Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
163. MENCARI HESTI DAN CHINTIA


__ADS_3

Sore hari, Daniel dan Galih pulang dari kantor. Daniel dan Galih berada di kamarnya masing masing untuk membersihkan badan. Setelah membersihkan badan, Galih dan Daniel tidak menemukan istrinya di rumah. Mereka berdua berjalan menuju ruang makan dan bertanya pada Nenek Irah.


"Nek, apakah Hesti dan Chintia sudah pulang kuliah?" tanya Galih


"Belum, tapi pas berangkat mereka bilang sama nenek pulang jam 15.00 tapi sekarang sudah hampir maghrib masih belum pulang juga mereka," jawab Nenek Irah


"Hah? yang bener Nek? jangan jangan terjadi sesuatu pada Chintia, Chintia sedang hamil," saut Daniel panik


"Nil, tenanglah jangan panik..." ucap Galih terpotong


"Sebaiknya tenangkan dirimu dulu," jawan Nenek Irah mengelus pundak Daniel


"Nek, Kak, istriku hamil. aku takut terjadi apa apa padanya," jawab Daniel


"Aku juga khawatir Nil, tapi kita harus tenang, sekarang coba aku telepon Hesti," saut Galih


Tut...Tut...


Galih berdecak kesal ponsel Hesti tidak bisa dihubungi. Begitupun juga dengan Daniel yang malah ponsel Chintia tidak aktif


----- Gedung Tua -------

__ADS_1


Sementara di gedung tua, Chintia dan Hesti masih memikirkan cara bagaimana bisa keluar dari ruang kamar yang gelap. Namun disela sela mencari jalan keluar, Chintia dan Hesti juga saling berdebat karena hal hal sepele.Hingga dalam perdebatan itu terciptalah panggilan Ijah dan Onah. Chintia memanggil Hesti dengan sebutan Ijah, sementara Hesti memanggil Chintia dengan sebutan Onah.


"Ijah, dari tadi siang kamu ngomel mulu. hanya masalah kepalamu kena lemparan ponselku. aku capek ngeladenin kamu. aku lapar," ucap Chintia


"Kamu pikir aku nggak lapar? aku juga kelaparan Onah," jawab Hesti


"Ponselku kan mati, ponsel kamu dari tadi hidup, ngapain dari tadi nggak hubungi suamimu ijah...." ucap Chintia


"Onah...kamu lupa semalam kamu ngrengek maksa aku download film drakor 10 episode? itu aku pakai data internet ponselku sampai habis karena belum sempet beli, dan sekarang gimana aku bisa telepon? pulsaku juga masa aktifnya habis," jawab Hesti


"Kakean alasan, isin lah wong sugih kok ra due paketan jah...ijah...(kebanyakan alasan, malu lah orang kaya kok tidak punya paket data internet jah..ijah..) " saut Chintia


"Di rumah kan ada Wifi, gesrek kamu, ngapain nggak pakai WiFi?" tanya Chintia


"Kamu lupa syarat suamiku biar kita bisa tidur bareng nonton drakor? harusnya kamu tuh bersyukur aku mau berkorban paket data internetku, kalau pakai WiFi yang ada kita gak bisa sepuasnya nonton drakor sampek 23.30 malam," tanya Hesti


"Halah, kamu juga menikmati filmnya sama aja," jawa Chintia


Galih memang memberi syarat pada Hesti agar bisa menonton film drakor bersama Chintia. Syaratnya mereka berdua dibatasi menonton drakor sampai jam 22.00. Walaupun syaratnya terlihat sepele, tapi rumah Galih sangat ketat pengawasanya. Sambungan WiFi di rumah memang memiliki sistem otomatis yang dikendalikan oleh Galih. Jadi jelas akan terlihat akses apa saja di jam berapa akan muncul pembertahuan di ponsel Galih.


----- Kampus -----

__ADS_1


Daniel dan Galih semakin panik saat Chintia dan Hesti tidak ada di kampus. Satpam fakultas mengatakan sudah tidak ada aktivitas perkuliahan lagi di malam hari.


"Kak, bagaimana ini? kita harus mencarinya dimana?" tanya Daniel


"Aku akan mencoba melacak ponsel Hesti, sabarlah," jawab Galih


15 menit kemudian untung saja Galih mampu melacak keberadaan ponsel Hesti.


"Nil, aku berhasil melacaknya mereka ada di suatu gedung," ucap Galih


"Kita harus secepat mungkin menjemput mereka disana," jawab Daniel


Tanpa berpikir panjang, Daniel yang sangat mengkhawatirkan istrinya langsung menyeret tangan Galih dengan berlari menuju mobil.


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2