
Esok hari, Daniel, Chintia, Galih dan Hesti berkumpul di kontrakan Daniel dan Chintia. Sebelumnya Daniel memang sudah menghubungi Galih dan Hesti agar bekunjung ke rumahnya karena ingin membicarakan sesuatu yang penting. Kebetulan juga sekarang hari minggu jadi aktivitas kuliah Chintia dan Hesti serta aktivitas kantor Galih dan Daniel libur.
Galih saat itu penasaran dengan apa yang akan dibicarakan Daniel kepadanya. Tanpa berpikir panjang, Galih langsung bertanya pada Daniel
"Nil, sebenarnya sesuatu yang penting apa yang kamu mau bicarkan kepada kita?" tanya Galih
"Aku ingin mengajak kalian untuk menemui pamanku. karena menurutku pamanku mungkin bisa menjawab kebenaran tentang ibuku Olivia. aku ingin kesalahpahaman ini segera berakhir," jawab Daniel
"Iya baik," saut Galih
Daniel saat itu menunjukan wajah percaya dirinya kalau dirinya adalah bukan Putra. Jujur saja, Daniel masih kecewa dengan perkataan Nenek Irah yang menjelekan ibunya. Sementara Galih yang mendengar ucapan Daniel saat itu merasa serba salah karena menurutnya Daniel masih sakit hati dengan perkataan Nenek Irah.
Daniel dan Galih saat itu mendadak canggung tak saling bicara. Beruntung saat itu Hesti yang melihat kecanggungan antara Daniel dan Galih langsung memecah keheningan dengan mengajak Chintia ke kamar.
"Chintia, ada yang ingin aku bicarakan kepadmu. ayo ikut aku sebentar di kamar," ajak Hesti
"Iya baiklah," jawab Chintia
"Mengapa tidak bicarakan disini saja?" tanya Galih
"Ini urusan wanita Mas, jadi ini privasi. sebentar ya Mas," jawab Hesti
"Hmm...baiklah pergilah. aku dan Daniel akan menunggu kalian disini," saut Galih
"Ok Mas," jawab Hesti
Hesti dan Chintia pergi bersama menuju kamar meninggalkan Daniel dan Galih. Sesampainya di kamar, Hesti langsung mendudukan Chintia dan mengatakan sesuatu.
"Chin, ada sesuatu yang penting ingin aku sampaikan kepadamu," ucap Hesti
"Ada apa, Hes?" tanya Chintia
__ADS_1
"Ini mengenai Olivia ibunya Mas Daniel dan Mas Galih. sebenarnya aku punya bukti mungkin bisa untuk memastikanya," jawab Hesti
"Apa bukti yang kamu bawa, Hes?" tanya Chintia
Hesti bergegas mengambil ponselnya lalu menunjuka foto kepada Chintia.
"Ini foto cincinya Mas Galih, coba kamu bandingkan sama cincin maskawinmu dari Mas Daniel," ucap Chintia
Chintia melihat cincin maskawin lalu melepaskanya kemudian membandingkan dengan cincin milik Galih
"Warnanya sama Hes, bener nggak?" tanya Chintia
"Iya Chin, tapi berlianya warna biru punya Mas Galih lebih cerah, dan bentuknya kotak," jawab Hesti
"Tapi coba deh kamu amati desainya. walaupun desainya tak mirip, kamu ngerasa nggak kalau ada kesamaan?" tanya Chintia
"Iya semacam suatu barang yang memiliki merek yang sama dan dijual di satu toko," jawab Hesti
"Iya aku juga berpikiran seperti itu," ucap Chintia
"Apa kamu berpikiran sama sepertiku?" tanya Hesti
Chintia menganggukan kepalanya dirinya berpikir kalau memang cincin Galih dan Daniel memiliki kesaamaan. Tapi disamping itu, Chintia berpikir kalau bisa jadi hanya kebetulan.
"Tapi bisa jadi menurutku cincinya kebetulan saja memiliki kemiripan," jawab Chintia
"Kalau seandainya tidak kebetulan?" tanya Hesti
"Kita harus memastikanya dulu Hes, kita harus menyelidikinya," jawab Chintia
__ADS_1
"Apa jangan jangan apa yang dibilang nenek benar?" tanya Hesti
"Maksudmu kamu yakin kalau Mas Daniel itu Putra?" tanya Chintia balik
"Iya begitulah, soalnya Mas Galih pernah bilang sama aku kalau masa lalu Putra ada kaitanya dengan masa lalu Mas Daniel," jawab Hesti
"Mas Daniel juga berpikiran sama dengan Mas Galih. Makanya itu, kita diajak ke tempatnya Paman Yasir," ucap Chintia
"Paman Yasir?" tanya Hesti
"Iya paman Yasir kembaranya ayahnya Mas Daniel namanya Yazid," jawab Chintia
"Hah? Yazid ? apa Yazid yang sama seperti yang dikatakan nenek? kalau benar sama berarti Yazid adalah selingkuhanya Olivia ibunya Mas Galih? Haduh, aku cerita nggak ya? ah, lebih baik gak usah dulu deh. nanti aja habis ketemu paman Yasir," batin Hesti
Hesti yang melamun saat itu tiba tiba dikagetkan dengan Chintia.
"Hes, kok malah melamun sih," ucap Chintia
"Eh iya, aku kepikiran cincin tadi," jawab Hesti bohong
"Hmm...suami kita sudah nungguin kita. ayo kita kembali ke ruang tamu, setelah itu kita selidiki ini cincin," ucap Chintia
"Iya ayo," jawab Hesti
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1
nb : menurut kalian gimana cincinya? 🤔