Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
65. MENGAKUI KESALAHAN


__ADS_3

--- Di Kampus ---


Esok hari Chintia dan teman teman kelas lainya mengikuti jam mata kuliah Fisika Dasar. Dua jam pembelajaran berlangsung akhirnya jam menunjukan wakti istirahat. Di jam istirahat, semua mahasiwa di kelas pada berhamburan menuju kantin. Termasuk Niken, Rosa, dan Maria yang hendak pergi bersama sama menuju kantin.


"Eh, kita ke kantin yuk? nanti keburu habis soto ayamnya," ucap Niken


"Kamu traktir ya, Ken? sesuai janjimu semalam. kamu akan memberiku hadiah jika aku sukses bantuin kamu," jawab Rosa


"Alah, ujungnya kamu ninggalin aku di hadapan preman sialan itu. gak jadilah, kamu gagal bantu aku," ucap Niken


"Yah, tega banget kamu Ken, aku kan juga takut berhadapan dengan preman itu," jawab Rosa


"Ok, aku maafin. aku traktir deh kalian berdua. sekarang ayo kita pergi ke kantin." ucap Niken


"Ok bos," saut Rosa


"Maaf, kalian duluan aja aku nggak ikut gabung dulu," ucap Maria


Niken dan Rosa terkejut saat mendengar ucapan Maria yang tidak mau ikut ke kantin. Niken dan Rosa merasa ada sesuatu yang membebani pikiran Maria. Tanpa berpikir panjang Niken bertanya pada Maria.


"Eh Maria, kamu kok tumben gak mau bareng kita ke kantin?" tanya Niken


"Iya nih, mukamu kusut banget dah. jangan bilang kamu sekarang kepikiran tugas mata kuliah fisika tadi yang horornya kaya demit. amit amit deh,"goda Rosa


"Eh, Maria, jangan banyak pikiran dong, banyak uban nanti rambutmu," saut Niken


"Aku tidak apa apa. jangan khawatir," ucap Maria


"Kamu ada masalah ya?" tanya Niken


"Entahlah, aku merasa bersalah saja pada Chintia kemarin," jawab Maria

__ADS_1


Niken dan Rosa mengenyitkan dahinya saat mengetahui Maria merasa bersalah pada Chintia. Niken tidak bisa tinggal diam, dirinya menegur Maria dengan alasan dirinya tidak ingin Maria menjadi luluh dihadapan Chintia


"Sejak kapan kamu mulai peduli dan merasa bersalah sama gadis itu? sadarlah, dia gadis sok polos yang minta dikasihani," tanya Niken


"Aku tidak tahu. tapi aku merasa Chinta gadis yang baik," jawab Maria


"Oh, kamu berani menghianatiku?" tanya Niken


"Maaf, mulai sekarang aku tidak mau ikut campur urusanmu dengan Chintia," jawab Maria


"Hei Maria, benar kata Niken. kamu jangan tertipu sama sikap sok polosnya dia. apalagi dia istri dari preman," ucap Rosa


"Terserah kalian menganggapnya apa, aku tak peduli. kalian berdua bisa duluan saja ke kantin," jawab Maria


"Dasar wanita lembek, ayo Ros aku traktir kamu soto ayam di kantin." ucap Niken


"Ok Bos..." jawab Rosa


Niken dan Rosa pergi ke kantin meninggalkan Maria dalam kelas. Setelah kepergian Niken dan Rosa, Maria berinisiatif pergi ke perpustakaan kampus untuk meminjam buku.


Di Perpustakaan, Maria sedang mencari buku kimia organik untuk referensinya mengerjakan tugas. Saat mencari buku, tidak sengaja Maria melihat Chintia terduduk membaca buku di bangku yang tersedia. Maria berinisiatif menghampiri Chintia dan mencoba mengajaknya mengobrol.


"Hai Chintia," sapa Maria


"Eh, Hai Maria," jawab Chintia


"Kamu baca buku apa?" tanya Maria


"Aku baca buku dasar ilmu pendididikan," jawab Chintia


"Oh, kalau aku baca buku kimia organik buat referensi tugas besok. apa kamu sudah selesai?" tanya Maria

__ADS_1


"Iya, aku sudah selesai." jawab Chintia


"Wah, keren kamu Chin, yang lain pada ngerjain tugasnya sistem kebut semalam kamu udah selesai duluan aja nih. aku boleh tanya tanya ya kalau nanti gak bisa?" saut Maria


"Iya boleh," jawab Chintia


"Terima kasih ya Chin, kamu ternyata baik banget, aku jadi nyaman deh temenan sama kamu," ucap Maria


"Iya Maria, sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan. kita patut saling tolong menolong antar sesama." jawab Chintia


Lontaran kata mutiara Chintia meyakinkan Maria kalau memang benar Chintia adalah orang yang baik. Maria merasa bersalah dan menyesal karena ikut rencana bodoh Niken mengerjai Chintia. Rasa bersalah dan menyesal akhirnya membuat hati Maria tergerak untuk mengakui kesalahanya. Tanpa berpikir panjang, Maria menangis meminta maaf pada Chintia.


"Chintia, aku minta maaf, kejadian di pesta kemarin adalah rencana Niken dan Rosa. aku disana ikut terlibat, aku menggiringmu duduk di kursi taman hingga rok mu robek. semua itu adalah bagian strategi mengerjaimu kemarin. Aku menyesal, aku merasa bersalah, aku mohon maafkan aku," ucap Maria menangis


Chintia melihat Maria meminta maaf kepadanya dengan tulus.Chintia juga melihat kepedulian Maria kepadanya kemarin malam. Dengan tulus juga akhirnya Chintia memaafkan Maria.


"Maria, jangan menangis. aku sudah memafkanmu. aku juga berterima kasih malam itu kamu masih peduli denganku. walaupun kamu sendiri tahu lagi sedang mengerjaiku tapi kamu ikut andil menolongku. kita lupakan saja masalah itu." jawab Chintia


"Sebenarnya aku sudah mau minta maaf Chin saat itu, aku malu dan takut ketahuan Niken dan Rosa," ucap Maria


"Udah Maria, aku tidak apa apa kok, jangan diungkit lagi. berhentilah menangis," jawab Chintia


"Terima kasih kamu telah memaafkanku Chin," ucap Maria


"Sama sama, udah jangan sedih sedih. habis ini jam istirahat selesai, ayo kita balik ke kelas dulu," saut Chintia


"Iya Chin," jawab Maria


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2