
Di kantin, Galih dan Ihsan sedang santai menikmati nasi rawon dengan minuman es jeruk. Mereka berdua menyantap makananya dan minumanya hingga tak bersisa. Setelah makan Galih memperhatikan Ihsan yang diam tak bicara mencoba menanyainya.
"Ihsan, dari tadi diam terus. ada yang kamu pikirkan?" tanya Galih
"Tidak Pak, saya hanya kekenyangan," jawab Ihsan
"Jangan bohong, aku tahu kamu pasti memikirkan sesuatu. katakan saja," ucap Galih
Ihsan ingin mengeluarkan apa yang akan dikatakanta tapi dirinya tidak cukup nyali mengatakanya pada Galih. Hingga akhirnya Galih mencoba memancing Ihsan untuk bicara.
"Apakah hal tadi yang ada dipikiranmu?" tanya Galih
"Maksud bapak?" tanya balik Ihsan
"Katakan saja apa yang ingin kamu tanyakan. aku akan menjawabnya," jawab Galih
Ihsan saat itu menganggukan kepalanya lalu mulai membuka suaranya.
"Apa hubungan bapak dengan Pak Daniel dan Pak Galih?" tanya Ihsan
"Oh itu, apakah bapakmu belum pernah cerita?" tanya balik Galih
"Belum Pak," jawab Ihsan
"Jika bapakmu pulih kamu bisa menanyakan hal itu kepadanya." ucap Galih
"Apakah ibuk juga tahu?" tanya Ihsan
"Hanya bapakmu mungkin yang tahu. sebaiknya kamu coba menanyakan hal itu kepada bapakmu," jawab Galih
"Baiklah, aku akan menanyakanya nanti," saut Ihsan
------------
Malam hari, Ihsan menjaga ayahnya sendirian di rumah sakit. Ihsan terus melamun dan memikirkan perkataan Galih. Yah, memang semenjak kejadian tadi siang, Ihsan terus memikirkan bagaimana cara bertanya hal itu kepada ayahnya.
Jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Pak Hendro bangun dari tidurnya. Saat terbangun, Pak Hendro yang haus meminta tolong Ihsan mengambilkan minuman.
__ADS_1
"Ihsan, tolong ambilkan bapak minum," ucap Pak Hendro
"Iya Pak," jawab Ihsan
Ihsan mengambilkan minum air putih untuk Pak Hendro. Pak Hendro menerima air putih dari Ihsan kemudian meminum airnya setengah gelas.
Setelah minum, Pak Hendro menatap Ihsan yang sepertinya memikirkan sesuatu. Tanpa berpikir panjang, Pak Hendro menanyainya.
"Ihsan, ada yang kamu pikirkan?" tanya Pak Hendro
"Eh, gak ada kok Pak, cuma kerjaan kantor, " jawab Ihsan
"Apa Galih dan Putra tidak memberi tahumu sesuatu?" tanya Pak Hendro
"Pak, aku tidak mengerti maksud bapak," jawab Ihsan
"Apa kamu tidak menanyakan sesuatu tentang Galih dan Putra?" tanya Pak Hendro
Ihsan awalnya terdiam, namun akhirnya dirinya memberanikan diri bertanya.
"Pak, sebenarnya ada yang ingin Ihsan katakan," ucap Ihsan
"Apa hubungan bapak dengan Pak Galih dan Pak Daniel?" tanya Ihsan
"Baiklah, bapak akan jawab itu. sebelumnya kamu ingat kan? bapak pernah bilang kalau bapak akan ajak kamu ke istana," jawab Pak Hendro
"Ingat Pak," ucap Ihsan
"Dan sekarang itu lah jawabanya. Istana itu adalah kediaman Galih dan Daniel," saut Pak Hendro
"Maksud bapak apa?" tanya Ihsan
"Bapak adalah keturunan dari keluaga Kusuma, tapi karena suatu masalah bapak akhirnya angkat kaki dari rumah itu," jawab Pa Hendro
Ihsan saat itu mulai menangkap maksud ucapan ayahnya. Tak butuh waktu lama, Ihsan mencoba menyimpulkan maksud perkataan ayahnya.
"Jadi maksud bapak, Pak Daniel dan Pak Galih itu juga anak bapak?" tanya Ihsan
__ADS_1
"Iya Nak, dia kakak kamu," jawab Ihsan
Degg...
Mendengar fakta itu, Ihsan sangat terkejut. Tapi Ihsan masih tidak yakin karena ibunya hanya memiliki anak dirinya.
"Bagaimana mungkin? Ibuk bilang aku adalah anaknya yang dilahirkan waktu ibuk usianya masih muda. bagaimana bisa ibuk melahirkan Pak Daniel dan Pak Galih." tanya Ihsan
"Sebelum sama ibukmu, bapak itu duda dua anak. bapak ketemu ibukmu saat bapa ditolong kecelakaan. tapi jujur ibukmu belum tahu soal ini. bapak cerita ini karena bapak akhirnya bertemu dengan kakak kamu setelah berpisah puluhan tahun," jawab Pak Hendro
"Pak, tapi ayah Pak Daniel dan Pak Galih namanya Purnama," ucap Ihsan
"Apa kamu lupa nama bapakmu ini siapa, coba kamu ingat," jawab Pak Hendro
Ihsan mengingat nama ayahnya
- Hendro Purnama Haidar Kusuma -
Sungguh Ihsan tidak menyangka kalau ayahnya adalah orang kaya.
"Ya Allah Pak, Ihsan baru sadar nama lengkap bapak," ucap Ihsan
"Hmm.." saut Pak Hendro
"Lalu gimana nanti dengan ibuk? Ibuk sekarang sudah menjadi baby sisternya Erlan, anak dari Pak Daniel dan Bu Chintia," tanya Ihsan
"Maksud kamu Daniel itu Putra?" tanya Hendro
"Iya Pak," jawab Ihsan
Degg...
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga