pembunuh itu menembakkan sebuah peluru kearahnya. Tuan yang bisa melihat peluru itu, Ia langsung berlari ke arah Pria itu dan menariknya sampai terjatuh ke tanah."
"Mulai dari kejadian itu, Tuan Grissham selalu melindungi keluarga Anggara secara rahasia. Tapi saat Tuan Anggara meninggal, dan Tuan meminta tolong kepada Pria itu untuk melindungi satu-satunya penerus keluarga Anggar yaitu Tuan Marcel. Dari situ lah Tuan Marcel selalu di kelilingi oleh Pria-pria suruhan dari Tuan Grissham dan berjanji untuk melindungi Tuan Marcel seperti nyawanya sendiri."
__ADS_1
"Sebetulnya cerita itu masih sangat panjang, tapi itu akan menghabiskan waktu yang sangat panjang." sambung Wanita itu.
"Apa Vernon dan Hendra juga tau?" tanya Andre.
"Ya...kami tau itu. Saat kejadian itu, kami juga ikut bersama dengan Tuan Anggara, dan aku yang melihat dengan jelas kejadian itu." jawab Hendra.
"Ta-tapi, kenapa hanya aku yang tidak mengetahui hal ini!!?" geram Andre.
"Karna kamu terlalu ceroboh!" jawab Agnella.
"Jika kamu tau masalah ini, itu akan membuat mu lengah dan akan memberitahu Tuan kalian mengenai hal ini." lanjutnya.
"Benar kata Agnella, Tuan Marcel tidak boleh tau hal ini. Karna perlindungan yang diberikan oleh Tuan Grissham sangat rahasia, jika ada orang luar yang mengetahuinya. Tuan akan dalam bahaya, begitupun dengan Dunia ini." sahut Jordan.
"Bisa-bisa hal sebesar ini di sembunyikan dari ku! Aku yang seorang wali dari Tuan Marcel dan satu-satunya Putra dari keluarga Glasino! Dan kalian malah bersikap seolah-olah aku tidak memiliki peran penting di tempat ini!! Apa kalian sedang menguji kesabaran ku!!?" geram Andre.
"Tenang lah, kami tidak sedang menguji kesabaran mu. Kami hanya menunggu waktu yang tempat untuk memberitahu hal ini kepada mu, kami tidak mungkin lupa status mu disini." ucap Vernon.
"Sudah lah...untuk apa menjelaskan hal itu kepadanya, dia seorang pengacara yang tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri. Cih!!" sindir Agnella.
"Berikan foto gadis itu kepada ku, aku ingin melihat wajahnya."
"Tunggu sebentar." jawab Jordan dan mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya.
Jordan pun menyodorkan sebuah foto yang berukuran sedang kehadapan Agnella sambil berkata. "Aku hanya memiliki foto ini saja."
"Tidak apa, yang penting wajahnya terlihat jelas." ucap Wanita itu sambil meraih foto itu.
Tapi, saat melihat foto itu. Agnella terlihat sangat terkejut dan menatap foto itu dengan mata yang membulat besar, seakan-akan Ia mengenali wajah Wanita itu.
Bersambung
__ADS_1