
---- Di Rumah Galih ----
Malam hari, Daniel dan Chintia memenuhi undangan makan malam dari Galih. Nenek Irah sangat senang dengan kedatangan Daniel dan Chintia di rumahnya. Bahkan Nenek Irah menyambut Daniel dan Chintia di depan pintu.
"Wah, tamu nenek sudah datang. selamat datang di rumah ini. hari ini nenek bahagia sekali," ucap Nenek Irah
"Iya Nek, terima kasih undangan makan malamya," jawab Daniel
"Justru neneklah yang berterima kasih pada kalian, akhirnya kalian mau datang makan malam di rumah nenek. sekarang kalian masuklah, nenek yang masak hari ini," ucap Nenek Irah
"Beneran nenek masak makan malam hari ini?" saut Galih tiba tiba
"Hesti bantuin nenek masak sih hehe, ayo cepetan masuk nanti keburu dingin makananya," jawab Nenek Irah
"Iya Nek," jawab Daniel dan Chintia bersamaan.
Di meja makan....
Hari ini Nenek Irah memasak banyak makanan untuk makan malam. Saat makan malam berlangsung Nenek Irah pandanganya tertuju pada Daniel yang menyanyap dengan lahap sayur sop buatanya. Nenek Irah tentunya senang melihatnya. Tanpa ragu, Nenek Irah menyruh Daniel menambah nasi.
"Putra, ayo nambah lagi nasinya, habisin sop nya, sepertinya kamu sangat menyukainya," ucap Nenek Irah
Merasa asing dipanggil dengan sebutan Putra, Daniel saat itu memaklumi kalau Nenek Irah mungkin merindukan cucunya yang bernama Putra. Tanpa protes, Daniel merespon ucapan Nenek Irah dengan sopan.
"Iya Nek, jujur saja masakan Nenek enak," jawab Daniel
"Iyalah, masakan nenek pasti enak, itu resep turun temurun. gak ada yang namanya resep dari internet yang kebanyakan penyedap itu," saut Nenek Irah
Nenek Irah kemudian melirik Hesti dan Chintia.
__ADS_1
"Kalian berdua kalau masak jangan sedikit dikit pakai penyedap atau apapun itu sejenisnya. kebanyakan penyedap tidak baik untuk kesehatan," ucap Nenek Irah
"Eh, Iya Nek," jawab Chintia dan Hesti bersamaan
"Baiklah, sekarang kalian makanlah. semua makanan ini nenek yang masak.Hesti hanya bantu sedikit," ucap Nenek Irah memuji dirinya sendiri
"Iya Nek," jawab semua bersamaan
"Iya deh, semua makanan ini adalah masakan nenek. nenek lah pemenangnya. yah, gimana Hesti mau ikut bantuin nenek masak? kalau di dapur Hesti hanya boleh suruh kupas bawang, potong sayuran dan ngulek sambal. hari ini aku merasa kena karma dari Mas Galih. Ya Tuhan nasibku...." batin Hesti
14 menit kemudian
Makan malam sudah selesai. Nenek Irah saat itu mengajak Daniel dan Chintia berbincang. Hingga akhirnya nenek bertanya sesuatu pada Daniel.
"Putra, gimana rasa kue cubit buatan nenek tadi pagi?" tanya Nenek Irah
"Almarhum ibumu?" tanya Nenek Irah
"Iya Nek, semasa ibuku masih hidup, sejak kecil ibuku sering membuatkan kue cubit untuku. makanya aku langsung teringat masakan ibuku saat makan kue cubit buatan nenek," jawab Daniel
"Nenek dulu juga sering membuat kue cubit untuk Galih. Nenek bahkan mengajari menantu nenek atau ibunya Galih membuat kue cubit," ucap Nenek Irah
"Maaf Nek jika menyinggung, ibu Galih sekarang dimana, Nek?" tanya Daniel
"Entahlah, nenek tidak tahu, nenek sungguh kecewa sama ibu Galih yang tak lain adalah menantu kesayangan Nenek. dia Olivia namanya," jawab Nenek Irah
"Hah Olivia?" tanya Daniel.
"Kamu mengenalnya?" tanya Nenek Irah
__ADS_1
"Ibuku namanya juga Olivia Nek," jawab Daniel
"Iya Olivia, dia wanita yang kejam yang menghancurkan kebahagiaan keluarga kami. demi laki laki lain Olivia meminta cerai pada suaminya yang tak lain suaminya adalah anaku Purnama. selain itu dia juga memisahkan Galih dan Putra saat masih kecil. Olivia membawa kabur cucuku Putra bersama laki laki lain," jawab Nenek Irah sedih
Galih yang melihat Daniel merasa terusik dengan ucapan Nenek Irah merasa tidak enak. Dan juga Galih yang melihat neneknya mulai tak terkontrol berbicara juga takut neneknya semakin tak terkendali. Tidak ada cara lain, Galih berusaha menenangkan Daniel dan neneknya.
"Daniel, maaf kalau kamu merasa tidak nyaman. nenek tidak bermaksud menghina ibumu. mungkin kebetulan saja nama ibu kita sama ya Nil," ucap Galih
"Iya Galih aku mengerti," jawab Daniel
Galih menoleh kearah Nenek
"Nek sudah, lebih baik nenek sekarang istirahat," ucap Galih
"Tidak Galih, nenek sekarang bertemu dengan cucuku Putra. aku yakin dia adalah Putra yang dibawa Olivia. Dimana sekarang Olivia? aku tidak akan memaafkanya, dia wanita kejam yang menghancurkan keluarga ini," jawab Nenek Irah
"Maksud Nenek?" tanya Daniel
"Nenek yakin kalau kamu adalah Putra cucuku yang dibawa kabur Olivia," jawab Nenek Irah
Degg
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1