
"Aku merasa hari ini ada dua kejadian tiba tiba , pertama ibu kamu mengundurkan diri, lalu dirimu tiba tiba minta turun jabatan. ada apa semua ini? kalian ingin menghindariku?" tanya Daniel
"Tidak pak, bukan seperti itu," jawab Ihsan
"Lalu apa kamu tahu sesuatu tentang hubunganku dengan ayahmu?" tanya Daniel
Degg
Ihsan terdiam seketika tak menjawab pertanyaan dari Daniel. Ihsan sungguh gelisah dengan keadaan yang menimpanya sekarang. Di sisi lain, Ihsan ingin mengakui kalau dirinya adalah keluarga Kusuma. Namun, disisi lain juga Ihsan memikirkan ibunya.
Sementara Daniel yang melihat diamnya Ihsan, menduga kalau Ihsan sudah tahu semuanya.
"Kamu sudah tahu semuanya?" tanya Daniel
Ihsan masih terdiam tak menjawab pertanyaan Daniel. Daniel yang melihat raut wajah Ihsan gelisah langsung mengajaknya ke ruang Galih.
"Ayo, ikut aku," ajak Daniel
"Kita mau kemana, Pak?" tanya Ihsan gugup
"Kita ke ruang Pak Galih," jawab Daniel
"Tapi mengapa saya harus ikut, Pak?" tanya Ihsan
"Sudahlah, ikut saja. jangan mengulur waktu. kamu ingin turun jabatan kan? ok aku akan mengabulkanya dengan syarat kamu harus menjawab pertanyaan pertanyaan kami nanti," jawab Daniel
Daniel langsung bergegas ke ruang Galih diikuti Ihsan dibelakangnya. Sesampanya di ruang Galih, Daniel mengajak Ihsan duduk dikursi sampingnya menghadap Galih.
"Ihsan, duduk sini," perintah Daniel
__ADS_1
"Baik Pak," jawab Ihsan
Galih yang tahu Daniel dan Ihsan ada dihadapanya langsung memulai pembicaraan.
"Nil, apa telah terjadi sesuatu?" tanya Galih
"Iya, hari ini Ihsan mendadak ingin turun jabatan setelah ibunya mengundurkan diri menjadi baby sister tadi pagi. aku membawa dia kesini agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarganya," jawab Daniel
Galih kemudian menatap Ihsan
"Bisa kamu jelaskan apa alasan dibalik semua ini?" tanya Galih
"Sebelumnya saya meminta maaf, saya tidak bermaksud buruk pada Pak Daniel maupun Pak Galih," jawab Ihsan
"Jelaskan, apa yang mengusik pikiranmu, apa kamu tahu sesuatu tentang kebenaran dari ayahmu," ucap Galih
Daniel dan Galih saat itu menyetujui ucapan Ihsan
"Ok, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada keluargamu," ucap Daniel
"Pak, saya dan ibu saya sudah mengetahui semuanya tentang bapak," jawab Ihsan
"Lalu? mengapa kamu dan ibu kamu seperti berusaha menghindari kami?" tanya Daniel
"Maaf Pak, kami sekeluarga tidak ingin mengusik keluarga kalian. kami sekeluarga bertiga hanya butuh kebersamaan dan tak ingin dipisahkan. kami memang miskin, tapi bukan berarti nanti keluarga kalian memisahkan kami bertiga," jawab Ihsan
Galih yang menyimak penjelasan Ihsan saat itu mencoba bertanya reaksi Bu Halimah mengetahui kebenaran tentang ayahnya.
"Lalu, bagaimana reaksi ibu kamu?" tanya Bu Halimah
__ADS_1
"Maaf Pak, sebelumhya..." jawab Ihsan terpotong
"Kamu itu saudara kami, jadi jangan panggil kami Pak jika tidak ada orang," saut Galih
"Baiklah Kak," ucap Ihsan
"Ok lanjut, bagaimana reaksi ibu kamu mengetahui ini?" tanya Galih
"Ibuk marah dan kecewa sama bapak. tapi ibuk sudah memaafkan bapak. hanya saja ibuk merasa ketakutan dengan hal hal yag terjadi kedepanya," jawab Ihsan
"Ketakutan? maksudmu?" tanya Galih
"Ibuk hanya tidak ingin keluarga akan terpisah setelah kebenaran ini terungkap. kami bertiga ingin tetap hidup bersama. kami tidak membutuhkan harta, uang, bahkan pengakuan dari keluarga kalian. kami hanya ingin hidup bersama," jawab Ihsan
Galih dam Daniel saat itu paham dengan ketakutan Ihsan dan keluarganya. Galih dan Daniel juga menerima kenyataan kalau Ihsan adalah adiknya. Jadi bagi Daniel dan Galih, apa yang ditakutkan Ihsan dan keluarganya tak akan terjadi.
"Kamu tenang saja, kami tidak akan memisahkanmu dengan keluaragamu. kita semua akan tetap menjadi keluarga. jadi hilangkan ketakutan itu pada dirimu dan keluargamu," ucap Galih
"Kak, tapi bapak bilang kepadaku kalau nenek dan kakek membencinya. dan kalau boleh tahu bagaimana reaksi nenek saat sudah tahu tentang ini?" jawab Ihsan
Degg...
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1