
Sore hari, setelah menunaikan ibadah shalat ashar. Galih dan Hesti sudah bersiap siap mau berangkat ke jakarta. Sebelum berangkat Hesti dan Galih berpamitan kepada Budhe Munaroh.
"Budhe, aku sama Mas Galih mau pamit," ucap Hesti
"Iya Hes, kodoknya udah dibawakan?" tanya Budhe Munaroh
"Sudah Budhe, aku bawa 6 ekor aja sisanya aku balikin ke danau buatan." jawab Hesti
"Maaf ya Hes, Budhe sama Pakde udah nggak pernah ngerawat danau buatan itu," ucap Budhe Munaroh
"Tidak apa apa Budhe, sekarang udah sore budhe aku sama Mas Galih pamit," jawab Hesti
"Iya hati hati, Galih jangan lupa banyak istirahat, firasat budhe nggak enak," ucap Budhe Munaroh
"Iya Budhe," jawab Galih
"Kami pamit Budhe, assalamulaikum," ucap Hesti
"Waalaikumsalam," jawab Budhe Munaroh
Galih dan Hesti kemudian masuk kedalam mobil bersama sama. Setelah semuanya siap, Galih mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kota Jakarta.
Dalam perjalanan, Hesti merasa lapar karena memang di rumah Budhe Munaroh cuma makan gorengan dan pop ice rasa taro. Waktu juga menunjukan hampir maghrib, tanpa berpikir panjang Hesti mengajak Galih makan di warung terdekat dan mampir di masjid.
"Mas Galih, ayo kita cari makan. sekalian istirahat sebentar nanggung udah mau maghrib." ucap Hesti
"Iya boleh," jawab Galih
10 menit kemudian, mobil yang dikemudikan Galih sampai di warung makan lesehan. Hesti dan Galih turun dari mobil kemudian memasuki warung dan memesan makanan.
"Pak, saya pesan ayam penyet minumnya es jeruk." ucap Hesti
"Iya Mbak," jawab pelayan
__ADS_1
"Kamu pesan apa, Mas?" tanya Hesti
"Samain aja, tapi minumnya yang anget," jawab Galih
"Pak, jadi pesanya dua porsi ayam penyet, satu es jeruk dan satu jeruk hangat." ucap Hestu
"Iya Mbak," jawab pelayan
10 menit kemudian pesanan Hesti dan Galih sudah datang. Hesti yang sudah lapar menyantap makananya dengan lahap. Namun berbeda dengan Galih yang sepertinya tidak berselera makan. Galih merasa tidak enak badan dan merasa mual. Karena rasa mual yang tak tertahankan Galih minta izin ke Hesti pergi ke kamar mandi.
"Hes, aku izin bentar ke kamar mandi." ucap Galih
"Iya Mas," jawab Hesti
Galih langsung berlari ke kamar mandi memuntahkan seluruh isi perutnya. Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya Galih kembali menghampiri Hesti yang sedang makan. Wajah Galih terlihat lemas dan pucat saat menghampiri Hesti. Galih sangat tidak berselera makan sehingga makananya masih banyak. Berbeda dengan Hesti yang sangat lahap memakan makananya sehingga makananya sudah habis.
Setelah makananya habis, Hesti melihat Galih makananya masih banyak dan tetlihat Galih tidak berselera makan. Karena waktu maghrib sudah dekat, Hesti menyuruh Galih menghabiskan makananya.
"Mas, cepat habiskan nanti keburu maghrib. kita belum cari masjid." ucap Hesti
"Makananya gak enak ya, Mas?" tanya Hesti
"Nggak, makananya enak kok," jawab Galih
Saat Galih menatap Hesti, Hesti melihat wajah Galih terlihat lemas dan pucat. Hesti khawatir dengan keadaan Galih langsung menanyainya.
"Mas, wajah kamu pucat? kamu sakit, Mas?" tanya Hesti
"Aku tidak apa apa. hanya sedikit tidak enak badan." jawab Galih
Karena khawatir dengan keadaaan Galih, Hesti tanpa permisi menempelnya punggung tanganya ke dahi Galih. Saat punggung tanganya menyentuh dahi Galih, Hesti merasakan suhu tubuh Galih panas.
"Mas, badanmu panas. sepertinya kamu demam." ucap Hesti
__ADS_1
"Masa aku demam? aku sehat kok, ayo kita balik." jawab Galih
"Mas, jangan jangan bener kata Budhe, kamu demam gara gara kena yuyu." ucap Hesti
"Aku tidak apa apa kok, jangan khawatir," jawab Galih
"Mas, saya minta maaf, saya merasa bersalah," saut Hesti
"Panggilnya aku, bukan saya ! ingat, ini bukan di kampus atau di kantor." jawab Galih
Galih memang merasa risih bahasa Hesti masih formal kepadanya. Hingga akhirnya Galih menyuruh Hesti agar bicara tidak fomal kepadanya jika diluar kantor dan kampus.
Sementara Hesti yang mendapat teguran dari Galih langsung mengubah bahasa formalnya saat bicara pada Galih.
"Baiklah Mas, maafkan aku. gara gara aku kamu jadi demam." ucap Hesti
"Udah, aku hanya butuh istirahat." jawab Galih
"Mas, tolong maafkan aku. karena permintaan konyolku kamu sakit." ucap Hesti matanya berkaca kaca
"Heh, mengapa kamu minta maaf ? kamu gak salah apa apa. aku seneng bisa bantuin kamu nyari kodok. sekarang ayo kita cari masjid terus balik pulang." jawab Galih tidak mau Hesti sedih
"Tunggu, aku akan bungkus makananmu dan membayarnya di kasir," ucap Hesti
"Pakai ini," jawab Galih memberikan uang pada Hesti
"Iya Mas, tunggu sebentar," jawab Hesti
Setelah membayar ke kasir, Galih dan Hesti melanjutkan perjalananya mencari masjid. Tak butuh waktu lama hanya berjarak 500 meter dari warung makan akhirnya Galih dan Hesti menemukan masjid. Galih dan Hesti kemudian menunaikan shalat maghrib, setelah shalat maghrib Galih dan Hesti melanjutkan perjalananya.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga