Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Tolong bantu kami...


__ADS_3

JESSICA POV*


Perkataan yang membuat ku terkejut sekaligus bingung, dan membuat tubuh ku membatu selama 15 menit di sofa. Tidak tau harus berkata dan bersikap seperti apa dengan apa yang di katakan oleh Pria itu.


Dia yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, membuat ku tak kuasa untuk membangunkannya dan memaksanya untuk menjelaskan lebih detail apa yang Ia katakan tadi. Walaupun aku sangat membutuhkan penjelasannya, tapi aku tak ingin melihat wajah sedihnya lagi seperti tadi. dan akhirya, aku memilih untuk keluar dari kamarnya berniat untuk menemui madam di kamarnya.


Tapi saat di perjalanan menuju kamar Madam, tiba-tiba saja ada seorang pelayan yang menegur ku.


"Permisi Nona Carmelia." tegurnya sambil menunduk sekilas kepada ku.


"Ada apa?" tanya ku.


"Para Tuan dan Madam ingin menemui anda, mereka sedang menunggu anda di ruang pertemuan." jawabnya.


"Hm...baiklah, terimakasih atas informasinya." ucap ku, lalu melangkah melewati pelayan itu.


Memang cukup aneh karna kelima orang itu ingin menemuiku secara bersamaan, dan lagi mereka tidak pernah sekalipun mengajakku jika berkumpul bersama di ruang pertemuan.


Saat sampai di depan pintu ruang pertemuan, aku pun langsung mengetuk pintu itu, lalu melangkah masuk setelah mendapatkan sahutan dari dalam.


"Selamat sore, Nona." sapa mereka

__ADS_1


Aku membalas sapaan mereka dengan senyuman dan mengangguk sekilas. Karna tidak tau harus duduk di kursi yang mana, aku memilih untuk duduk di kursi yang ada di tengah-tengah mereka tepat di depan meja panjang itu.


"Itu kursi milik Tuan Marcel." sahut Andre.


"Eh? baiklah aku akan pindah." ucap ku.


Tapi saat ingin berdiri, Madam langsung menahan tangan ku dan berkata. "Duduk saja, Nona. Anggap saja itu kursi milik anda."


"T-tapi—"


"Saya hanya berkata itu kursi milik Tuan, bukan berarti saya menyuruh Anda untuk pindah dari kursi itu." potong Andre.


"dan lagi, kami memanggil anda kesini bukan untuk menegur kesalahan anda, tapi kami ingin meminta tolong kepada anda." sambungnya.


"Apa anda tau mengenai kematian Reyhan?" tanya Jordan.


"Ya...aku tau dari informasi di sekolah, tapi bukannya Tuan kalian baik-baik saja? Marcel juga tadi mengatakan hal aneh, aku sama sekali tidak tau apa yang Ia bicarakan. dan aku butuh penjelasan mengenai hal itu, apa yang di maksud kematian Reyhan?"


Saat aku menyelesaikan ucapan ku, mereka berima sontak saling menatap satu sama lain. dan Jordan kembali menatapku sambil menghela nafas.


Pria itu mulai menjawab pertanyaan yang mulai tadi mengganggu pikiran ku, Ia menjelaskannya mulai dari awal. Aku hanya bisa terdiam dan menatapnya dengan mata yang membulat besar karna tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"J-jadi maksud kalian..." ucap ku tak kuasa untuk menyelesaikan ucapan ku.


"Ya, Nona... itulah yang terjadi kepada Tuan. Dari awal Tuan memang di takdirkan untuk melakukan pekerjaan ini, dan takdir itu harus membuatnya berpisah dengan keluarganya." jawab Jordan.


"Walaupun Tuan adalah Pria yang sangat tangguh, tapi Ia memiliki hati yang lembut jika berkaitan dengan orang yang Ia sayangi. Tuan bisa mengurung dirinya berhari-hari karna perpisahan ini, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, Tuan selalu menyakiti dirinya sendiri dengan cara tidak makan selama berhari-hari. Jangankan makan, minum pun Ia tidak akan melakukannya." sambung Vernon.


"Lalu, apa yang kalian ingin aku lakukan?"


"Tidak sulit, Nona. Kami hanya ingin anda menghibur Tuan, bagaimanapun caranya berusahalah untuk tetap berada di sampingnya setiap saat dan membuatnya melupakan masalah yang sedang Ia hadapi." jawab Jordan.


"Bagaimana caranya aku bisa bersamanya setiap saat? aku juga memiliki waktu untuk belajar dengan madam dan berkuliah di hari Senin sampai Sabtu."


"Tenang saja, Jordan sudah mengurus hal itu." celetuk Andre.


"Ya...anda tidak akan hadis di kelas selama satu bulan, tapi jika Tuan sudah mulai melupakan masalahnya dan menjalani kesehariannya seperti biasa, sebelum satu bulan penuh. Anda bisa langsung masuk ke kampus anda, tanpa harus memikirkan masa perkenalan ataupun pelajaran yang telah berlalu." sambung Jordan.


Aku tidak tau harus berkata apalagi, rasanya ingin menolak tapi tidak ingin sesuatu terjadi kepada Marcel. dan lagi mereka berlima menatap ku dengan tatapan penuh harapan.


"Nona? apa anda bisa melakukannya?" tanya Madam.


"Tolong, Nona...kali ini saja, tolong bantu kami." sambung Vernon.

__ADS_1


"Haah..." hela nafas ku.


BERSAMBUNG


__ADS_2