
--- Di Rumah Sakit ----
Malam hari, Pak Hendro, Ihsan dan Bu Halimah sedang makan bersama di rumah sakit. Suasana makan malam saat itu hening tak ada suara. Memang semenjak Bu Halimah tahu rahasia besar suaminya, Bu Halimah lebih banyak diam. Diamnya Bu Halimah tentu membuat Pak Hendro merasa bersalah. Sementara Ihsan, dirinya bingung menghadapi situasi yang melanda keluarganya.
15 menit kemudiam, aktivitas makan malam sudah selesai. Tanpa bicara, Bu Halimah membereskan peralatan makan keluarganya. Pak Hendro hanya bisa pasrah menerima perlakuan istrinya. Sementar Ihsan sudah tidak tahan berkutat dalam situasi ini. Tanpa ragu, Ihsan mencoba mengajak Bu Halimah berbicara.
"Buk, apa yang ibuk pikirkan? ibuk tolong jangan diamkan bapak dan Ihsan. jika ada pikiran yang menganggu ibuk, ibuk bisa katakan," ucap Ihsan
"Buk, bapak minta maaf jika masalah tadi mengganggu pikiran ibuk. ibuk boleh marah sama bapak. tapi bapak mohon jangan diamkan bapak dan Ihsan buk," saut Pak Hendro
"Ibuk sudah memaafkan bapak. walaupun yah, munafik kalau ibuk ngaku nggak kecewa. kecewa pasti ada. namun disesali berlarut larut juga gak akan merubah keadaan. faktanya bapak adalah keluarga Almarhum Tuan Kusuma. sebenarnya bukan itu yang ibuk pikirkan," jawab Bu Halimah
"Lalu apa buk?" tanya Pak Hendro
"Ibuk takut Nyonya Kusuma akan memisahkan kita. bisa jadi Ihsan akan diambil olehnya, bisa jadi ibuk ditendang dari keluarga menjadi sebatang kara, atau bahkan ibuk takut pengobatan bapak diputus. ibuk sungguh menakutkan hal itu terjadi," jawab Bu Halimah menangis
Ihsan dan Pak Hendro saat itu ikut meneteskan air matanya mendengar ucapan Bu Halimah. Ihsan yang duduk disamping ibunya berusaha menenangkanya.
"Buk, ibuk jangan takut. Ihsan gak bakal ninggalin ibuk. apapun yang terjadi ibuk dan bapak harus bersama Ihsan. Ihsan sayang sqma bapak dan Ibuk," ucap Ihsan
"Nak, ibuk juga sayang sama kamu san. tapi kita ini keluarga miskin yang tak ada apa apanya dibanding kekuasaan keluarga Kusuma," jawab Bu Halimah
__ADS_1
"Buk, aku tidak peduli semua itu. yang terpenting bagiku kita harus selalu bersama sama dalam suka maupun duka," ucap Ihsan
Bu Halimah kemudian memegang pipi Ihsan dengan kedua tanganya kemudian mengatakan sesuatu.
"Kamu beneran apapun yang terjadi akan ikut ibuk?" tanya Bu Halimah
"Iya Buk, ibuk dan bapak adalah keluargaku. mana mungkin aku meninggalkan kalian," jawab Ihsan
"Kalau begitu, ibumu ini meminta satu permintaan kepadamu," ucap Bu Halimah
"Permintaan apa bu? katakan saja," tanya Ihsan
"Ibuk ingin kita semua menjauhkan diri dari keluarga Kusuma," jawab Bu Halimah
Mendengar permintaan Bu Halimah, Ihsan dan Pak Hendro sangat terkejut. Ihsan saat itu menggelengkan kepalanya tidak menyetujui permintaan Bu Halimah.
"Buk, bukanya Ihsan gak setuju buk, tapi Ihsan memiliki tanggung jawab disana. mungkin kita bisa lebih profesional dan tertutup terhadap keluarga Kusuma. dan tentunya bapak butuh biaya untuk operasi sumsum tulang belakang," jawab Ihsan
"Nak, suatu saat nanti pasti kebenaran ini terbongkar Nak, keluarga Kusuma pasti akan tahu hal ini. sebelum hal hal buruk terjadi, alangkah lebih baik kita harus menjauhkan diri dari keluarga Kusuma," ucap Bu Halimah
"Kalau ibuk maunya seperti itu, ibuk lebih baik yang mundur menjadi baby sister anak Pak Daniel. mungkin keluarga Kusuma tak akan mencurigainya. kalau aku yang undur diri, pasti semua akan curiga dan mencari tahu keberadaan kita," jawab Ihsan
__ADS_1
"Benar buk, yang dikatakan Ihsan benar. Ibuk sebaiknya berhenti kerja. alasan Ibuk undur diri akan bisa dimaklumi keluarga Kusuma. jangan sampai kita memperburuk keadaan dengan menjauhkan diri dari keluarga Kusuma," saut Pak Hendro
Bu Halimah terdiam sejenak untuk menenangkan pikiranya. Setelah pikiranya tenang, Bu Halimah mengambil keputusanya.
"Baiklah, ibuk putuskan akan berhenti bekerja menjadi baby sister disana. dan Ihsan kamu boleh bekerja disana tapi ada syarat dari ibu yang harus kamu laksanakan," ucap Bu Halimah
"Apa itu buk?" tanya Ihsan
"Ibuk lebih memilih dirimu menjadi karyawan bawahan daripada asisten penerjemaah bos kamu. tolong katakan itu pada bos mu," jawab Bu Halimah
"Buk, tapi mengapa ibuk ingin Ihsan jadi karyawan bawahan?" tanya Ihsan
"Maaf Nak, ibuk bukanya egois atau merendahkanmu. semua ini demi keluarga kita. jika kamu bekerja menjadi karyawan bawahan disana, dirimu akan jarang bahkan tidak bertemu dengan Tuan Galih dan Tuan Daniel," jawab Bu Halimah
Ihsan saat itu menenangkan pikiranya dan akhirnya menyetujui keputusan Bu Halimah.
"Baiklah kalau itu keputusan ibuk, Ihsan akan mencobanya," saut Ihsan
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga