Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
87. KEMARAHAN AYAH MERTUA


__ADS_3

Esok hari, Daniel dan Chintia menyantap sarapan pagi bersama Bu Rahma. Sejak kemarin Pak Bariq tidak pulang ke rumah karena menginap di rumah saudaranya yang sedang sakit. Suasana sangat tenang disaat tidak ada kehadiran Pak Bariq. Namun ketenangangan itu hilang saat Pak Bariq datang secara tiba tiba dan menanyan sosok laki laki yang ikut sarapan di meja makan.


"Siapa dia !" ucap Pak Bariq


Daniel langsung berdiri diikuti oleh Chintia dan Bu Rahma. Dengan tegas Daniel mengatakan kalau dirinya suami Chintia.


"Perkenalkan saya Daniel, suami dari Chintia," ucap Daniel


Degg...


Pak Bariq saat itu sangat terkejut ada sosok laki laki yang mengaku suami dari Chintia. Pak Bariq saat itu langsung menegur Chintia.


"Chintia, katakan pada Bapak. apakah ucapan laki laki itu benar ?" tanya Pak Bariq


"Iya Pak, Mas Daniel suamiku. itu sebenarmya alasan mengapa aku menolak perjodohan dari Bapak," jawab Chintia


"Tega kamu menghianati Bapak? kamu melanggar janjimu pada Bapak? apa yang dilakukan laki laki itu sehingga kamu terpaksa mau menikah denganya?" tanya Pak Bariq


"Pak, aku minta maaf. aku menikah dengan Mas Daniel sudah sejak empat bulan yang lalu karena kesalahpahaman. Mas Daniel menyelamatkanku dari preman yang hendak melecehkanku," jawab Chintia

__ADS_1


"Bapak sudah larang kamu keluar malam sejak kecil karena hal itu yang Bapak takutkan. Mengapa kamu melanggar pesan Bapak?" tanya Pak Bariq


"Pak, aku ingin mandiri. disana aku bekerja sebagai guru bimbel. kebetulan aku dapat jam malam. aku tidak ingin Bapak dan Ibu terbebani biaya kuliahku dan kebutuhanku disana," jawab Chintia


"Lalu mengapa kamu tidak bilang sejak awal? mau ditaruh dimana muka Bapak sekarang? Bapak tidak peduli, kalian harus berpisah." saut Pak Bariq


Degg


Daniel, Chintia dan Bu Rahma terkejut dengan keputusan yang diambil Pak Bariq. Daniel saat itu hanya bisa melihat Chintia dan Ibunua menangis mendengar keputusan Pak Bariq. Daniel dulu sudah berjanji untuk mempertahankan pernikahanya dengan Chintia. Dengan tegas, Daniel menolak berpisah dengan Chintia dihadapan Pak Bariq.


"Mohon maaf Pak, saya tidak mau berpisah dengan Chintia," ucap Daniel


"Saya tidak peduli, tinggalkan anak saya," jawab Pak Bariq


"Apa maumu? kamu mau uang? kamu mau warisan?" tanya Pak Bariq


"Saya tidak butuh semua itu. saya hanya ingin hidup bahagia bersama istri saya. Saya hanya meminta restu saja dari Bapak," jawab Daniel


Bu Rahma saat itu berlari mendekati suaminya berusaha meyakinkan dan menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Pak, mereka berdua sudah bahagia. Bapak sudah lihat kan? mereka berdua saling mencintai. suami Chintia ini orang bertanggung jawab. kita batalin aja perjodohanya." ucap Bu Rahma


"Tidak bisa, Bapak tetap akan menjodohkan Chintia dengan pria pilihan Bapak. Bapak akan mengurus surat perpisahan mereka berdua," jawab Pak Bariq


"Pak, aku tidak mau berpisah dengan Mas Daniel." saut Chintia


"Kamu ingin jadi anak durhaka? apa yang kamu banggakan dari suamimu. nanti kamu akan tahu calon suami pilihan Bapak. Calon suamimu akan mengajakmu membeli cincin lamaran hari ini untuk acaramu besok lusa," jawab Pak Bariq


"Tidak Pak, aku tidak mau. aku hanya mau hidup bersama Mas Daniel," saut Chintia


"Apa pekerjaan suamimu? apakah suamimu pengusaha seperti calon pilihan Bapak? Calon pilihan bapak adalah calon direktur ketika sudah menikah dengan kamu. kamu akan hidup bahagia bersamanya," ucap Pak Bariq


"Suami Chintia adalah mantan preman yang sekarang bekerja sebagai satpam di pos perumahan." saut seseorang yang tiba tiba datang di meja makan.


Degg...


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2