Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
178. KEMBALI BERTEMU


__ADS_3

Malam hari, setelah puas bermain dengan Erlan. Fiona berpamitan kepada Chintia dan Hesti.


"Chintia, Hesti, aku pamit dulu ya, udah malam soalnya," ucap Fiona


"Iya Fi, sering sering mampir ya? Erlan suka kalau aunthy Fiona datang," jawab Chintia


"Pasti dong, aunty Fiona bakal sering sering mampir ketemu si ganteng, uh...gemess..." ucap Fiona mencolek pipi Erlan


Fiona kemudian berpamitan dengan Hesti dan Chintia kemudian mengemudikan mobilnya menuju jalan rumah.


Dalam perjalananya menuju rumah, Fiona melihat bensin di spedometernya hampir habis. Tanpa berpikir panjang, Fiona melajukan mobilnya di pom bensin..


"Sebaiknya aku isi penuh bensin mobilku, biar besok berangkat kuliah gak kehabisan bensin," ucap Fiona


10 menit kemudian, mobil yang dikemudi Fiona memasuki kawasan pom bensin. Saat itu Fiona berada di jalur pertalite untuk mengisi mobilnya. Sesampainya di jalur pertalite, seorang pria petugas pom bensin bertanya pada Fiona.


"Selamat malam mbak, isi pertalitenya berapa?" tanya petugas pom bensin


Fiona merasa tidak asing dengan wajah petugas pom bensin itu. Tanpa ragu Fiona bertanya pada perugas pom bensin itu.


"Mas nya tadi sore jualan ikan hias kan?" tanya Fiona


"Iya Mbak," jawab pria itu


Fiona saat itu pandanganya terfokus siku pria itu.


"Mas, itu sikunya masih berdarah bekas kecelakaan tadi, Mas belum obati lukanya ya?" tanya Fiona


Petugas pom bensin itu tidak mau terus terusan di cecar oleh Fiona. Dengan cepat, petugas pom bensin itu mengalihkan perhatian Fiona dengan melanjutkan pekerjaanya.

__ADS_1


"Maaf, diisi berapa Mbak bensinya?" tanya pria itu


"Isi penuh saja Mas," jawab Fiona


"Baik mbak, isi penuh dimulai dari angka nol," saut pria itu


Petugas pom bensin itu mengisi bensin di mobil Fiona, setelah selesai langsung mengatakan total biaya bensin pada Fiona.


"Isi penuh 77.000 Mbak," ucap pria itu.


"Ini uangnya, gak usah kembalian. ambil saja," jawab Fiona


Fiona memberikan uang 100.000 pada petugas pom bensin.Petugas pom bensim sontak tidak mau menerimanya.


"Tidak Mbak, tunggu...ini kembalianya," saut pria itu


"Ambil saja, tidak apa apa," ucap Fiona


"Mbak...Mbak...Mbak..." teriak pria mengetuk kaca mobil Fiona


Sempat sedikit mengejar tapi petugas pom bensin itu tidak berhasil mengejar Fiona. Petugas pom bensin itu akhirnya pasrah karna Fiona langsung melajukan mobilnya lumayan cepat. Tapi petugas pom bensin itu berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu saat nanti dirinya bertemu dengan Fiona, dirinya akan mengambilkan uang itu.


"Ini bukan uangku, suatu saat nanti jika aku bertemu wanita itu, aku berjanji akan kembalikan uang itu," batin pria itu


------ Rumah Sakit -----


Jam sudah menunjukan pukul 04.00 shubuh. Di rumah sakit, Bu Halimah terbangun dari tidurnya bergegas ke mushola melakukan shalat shubuh. Setelah shalat shubuh, Bu Halimah duduk didekat suaminya yang masih tertidur. Bu Halimah menangis melihat kondisi suaminya yang lemah tak berdaya.


"Pak, ibu berdoa agar bapak cepat sembuh. sekarang alhamdulillah ibu bisa membawa bapak ke rumah sakit karena bantuan majikan ibu namanya Pak Daniel. Pak Daniel sekeluarga sangat baik sama keluarga kita. semoga dengan perawatan di rumah sakit bapak bisa segera pulih, kembali kumpul sama keluarga, Ihsan juga pasti seneng lihat bapak sembuh," ucap Bu Halimah menangis

__ADS_1


Tak lama kemudian, Ihsan masuk kedalam ruangan ayahnya langsung memeluk ibunya. Sebenarnya Ihsan sudah datang dari tadi, tapi saat mau masuk kedalam, Ihsan ikut sedih melihat ibunya bersedih. Ihsan tidak mau menangis didepan ibunya sehingga sebelum masuk kamar, Ihsan menguatkan dirinya sebelun masuk menemui ibunya.


"Buk," ucap Ihsan memeluk ibuknya


"Nak, kamu sudah pulang kerja?" tanya Bu Halimah


Ihsan melepas pelukanya lalu menjawab pertanyaan ibunya.


"Sudah Bu, sekarang ibu bisa pulang. biar Ihsan yang jaga bapak," jawab Ihsan


"Sudah shalat shubuh?" tanya Bu Halimah


"Sudah Bu, sebelum pulang dari pom bensin, Ihsan shalat shubuh berjamaah sama teman Ihsan," jawab Ihsan


"Baiklah Nak, ibu akan pulang sebentar dan sebelum berangkat kerja ibu akan kesini lagi membawakan kamu makanan untuk sarapan," ucap Bu Halimah


Saat Bu Halimah hendak berdiri, Ihsan memegang kedua tangan ibunya dan mengucap sesuatu.


"Buk, Ihsan minta maaf belum bisa jadi orang sukses untuk bahagiain bapak sama ibuk. ibuk sekarang harus ikut memikul beban. ibu bekerja setengah hari menjadi baby sister," ucap Ihsan


"Nak, ibu justru yang minta maaf sama kamu. ibu sebenarnya gak tega Nak, ibu gak tega tiap hari kamu pagi, siang, sore, malam terus bekerja. jaga kesehatan ya Nak, Ibu tidak mau kamu sakit," jawab Bu Halimah


"Iya Buk, Insyallah Ihsan bisa menjaga diri," saut Ihsan


Bu Halimah dan Ihsan saling berpelukan. Kemudian, jam sudah menunjukan pukul 05.00 pagi.Bu Halimah berpamitan dengan Ihsan untuk pulang sebentar.


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2