Mafia Boy Secret

Mafia Boy Secret
Marcel Memanggil


__ADS_3

JESSICA POV*


Aku yang baru saja selesai memakai pakaian, bergegas untuk menemui Bella yang sedang menunggu ku di lantai atas kastil tepatnya di balkon.


Saat sampai di balkon, aku bisa melihat seorang wanita yang sedang duduk sambil menatap ke bawah kastil seperti sedang memperhatikan seseorang dibawah sana.


Aku pun menghampirinya dan duduk di kursi yang telah di sediakan, sambil berkata. "Maaf membuat mu menunggu."


Wanita itu sontak menolah dan menatap ku, lalu berkata. "Ah, tidak. Seharusnya aku yang minta maaf karna tiba-tiba datang tanpa memberitahu mu dan Tuan Marcel."


"Tak apa, aku malah senang karna kamu langsung menemui ku setelah sampai di Itali."


"Aku kesini memang karna ingin menemui mu, karna kemarin kamu bilang kalau kamu tidak bisa datang ke Amerika. Jadi aku memutuskan untuk mengambil waktu istirahat selama seminggu, dan langsung terbang kemari."


"Apa ayah mu tau tentang itu?"


"Tentu saja, Ia orang pertama yang tau jika Putri dan Putranya ingin berpergian."


"Sama saja seperti Marcel, Ia selalu tau kemanapun aku pergi dan apapun yang aku lakukan." keluh ku.


"Bukannya kamu yang selalu memberi laporan kepada Tuan Marcel setiap harinya? Kamu pernah memutuskan telpon ku karna ingin menelpon Tuan Marcel untuk memberi laporan mengenai kegiatan mu selanjutnya." sindirnya.

__ADS_1


"Ya~ menelponnya adalah suatu kebiasaan yang selalu kulakukan setiap saat."


"Hahaha...Tuan Marcel memang selalu bisa membuat siapapun bertekuk lutut kepadanya."


"Tapi aku sangat iri dengan mu, Carmelia. Kamu di jaga oleh Pria sehebat Tuan Marcel, dan tadi kulihat Tuan Marcel sangat menyayangi mu. Ia sampai memelukmu dengan erat, seakan-akan tidak membiarkanmu untuk pergi darinya."


Mendengar ucapan Bella, aku sontak tersenyum kecil dan berkata. "Ya...aku sangat beruntung bisa mendapatkannya."


"Lalu, kapan pernikahan kalian akan di lakukan?" tanyanya yang membuat ku terkejut.


"Eh? pernikahan?"


"Tidak, bukannya aku tidak berniat melangkah ke fase itu. Tapi aku masih terlalu lemah untuk menikah dengan Marcel, aku masih harus belajar banyak. dan lagi, Aku harus melanjutkan sekolah ku ke jenjang yang lebih tinggi, aku juga ingin menjadi Wanita yang bisa membantu kehidupan suami ku nanti."


"Tapi, bagaimana kalau tiba-tiba Tuan Marcel mengajak mu menikah?"


"Hm...aku tidak tau, tapi saat kami masih dalam fase pendekatan. Marcel selalu berkata bahwa Ia akan menikahi ku, dan menyebutku sebagai calon istrinya. Tapi akhir-akhir ini dia tidak pernah menyinggung soal pernikahan."


"Aku rasa, Tuan Marcel bukan tidak ingin menyinggung tentang pernikahan kalian. Tapi, Tuan Marcel hanya ingin membiarkan mu untuk fokus dengan pembelajaran mu, dan lagi bukannya kalian sangat jarang bertemu akhir-akhir ini?"


"Haah...ya...sa~ngat jarang~" keluh ku.

__ADS_1


Bella tertawa puas karna keluhanku itu, tapi anehnya tatapannya seperti sedang memperhatikan seseorang yang ada di halaman kastil. Karna pernasaran, aku pun menengok kebawah kasil dan melihat siapa saja yang sedang berada di halaman.


Tidak ada yang spesial di bawah sana, hanya beberapa penjaga yang sedang berkeliling dan 2 bawahan Pribadi Marcel yang sedang berbincang.


Tiba-tiba ada yang memanggil ku, aku pun langsung menengok kearah suara itu.


"Ada apa?" tanya ku kepada Dika.


"Tuan mencari anda." jawabnya.


"Hm...baiklah, aku akan segera kesana." ucap ku lalu menatap kearah Bella.


"Pergilah, aku akan minum teh sambil menunggu mu." ucapnya.


"Baiklah, maaf membuat mu menunggu lagi." jawab ku lalu berdiri.


"Tak apa, pergilah." balasnya.


Aku pun melangkah pergi meninggalkan Bella seorang diri, untuk menemui Marcel. yang entah mengapa Ia tiba-tiba memanggil ku.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2