
Esok hari, Chintia terbangun dari tidurnya terkejut melihat Daniel tidur disampingnya. Chintia mengingat betul Daniel malam itu belum pulang ke kontrakan. Chintia juga mengingat dirinya menunggu Daniel di ruang tamu.
"Perasaan aku kemarin nunggu di ruang tamu deh? kok tiba tiba aku tidur dikamar bersama Mas Daniel? apa Mas Daniel apa menggendongku ke kamar? Mas Daniel apa sudah tidak marah sama aku? apakah dia sudah tidak mendiamiku lagi?" batin Chintia
Chintia turun diranjangnya meninggalkan Daniel karena dirinya harus memasak di dapur. Sesampainya di dapur Chintia ingin membuat menu sarapan semur jamur tiram balado.
Chintia segera menyiapkan bahan bahanya lalu langsung melakukan aktivitasnya memasak. Saat Chintia memasak, Chintia terkejut saat tanganya tiba tiba di pegang oleh seseorang. Chintia menghentikan masaknya sejenak melihat seseorang yang memegang tanganya adalah Daniel.
"Mas Daniel, mengapa mas ke dapur?" tanya Chintia
"Aku tidak melihatmu disisiku pas bangun tidur.aku nyariin kamu." jawab Daniel mendekatkan wajahnya ke Chintia
"Mas, tolong aku masih belum siap. aku takut," ucap Chintia menghentikan langkah Daniel yang hendak menciumnya.
"Maaf, lanjutkan masakmu," jawab Daniel meninggalkan Chintia di dapur
Chintia merasa bersalah dengan Daniel, Daniel sekarang adalah suaminya, seharusnya Chintia tidak melakukan penolakan. Chintia melanjutkan aktivitas memasaknya dengan merenungi kesalahanya hari ini pada Daniel.
15 menit kemudauan masakan semur jamur tiram balado butan Chintia sudah jadi. Chintia menyajikan masakanya dipiring berharap Daniel menyukai masakanya.
"Semoga Mas Daniel suka dengan semur jamur tiram baladoku ini." batin Chintia
Setelah masakaya sudah siap, Chintia menghampiri Daniel yang terduduk lesehan di ruang tamu. Chintia mendekatkan dirinya disamping Daniel lalu menyuruhnya makan.
__ADS_1
"Mas, ayo sarapan, ini aku buat semur jamur tiram," ucap Chintia
Daniel hanya menyunggingkan sedikit senyumnya pada Chintia kemudian mengambil nasi dan semur jamurnya. Chintia merasa Daniel masih mendiamkanya. Kemudian tanpa berpikir panjang Chintia meminta maaf pada Daniel di sela sela menyantap menu sarapanya.
"Mas, aku minta maaf jika salah. aku mohon Mas, jangan diamin aku," ucap Chintia dengan mata berkaca kaca
Daniel yang melihat Chintia menangis, memegang kedua tangan Chintia dengan kedua tanganya. Dipegangnya erat tangan Chintia kemudian meminta maaf juga pada Chintia.
"Chintia, aku yang seharusnya minta maaf. aku terlalu berlebihan cemburu saat kamu dekat dengan pria lain. dan aku kemarin juga membuatmu khawatir karena aku nekad keluar nggak ngabarin kamu," jawab Daniel
"Mas, kamu tidak salah. tapi aku yang salah. aku tidak menyadari kalau kamu cemburu. aku juga minta maaf karena tadi di dapur aku menolakmu," saut Chintia
"Terus bagaimana keputusanmu? apakah kamu ingin bahagia denganku? atau meninggalkanku?" tanya Daniel
"Chintia, apa ada masalah? ayo ceritakan saja," tanya Daniel
"Mas, aku ingin bahagia hidup sama kamu mas, aku masih bingung dengan perasaanku. tolong jangan pergi Mas, aku takut," jawab Chintia
"Aku mencintaimu Chintia. tidak mungkin aku meninggalkanmu. kamu jangan takut." saut Daniel
Setelah puas berpelukan, Chintia dan Danial saling melepas pelukanya.Daniel dan Chintia kemudian melanjutkan menyantap makananya. Daniel sangat menikmati semur jamur tiram balado buatan Chintia. Tanpa ragu Daniel memuji masakan Chintia.
"Chintia, masakan kamu enak," ucap Daniel
"Makasih mas, nanti sore aku buatkan lagi," jawab Chintia
__ADS_1
Mendengar kata sore hari, terlintas Daniel mengingat kalau dirinya nanti sore bekerja sebagai satpam. Daniel merasa tidak bisa ikut makan bersama Chintia di malam hari. Tidak bisa ditutupin lagii, aknirnya Daniel jujur pada Chintia.
"Chintia, aku nanti malam gak bisa ikut makan," ucap Daniel
"Ada apa mas? kok tidak bisa?" tanya Chintia
"Nanti sore jam 17.00 sampai 04.00 shubuh, aku bekerja jadi satpam di pos perumahan." jawab Daniel
"Mas, berarti sudah dapat pekerjaan dong?" ucar Chintia
"iya, aku sudah dapat pekerjaan," jawab Daniel
"alhamdulillah Mas, aku senang kamu dapat pekerjaan," saut Chintia memeluk Daniel
"Iya, doain rezekiku lancar ya?" ucap Daniel
"Iya Mas, amin..." jawab Chintia
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1