
3 hari kemudian,
Nenek Irah bangun pagi pagi berteriak memanggil Galih dan Hesti. Hesti yang saat itu sudah di dapur berlari menuju kamar Nenek, sementara Galih masih di kamarnya terlelap setelah shalat shubuh.
Hesti langsung berlari saat itu takut terjadi apa apa dengan Nenek Irah. Namun sesampainya di kamar, Hesti merasa lega neneknya hanya terduduk di ranjang dengan keadaan sehat.
"Nek, alhamdulillah nenek baik baik saja. tadi Hesti panik Nek," ucap Hesti
"Hesti, maafin nenek ya? tadi nenek hanya mau minta tolong diantarin ke dapur. Nenek mau buat kue cubit," jawab Nenek Irah
"Nek, biar Hesti saja yang buatkan kue cubitnya untuk nenek. untuk resepnya mudah, Hesti bisa cari di internet Nek," ucap Hesti
"Hei, dasar anak muda zaman sekarang. selalu saja mengandalkan internet. kamu harus belajar membuatnya dari Nenek. Nenek akan tunjukan kepadamu cara membuat kue cubit yang enak," jawab Nenek Irah
"Iya Nek, tapi sebenarnya ada apa, Nek? kok nenek tiba tiba pingin buat kue cubit?" tanya Hesti
"Nenek mau ke kantor bertemu dengan Putra, kue cubit itu untuk Putra. Nenek ingin ketemu dengan Putra," jawab Nenek Irah
"Baik Nek," saut Hesti
Hesti saat itu membantu Nenek Irah duduk di kursi roda. Setelah membantu Nenek Irah duduk dikursi roda, Hesti mengantarkan Nenek Irah di dapur. Sesampainya di dapur, Hesti saat itu menanyakan sesuatu pada Nenek Irah.
"Nek, apakah nenek sudah izin sama Mas Galih kalau hari ini ingin pergi ke kantor?" tanya Hesti
"Galih pasti mengizinkan nenek pergi kesana," jawab Nenek Irah
"Baik Nek, sekarang aku akan bantu nenek buat kue cubitnya sambil melanjutkan masak menu sarapan," ucap Hesti
"Iya baiklah, tolong kamu ambilkan mixer diatas lemari dapur," jawab Nenek Irah
"Iya Nek," saut Hesti
40 menit kemudian
Hesti menyiapkan menu sarapan di meja makan sambil membantu nenek menyajikan kue cubit yang dibuatnya di meja makan.
Di meja makan, Galih yang sudah siap dengan seragam kantornya melihat kue cubit di meja makan. Galih saat itu sangat yakin kue cubit di meja makan buatan Nenek Irah. Semasa kecil, Nenek Irah sering membuatkan kue cubit untuk Galih.
__ADS_1
"Nek, ada acara apa ini? kok tumben nenek buat kue cubit? aku gak ulang tahun lho Nek," tanya Galih
"Nggak ada acara apa apa Lih, Nenek hari ini mau menemui Putra di kantor. Nenek ingin memberikan kue cubit buatan Nenek untuk Putra," jawab Nenek Irah
"Nek, bagaimana kalau Galih antar saja kue cubit buatan nenek? nanti biar Galih kasihkan ke Daniel," tawar Galih
"Nggak bisa, pokoknya nenek tetap mau pergi ke kantor," jawab Nenek Irah
"Tapi Nek..." ucap Galih terpotong
"Keputusan nenek sudah bulat. nenek mau pergi ke kantor," potong Nenek Irah
"Atau gini saja Nek, nanti malam kita makan malam lagi di rumah. nanti biar Galih ajak Daniel dan istrinya," ucap Galih
Galih menolak neneknya ikut berangkat ke kantor karena Galih tidak ingin neneknya membuat keributan. Nenek Irah adalah orang yang membudayakan tradisi tata krama adat jawa. Jadi sikap formal yang diterapkan di perkantoran tidak berlaku bagi Nenek Irah.
Dulu pernah kejadian Nenek Irah marah marah kepada resepsionis karena tidak mengucap salam dengan benar kepadanya. Selain itu, Nenek Irah juga marah marah karena karyawan disana saat menyapanya sambil tidak berhenti berjalan. Para karyawan hanya menundukan kepalanya dengan sedikit tersenyum kepada Nenek Irah.
Tentunya, Nenek Irah merasa tidak terima. Nenek Irah langsung menyidak seluruh karyawan di kantor. Nenek Irah tidak peduli dengan etika formal perkantoran. Dengan tegas, Nenek Irah menyuruh para karyawan yang melihat dirinya harus mencium punggung tanganya dan mengucap salam dengan benar. Sungguh, kejadian itu menbuat Galih berpikir lebih baik Nenek Irah di rumah saja.
author : Nenek Irah jozz wkwk😅
"Baiklah, nenek setuju idemu itu. tapi pastikan Putra memakan kue cubit buatan nenek," ucap Nenek Irah
"Siap Nek," jawab Galih
---- Di Kantor ----
Sesuai perintah Nenek Irah, Sesampainya di kantor Galih memberikan kue cubit buatan Nenek Irah kepada Daniel.
"Nil, ini kue cubit buatan nenek untukmu," ucap Galih
"Hah? Untuku kamu bilang?" tanya Daniel
"Iya makanlah, rasa kue cubit buatan nenek iku enak lho," jawab Galih
"Baiklah aku akan coba," saut Daniel
Daniel memakan kue cubit buatan Nenek Irah dengan lahap. Bagi Daniel rasanya kue cubit buatan Nenek Irah sangat enak. Menurut Daniel rasanya mirip sekali dengan buatan ibunya dulu.
__ADS_1
"Lih, rasanya enak banget, kue cubit buatan nenekmu rasanya mirip dengan buatan ibuku dulu," ucap Daniel
"Kamu juga sering makan?" tanya Galih
"Iya, dulu ibu sering membuatkanya untuku. aku jadi merindukan ibuku," jawab Daniel
Daniel saat itu tak sadar air matanya menetes. Entah apa yang dilakukan Galih saat itu, melihat Daniel menangis Galih langsung mengusapnya mata Daniel dengan tanganya layaknya seorang kakak yang sedang menenangkan dan menghibur adiknya.
"Hei Nil, jangan nangis. laki laki kok nangis, kalau kamu nangis aku akan foto kamu terus aku kirimkan fotomu ke Chintia," hibur Galih
"Hei kurang ajar, aku hanya keculek. awas kamu, jangan macam macam," jawab Daniel
"Haha...baiklah akhirnya kamu kesel juga," saut Galih
"Sialan kamu, tunggu pembalasanku..." jawab Daniel
"Ok aku nyerah. Oh iya, aku mau mengajakmu makan malam bersama istrimu di rumahku. kamu mau kan? ini keinginan neneku," ucap Galih
"Hmm...baiklah nanti aku akan mengabari Chintia," jawab Daniel
"Ok, dua jam lagi kita kedatangan tamu dari perusahan TOQ. Perusahaan TOQ mau menjalin kerja sama dengan perusahaan kita. persiapkan dirimu, kamu harus mendampingiku," ucap Galih
"Siap Pak Bos," jawab Daniel
Visual Tokoh
Nenek Irah
nb : biar makin kenal nenek irah
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1