Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
206. ANTARA RINDU DAN BENCI


__ADS_3

"Nek, aku mau tanya sesuatu tentang ayah," ucap Galih


"Tanyakan," jawab Nenek Irah


"Apakah sekarang Nenek masih membenci ayah karena kejadian tempo dulu kakek mengusir ayah?" tanya Galih


Degg...


Nenek Irah terkejut dengan pertanyaan Galih tentang Purnama. Nenek Irah saat itu terdiam sejenak karena bingung dengan perasaanya sendiri. Galih yang melihat Nenek Irah terdiam mencoba mengulangi pertanyaanya.


"Nek, apakah nenek masih benci sama ayah?" tanya Galih


"Nenek bingung harus menjawab apa," jawan Nenek Irah


"Maksud Nenek?" tanya Galih


"Hendro Purnama Haidar Kusuma adalah anak satu satunya nenek dan kakekmu. nenek dan kakekmu sangat menyayanginya. Purnama memiliki segudang prestasi dan Kusuma Group berkembang pesat saat dirinya diangkat kakekmu menjadi CEO," jawab Nenek Irah


"Berarti Nenek menyanyagi ayah sampai sekarang?" tanya Daniel


Nenek Irah menggelengkan kepalanya lalu mengeluarkan air mata.


"Nenek membenci ayah?" tanya Daniel


Nenek Irah kembaki menggeleng.


"Lalu bagaimana perasaan nenek sekarang tentang ayah?" tanya Daniel

__ADS_1


"Kalian tahu, nenekmu ini bingung harus bilang apa jika kalian bertanya begitu. Purnama adalah anak nenek. jujur saja nenek merindukan Purnama. tapi disisi lain, nenek juga membencinya karena dia berkhianat kepada keluarga yang membuat kakekmu murka," jawab Nenek Irah


Galih dan Daniel saat itu merasa neneknya masih ragu dengan perasaanya. Hingga terlintas suatu pertanyaan Galih yang terlontar kepada neneknya.


"Nek, apa nenek tahu dimana keberadaan ayah?" tanya Galih


"Nenek tidak tahu. nenek sudah gak peduli lagi Purnama sekarang tinggal dimana, menikah dengan siapa, bagaimana keadaanya. nenek hanya berharap yang terbaik," jawab Nenek Irah


"Setelah kejadian kakek mengusir ayah, apa ayah pernah kembali kesini?" tanya Galih


"Nenek tidak tahu dan nenek sudah tidak peduli," jawab Nenek Irah


"Apa rasa sayang nenek saat itu hilang seketika pada ayah?" tanya Galih


"Masih ada, bagaiamana pun Purnama adalah anak nenek.tapi kamu tahu kan, nenek paling benci penghianatan," jawab Nenek Irah


"Setahu Nenek, Purnama setelah diusir kakekmu di rumah, Purnama melamarkerja di perusahaan Kusuma sebagai karyawa. Tapi..." lanjut Nenek terpotong


"Tapi kakek memecatnya, apakah nenek kecewa sama kakek?," potong Galih


"Iya, ada rasa kecewa itu pasti. karena tidak mungkin kita senang saat anak kesayangan kita di usir. benci, rindu semuanya ada," jawab Nenek Irah


Jawaban Nenek Irah tentu menurut Daniel dan Galih masih ambigu karena tidak konsisten. Galih dan Daniel memahami apa yang dirasakan neneknya.


"Nek, aku mengerti perasaan rindu dan benci nenek kepada ayah," ucap Galih


"Iya, entahlah sekarang dimana dirinya tinggal nenek sudah gak peduli. yang penting nenek selalu berharap yang terbaik untuk Purnama," jawab Nenek Irah

__ADS_1


"Menurut Nenek apa penghianat bisa dimanfaatkan jika sudah menyesali perbuatanya?" tanya Galih


"Tergantung, apa kelakuan penghinat itu pantas dimaaflan atau tidak," jawab Nenek Irah


"Kalau ayah, bagaimana menurut Nenek?apa Nenek akan memaafkan ayah?" tanya Galih


"Itu pilihan berat, Nenek tidak bisa menjawabnya," jawab Nenek Irah


"Nenek apa masih tidak membukaan pintu maaf untuk ayah?" tanya Galih


"Insyallah, nenek tidak tahu. jangan tanya hal hal itu lagi. nenek tidak suka mengingatnya. nenek jadi rindu kakekmu, nenek butuh waktu untuk menjawabnya," jawab Nenek Irah


"Baik Nek," jawab Galih dan Daniel


"Sekarang kalian berangkatlah ke kantor, nenek mau ke kamar dulu mau istirahat," ucap Nenek Irah


"Iya Nek," jawab Galih dan Daniel


Nenek Irah saat itu beranjak berdiri dari kursinya lalu meninggalkan Galih dan Daniel di meja makan. Setelah nenekya kembali ke kamar, Galih dan Daniel segera menuju kantornya.


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2