
Setelah berhasil mengikat Martin dan Gerry. Daniel melanjutkan perjalananya menuju Rumah Bu Hartatik untuk mencari Niken. Namun sebelum beranjak menuju rumah Bu Hartatik, Daniel teringat besok malam adalah hari pertunangan Zaka dan Chintia. Daniel berpikir pastinya keluarga Bu Hartatik sibuk mempersiapkan acara pertunangan Zaka dan Chintia.
Untuk memastikanya, Daniel mencoba menelpon Chintia untuk menanyakan keberadaan Niken.
Tut...Tut..
📞"Hallo, assalamulaikum Chin," ucap Daniel
📞 "Waalaikumsalam Mas," jawab Chintia lirih
📞 "Chintia, kamu baik baik saja?" tanya Daniel
📞 "Mas, kamu dimana? aku tidak ingin melakukan pertunangan besok Mas," jawab Chintia menangis
📞"Chintia, kamu tenanglah. Mas akan berusaha membatalkan pertunanganmu. sekarang Mas mau bertanya. apakah seluruh keluarga Zaka sudah kesana semua?" tanya Daniel
📞"Aku hanya melihat Bu Hartatik di rumah. sekarang lagi ngobrol sama Ibu di dapur buat getuk," jawab Chintia
📞"Chintia, Mas minta tolong sama kamu tolong tanyakan Bu Hartatik apakah Niken sudah kesana atau belum," ucap Daniel
📞"Iya Mas, kalau gitu aku menghampiri Bu Hartatik sebentar. nanti aku kirimi pesan." jawab Chintia
📞 "Baiklah, Mas tunggu. Chintia, apa kamu tidak merindukanku? aku sangat merindukanmu," ucap Daniel
📞 "Iya Mas, aku juga merindukanmu. Mas cepat datang ya, aku sudah gak bisa melakukan apa apa untuk membatalkan pertunangan besok. aku menunggumu Mas. aku berharap Mas bisa datang tepat waktu," jawab Chintia
📞"Mas akan berusaha. sekarang Mas dan Galih masih menjalankan rencana untuk membatalkan pertunangamu besok. sekarang Mas tidak peduli dengan keluarga Bu Hartatik. Mas harap kamu mendukung Mas," saut Daniel
📞"Iya Mas, semoga berhasil. aku tutup dulu teleponya. assalamualaikum," ucap Chintia
📞"Waalaikumsalam," jawab Daniel
__ADS_1
Tut...Tut....
------------
Setelah menutup teleponya, Chintia ingin mencari informasi tentang keberadaan Niken. Chintia berjalan menuju dapur menemui Bu Hartatik sedang memarut kelapa. Tanpa ragu, Chintia menghampiri Bu Hartatik mencoba bertanya tentang Niken.
"Bu Hartatik, Niken kok gak ada disini?" tanya Chintia
"Oh, Niken tidak mau ikut. Niken sangat keras kepala. dirinya lebih memilih menghadiri pesta ulang tahun Rosa hari ini dengan berlibur di ancol," jawab Bu Hartatik
"Hmm...berarti gak hadir di acara lamaran besok, Bu?" tanya Chintia
"Iya Chin, maafin Niken ya tidak bisa hadir," ucap Bu Hartatik
"Iya Bu, tidak apa apa," jawab Chintia
Chintia sontak memberitahu Daniel dengan mengiriminya pesan kalau Niken sedang berlibur di ancol merayakan ulang tahun Rosa.
📩 "Baiklah, habis dhuhur nanti Mas akan kesana," balas Daniel
📩 "Iya Mas," pesan Chintia
Setelah sibuk memainkan ponselnya. Chintia terkejut tiba tiba melihat Ibunya masuk ke dapur membawa banyaknya getuk yang disusun menjadi tumpeng.
"Ibu, Bu Hartatik kok getuknya dijadiin tumpeng?" tanya Chintia
"Besok kan ada acara lamaran kamu dengan Zaka. Hari ini Ibu mau bagi bagi getuk untuk jadi berkat di masjid," jawab Bu Rahma
"Kok gak nasi Bu? Biasanya kan Bapak sering bawa nasi dari masjid," tanya Chintia
__ADS_1
"Ibu ingin berbagi rezeki Ibu dengan para jemaah yang shalat di masjid. Dan juga sebagai bentuk rasa syukur Ibu yang bisnis getuknya lancar dan juga meminta doa pada para jamaah agar acara lamaranmu besok berjalan lancar," jawab Bu Rahma
Degg..
Chintia terkejut tidak menyangka Ibunya bakal secepat itu melupakan Daniel. Chintia marah pada Ibunya karena sama saja seperti ayahnya. Tanpa berpikir panjang, Chintia berkata terus terang pada Ibunya dan Bu Hartatik bahwa dirinya tidak ingin melakukan acara lamaran.
"Bu, aku minta maaf. aku masih mencintai suamiku. aku tidak ingin melakukan lamaran itu dengan Mas Zaka," ucap Chintia
"Chintia, kamu pasti bahagia dengan Zaka.Awalnya Ibu merestuimu dengan Daniel. Tapi melihat apa kenyataan yang ada Ibu mendukung kamu dan Zaka bersatu." jawab Bu Rahma
"Chintia lebih baik belajarlah mencintai Zaka. Zaka sangat tulus mencintaimu. kamu pasti bahagia dengan Zaka. Ibu mohon kepadamu lupakan suamimu itu. suamimu itu brandalan. Apa sih yang harus dibanggakan pada diri suamimu itu? suamimu pernah menghajar Zaka. Itu bukti sampai kapan pun suamimu itu preman dan dia tidak bisa berubah," saut Bu Hartatik
"Bu Hartatik, jangan hina suami saya. saya yakin seyakin yakinya. saya akan membuktikan kalau anak Ibu adalah preman yang sebenarnya. suami saya sudah berubah," jawab Chintia
"Chintia, jangan dibutakan oleh cinta. preman itu bukan pendamping yang cocok untuk dirimu," ucap Bu Hartatik
"Justru Mas Zaka yang dibutakan dengan cinta. Mas Zaka nekat merusak rumah tangga orang dengan cara liciknya. saya tidak membatalkan pesta pertunangan besok Bu, tapi saya yakin kebenaran akan menjawab berlangsung atau tidaknya acara pesta pertunangan besok malam," jawab Chintia
"Zaka adalah takdirmu. sementara preman itu bukan siapa siapa kamu sebentar lagi," saut Bu Hartatik
"Mas Daniel adalah takdirku. dan selamanya aku akan hidup bersamamya. Ibu hanya Ibu kontrakanku yang sekarang otoriter. saya tidak menyangka keluarga Ibu yang saya kira menyayangi saya justru menjadi penghancur dalam hidup saya. Tunggu saatnya kebenaran akan terungkap," ucap Chintia
Chintia sangat kecewa dengan Bu Hartatik. karena kekecewaanya baru kali ini membentak Bu Hartatik. Chintia terpaksa melakukanya karena tidak terima Daniel di hina. Setelah membentak Bu Hartatik, Chintia berlari sambil menangis menuju kamarnya meninggalkan Bu Hartatik dan Bu Rahma di dapur.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1