
1 bulan kemudian, Niken semakin geram dengan kehadiran Chintia didalam kehidupanya. Chintia semakin akrab dengan ibu dan kakaknya. Bu Hartatik sering masak bareng bersama Chintia. Sementara Zaka juga sering mengantarkan Chintia ke pasar untuk belanja. Niken merasa dirinya sudah tidak dianggap dalam keluarganya. Bahkan Niken sangat kecewa ketika ibu dan kakaknya sering mendesak dirinya belajar hidup mandiri seperti Chintia. Rasa irih Niken kepada Chintia membuat dirinya ingin merencanakan sesuatu.
----- Di Gedung Tua -----
Niken menemui tiga preman suruhanya untuk menjalankan misi rencananya menyelakai seorang gadis. Niken ingin ketiga preman itu berhasil merampok dan menyekap seorang gadis yang ada dalam foto. Niken berjanji jika ketiga preman suruhanya berhasil menjalankan misinya, dirinya akan memberi imbalan yang sangat besar.
"Saya ingin kalian bertiga menjalankan misi besar merampok dan menyekap gadis dalam foto yang saya kirimkan. Saya tak mau tahu pokoknya misi ini tidak boleh ada kata gagal. akan ada imbalan yang besar untuk kalian apabila kalian berhasil menyelakainya. kalian mengerti?" ucap Niken
"Iya Mbak, kami mengerti," jawab ketiga preman itu
"Bagus, baiklah kalau begitu rencanakan dengan matang perampokan dan penyekapan pada gadis difoto yang saya kirimkan.saya pergi dulu," saut Niken
Setelah Niken keluar dari gedung, ketiga preman itu mengatur strategi dan rencana untuk menyelakai seorang gadis dalam foto. Ketiga preman itu Martin, Gerry, dan Daniel. Martin adalah salah satu preman yang dikirimi foto oleh Niken. Martin mengagumi foto gadis di ponselnya langsung menunjukan foto gadis itu pada kedua temanya.
"Eh, lihat deh gadis ini cantik bener, bikin makin semangat aja deh mau ngerampok gadis ini," ucap Martin menujukan ponselnya
"Iya nih cantik bener, kita puasin aja di gudang. pasti nikmat," saut Gerry
__ADS_1
"Apa ini ? ini kan foto Chintia, gadis yang dompetnya aku curi dulu, jadi gadis yang akan aku rampok adalah Chintia?" batin Daniel
Berbeda dengan Martin dan Gerry yang menunjukan ekspresi kebahagiaanya. Daniel justru tidak menunjukan ekspresi bahagianya. Daniel merasa rasa tidak tega saat melihat foto gadis itu adalah Chintia. Martin dan Gerry melihat ekspresi Daniel yang menunjukan rasa kekhawatiran. Tanpa ragu, Gerry menggepuk punggung Daniel dan mempertanyakan maksud dari ekspresi kekhawatiran Daniel.
"Hei Nil, kamu khawatir sama gadis ini?" tanya Gerry
"Tidak, aku cuma memikirkan berapa imbalan yang kita dapatkan." jawab Daniel bohong
"Pasti banyaklah Nil, Mbak Niken mah orang kaya," saut Martin
"Kita itu udah dapat plus plus Nil, kita bisa nikmatin gadis itu bertiga. dia cantik banget loh Nil," jawab Martin
"Iya Nil, yang penting ayo kita harus susun strategi untuk perampokan dan penyekapan gadis ini besok." ucap Gerry
"hmm...baikah ayo kita susun strateginya sekarang," saut Daniel datar
"Ok siap," jawab Martin dan Gerry bersamaan
__ADS_1
30 menit kemudian Martin, Gerry ,dan Daniel berhasil menyusun strategi perampokan dan penyekapan pada gadis yang diincar Niken.
Setelah diskusi selesai, Martin dan Gerry meninggalkan gudang tua. Sementara Daniel masih berada di kamar mandi.
Di kamar mandi, Daniel merasa tidak tenang memikirkan nasib Chintia esok hari. Daniel menilai Chintia adalah perempuan yang cantik, baik dan berhati mulia. Sungguh tidak pantas gadis secantik dan sebaik Chintia harus merasakan penderitaan. Daniel menatap foto Chintia di ponselnya yang barusan dirinya dapatkan dari Martin.
Daniel mengelus foto Chintia dengan jari telunjuknya. Daniel tidak berdaya dan dirinya bingung apa yang harus dilakukanya besok.
"Chintia, saat aku tahu gadis yang akan aku rampok dan sekap adalah kamu, entah mengapa aku gak tega untuk melakukanya, aku tak berdaya dan juga aku bingung. apakah aku benar memutuskan ikut melakukan perampokan dan penyekapan ini, semoga keputusanku ini adalah keputusan terbaiku untuk esok hari." ucap Daniel lirih
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1