
Di kediaman rumah Chintia, acara pesta pertunangan sudah dimulai. Semua tamu undangan berhamburan datang untuk melihat pesta pertunangan di rumah Chintia. Selain itu tentunya banyak para tamu undangan menikmati berbagai macam makanan prsamanan yang lezat.
Jam sudah menunjukan pukul 18.00. Acara pesta masih diisi dengan lagu lagu dangdut. Zaka saat itu sudah berkumpul dengan tamu penting undanganya. Mereka saling bencengkrama sembari menunggu tamu penting perusahaan lainya datang untuk menyaksikan prosesi pemasangan cincin tunangan Zaka dan Chintia.
Sebenarnya semua tamu tamu penting sudah hampir semuanya datang. Namun terdapat satu tamu penting yang belum datang. Zaka dan tamu tamunya saat itu menanyakan keberadaan satu tamu penting tersebut. Tamu tamu penting yang bersama Zaka saat ini adalah adalah Leo, Ihsan, dan Kevin.
"Leo, apakah kamu sudah memastikan telah memberikan semua undangan pesta pertunanganku pada seluruh direktur yang aku undang?" tanya Zaka
"Iya Zak, aku bahkan menyuruh asistenku memberikanya," jawan Leo
"Tapi entah aku merasa ada yang ganjil. apakah kalian semua juga merasakanya?" tanya Zaka
Leo, Ihsan, Kevin sontak melihat lihat tamu undangan yang hadir. Saat itu Leo mengingat ada 18 tamu undangan penting yang hadir di pesta pertunangan Zaka. Namun saat Leo menghitungnya hanya ada 17 tamu undangan.
"Zak, setahuku kamu mengundang 18 tamu penting. tapi aku hanya melihat 17 tamu saja yang hadir," ucap Leo
"Iya dari laporan asistenku memang sebanyak 18 tamu penting diundang. menurutmu siapa yang tidak hadir?" jawab Zaka
"Zak, aku dari tadi tidak melihat Galih," ucap Ihsan
"Iya aku juga tidak melihat Galih," jawab Kevin
"Hah? Galih?" ucap Zaka
"Iya Zak, Galih salah satu pengusaha terkaya di jakarta," jawab Ihsan
"Oh benarkah? aku pernah mendengar namanya tapi belum tahu wajahnya," ucap Zaka
Kevin saat itu menyodorkan ponselnya kepada Zaka untuk menunjukan foto Galih.
"Zak, ini foto dari Galih, dia pengusaha kaya sekaligus memiliki kekuasaan 5 hotel di jakarta. tahun ini memang namanya baru baru ini melejit di dunia bisnis," ucap Kevin
Zaka melihat gambar orang yang melihat wajah Galih langsung terkejut dan mengingat sesuatu.
"Pria ini? bukanya orang yang menyerangku di kamar hotel? tapi aku tidak bisa memastikanya. saat itu aku berkelahi dengan pria di hotel itu tidak berfokus menatap wajahnya. mungkin aku salah lihat saja, tidak mungkin pria yang bertengkar sama aku itu Galih, dan mustahil juga si preman brengsek itu mempunyai kenapan orang perusahaan," batin Zaka
Leo, Ihsan, dan Candra nampak heran melihat Zaka terus melamun. Tanpa ragu Leo mengejutkam Zaka.
__ADS_1
"Zak, kok kamu diam saja," tegur Leo
"Iya nih, apa kamu menunggu Galih datang?" tanya Kevin
"Masih ada 30 menit lagi. kita tunggu saja Galih." jawab Zaka
"Tapi apakah tidak sebaiknya kamu mulai saja.mumpung sudah banyak tamu undangan," ucap Kevin
"Aku ingin pesta pertunanganku terpandang. semua tamu undangan harus menyaksikan prosesi pemasangan cincin. aku ingin semua orang tahu kalau Chintia adalah sah menjadi tunanganku. dan setelah pertunangan dalam kurun waktu satu bulan lagi aku akan menikah," jawab Zaka
"Ok, terserah kamu deh," saut Kevin
--------
Sementara di tempat lain, Chintia bersama Bu Rahma dan Bu Hartatik bencengkrama dengan para tetangga. Terdapat salah satu tetangga bernama Yayuk memuji keberuntungan Chintia dilamar oleh Zaka. Bahasa Jawanya yang medok atau khas sering kali membuat orang yang mendengarnya tertawa.
"Eh Chintia, awakmu iku jan beruntung banget oleh cah lanang sing ganteng resik, putih, ketambahan mapan pisan
(Eh Chintia, kamu itu beruntung banget dapat seorang laki laki yang ganteng cerah, putih, dan juga kaya lagi)" ucap Bu Yayuk
"Kapan Kapan anaku coba jaken lungo nang jakarta ben oleh cah lanang sing ganteng resik lek isok oleh sing mapan pisan koyok cah lanangmu,(Kapan kapan anaku coba ajaklah pergi ke jakarta, supaya dapat seorang laki laki yang ganteng cerah. kalau bisa dapat yang kaya juga kaya laki lakimu)" ucap Bu Yayuk
"Bu Yayuk, anake samean bar ngene lulus. mugi mugi isok kuliah nang jakarta bareng Chintia. syukur syukur isok oleh cah lanang sing ganteng lan mapan koyok Chintia,(Bu Yayuk, anakmu habis ini lulus. semoga bisa kuliah di jakarta bareng Chinta. syukur syukur bisa dapat seorang laki laki yang ganteng dan kaya seperti Chintia)" saut Bu Rahma
"Wah, amin bu..." jawab Bu Yayuk
"Kalian ngomong apa sih, aku tidak paham loh," ucap Bu Hartatik
"Hahaha...." (Bu Yayuk dan Bu Rahma tertawa)
Chintia kecewa ibunya ternyata senang dengan pesta pertunanganya hari ini. Chintia merasa Ibunya menghianati dirinya. Ingin sekali Chintia menangis, tapi dirinya menahanya. Melihat cengkrama dan tawa Ibunya, Bu Hartatik dan Bu Yayuk hati Chintia merasa sakit. Chintia takut malam ini akan menjadi tunangan Zaka. Tidak tahan dengan situasinyan sekarang, Chintia izin pada ibunya ke kamar mandi.
"Bu, aku izin ke kamar mandi dulu," ucap Chintia
"Ibu antar ya? takutnya kamu kepleset," tawar Bu Rahma
"Aku tidak apa apa, Ibu santai saja tidak usah khawatir," jawab Chintia
__ADS_1
Chintia beranjak dari duduknya kemudian berjalan menuju kamar mandi.Sesampainya di kamar mandi, Chintia meluapkan tangisnya yang sedari tadi ditahan.
Saat meluapkan tangisnys di kamar mandi, Chintia terkejut ada ketukan pintu dari luar. Chintia saat itu langsng membasuh mukanya dengan air lalu keluar dari kamar mandi.
"Ceklek"(Pintu kamar mandi terbuka)
Chintia membuka pintu kamar mandi terkejut melihat ibunya sedari tadi menunggunya diluar. Chintia terlanjur kecewa dengan Ibunya hanya lewat begitu saja tanpa menyapanya. Namun baru saja beberapa langkah berjalan, langka Chintia tiba tiba terhenti karena suatu ucapan dari Ibunya.
"Tolong, maafkan Ibu," ucap Bu Rahma
"Ibu tidak perlu minta maaf, aku sebentar lagi tidak akan merepotkan Ibu dan Bapak. Ibu dan Bapak sekarang bisa bahagia tanpa repot repot memikirkan diriku," jawab Chintia
"Chintia, Ibu tidak bermaksud melukai perasaanmu," ucap Bu Rahma menangis
"Tidak apa apa Ibu. jika memang aku harus dibuang dan menderita demi kebahagiaan Bapak dan Ibu, aku ikhlas menjalaninya. lbu tidak perlu menangis." jawab Chintia
"Chintia, Ibu hanya ingin kebahagianmu.Ibu hanya bisa pasrah sama pilihanmu. Ibu hanya minta sama kamu jangan pernah melupakan Ibu," saut Bu Rahma
"Walaupun aku tersakiti karena keluarga ini, aku tidak mau durhaka pada keluarga ini. yang saat ini aku pikirkan hanyalah kebenaran dan kenyataan," jawab Chintia
"Baiklah, Ibu mendukungmu Chintia. Ibu bersikap seperti itu pada Bu Yayuk dan Bu Hartatik karena ingin melancarkan juga rencanamu. Ibu tidak ingin mereka curiga kepadamu," ucap Bu Rahma
Chintia saat itu langsung memeluk ibunya dan menangis
"Terima kasih Bu," jawab Chintia
"Iya Chintia, kamu harus kuat. Ibu berada di pihakmu," saut Bu Rahma
"Iya Bu," jawab Chintia
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1