
Chintia yang penasaran dengan teka teki yang diberikan Daniel kepadanya. Daniel yang masih terdiam memikirkan rangkaian kata kata untuk bicara membuat Chintia jadi tidak sabar.
"Mas, cepat katakan apa teka tekinya? aku nggak sabar ingin menjawabnya," ucap Chintia
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Daniel
"Siap Mas, aku akan menjawab teka tekimu itu," jawab Chintia
"Baiklah, dengarkan cerita Mas," saut Daniel
"Putra menikah dengan seorang Putri. Putra menikah dengan Putri karena keadaan terpaksa. menurutmu apakah mungkin Putra dan Putri saling mencintai dan menyayangi?" tanya Daniel
Chintia memikirkan kasus antara Putra dan Putri adalah sama seperti kisahnya bersama Daniel. Chintia yang sudah memikirkan jawabanya langsung mengatakanya pada Daniel.
"Mungkin saja Mas, Putra dan Putri akan saling mencintai seiring berjalanya waktu karena saling terbiasa dan adaptasi dengan keadaan." jawab Chintia
"Nah, berikutnya Putra sangat menyayangi Putri. Namun dulu Putra seorang penjahat. Apakah Putri menyayangi Putra?" tanya Daniel
"Putri pastinya menyanyangi Putra. jika Putra berubah," jawab Chintia
"Terus kesimpulanya apakah Putra dan Putri saling mencintai?" tanya Daniel
"Iya pastinya Mas, Putra sudah mencintai Putri dan Putri mencintai Putra karena bukan penjahat." jawab Chintia
Chintia merasa dalam teka teki yang diberikan Daniel, dirinya merasa berperan sebagai Putri sementara Daniel berperan sebagai Putra. Chintia yang meyakini hal itu masih penasaran dengan hal yang membuat Daniel mendiamkanya. Tanpa ragu Chintia menanyakanya pada Daniel.
"Mas, sebelumnya apakah kisah Putra dan Putri adalah perumpamaan kisah mas dan aku?" tanya Chintia
"Iya benar," jawab Daniel
__ADS_1
"Aku masih belum menemukan alasan kuat mengapa Mas mendiamkanku," saut Chintia
"Kamu akan bisa menjawabnya setelah ini," jawab Daniel
"Masih ada teka teki ?" tanya Chintia
"Iya, Mas masih ada satu teka teki lagi," ucap Daniel
"Baik Mas, ceritakan saja padaku," jawab Chintia
"Putra dan Putri saling mencintai, Namun ada suatu kejadian Putri diam diam dibelakang Putra mengatakan sesuatu pada temanya. Putri mengatakan kalau Putra hanya sepupu dari Putri. Dan tanpa Putri sadari Putra tidak sengaja mendegarnya." ucap Daniel
Degg..
Chintia seketika terkejut dengan teka teki terakir yang diberikan Daniel. Chintia memang mengatakan pada Hesti dan Melati kalau Daniel adalah sepupunya. Chintia merasa bersalah pada Daniel, dirinya mengatakan itu bukan karena malu melainkan tidak siap menghadapi kenyataan kedepanya.
"Menurutmu?" saut Daniel
"Mas, apa hal itu yang membuat Mas marah sama aku dan sampai mendiamkan aku?" tanya Chintia
"Kalau kamu ada di posisi Mas, apa kamu marah?" saut Daniel
"Mas, aku minta maaf. aku mengatakan itu bukan karena malu punya suami seperti Mas. Mas jangan salah paham, aku memiliki alasan lain dibalik ucapanku itu," jawab Chintia menangis
"Apa alasanya? ceritakan saja," saut Daniel
"Mas, aku takut jika teman temanku tahu pernikahanku teman temanku akan menganggapmu jahat kepadaku Mas. aku juga takut jika suatu saat Ibu dan Bapak tahu aku sudah menikah. Bapak Ibu akan marah dan kecewa kepadaku. dan itu juga alasan mengapa aku belum mencintaimu sepenuhnya dan melayanimu Mas, aku tak berdaya Mas," jawab Chintia menangis
Daniel terkejut alasan Chintia menganggap dirinya sepupu karena ingin melindunginya. Peraasaan Chintia sekarang jelas campur aduk. Daniel merasa bersalah telah berpikir buruk tentang Chintia. Daniel kembali memeluk erat Chintia kemudian meminta maaf pada Chintia.
__ADS_1
"Chintia, Mas minta maaf. Mas bodoh telah membuat dirimu semakin tak nyaman dan tertekan," ucap Daniel
"Mas, aku yang salah,aku sudah buat hati Mas terluka," jawab Chintia
"Lebih baik Mas harus segera menemui orang tuamu. Mas yang akan tanggung jawab. Mas yang akan menjelaskan semuanya," saut Daniel
"Mas, aku takut Bapak dan Ibuk tidak merestui kita. aku juga tidak mau durhaka Mas. aku belum siap menerima kenyataan pahit itu Mas," ucap Chintia
"Jangan takut, kita belum mencobanya. apapun yang terjadi, percayalah sama Mas, semua akan baik baik saja," jawab Daniel
"Iya Mas" saut Chintia
"Hmm...sekarang pakailah pakaianmu, kita pulang ke kontrakan. pakai juga jaket Mas untuk menutupi pakaian kamu yang sobek," ucap Daniel
"Baik Mas," saut Chintia
Setelah memakai pakaianya, Daniel membawa Chintia pulang naik taksi.Sementara Zaka masih dalam keadaan pingsan didalam kamar
10 menit kemudian, Zaka terbangun dari pingsanya melihat kamar hotel yang dipesanya tidak ada seseorang. Zaka sangat kesa dan frustasi. Lagi lagi Daniel menghancurkan rencananya memikiku Chintia seutuhnya. Zaka berjanji pada dirinya sendiri akan membalas dendam merebut Chintia dari Daniel.
"Awas saja kau, aku tidak akan menyerah.Chintia hanya miliku !!! hanya miliku !!! Dia miliku !!! aku harus merebut Chintia dari preman brandalan itu," gumam Zaka
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1