Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
47. PERTENGKARAN


__ADS_3

Di dalam kamar hotel, Chintia yang dari tadi pingsan akhirnya dirinya tersadar. Chintia kemudian terduduk terkejut melihat seorang pria bertelanjang dada di depan lemari. Pria itu membelakangi Chintia tidak menunjukan wajahnya sehingga Chintia hanya busa menatap punggungnya. Chintia sangat panik, dirinya teringat kalau tadi malam dirinya diculik oleh preman.Tanpa ragu Chintia berusaha tak mengeluarkan suara karena dirinya ingin kabur. Namun langkah Chintia sia sia ketika pria itu menegurnya tanpa menoleh.


"Mau kemana kamu?" tanya Pria itu


"Mau pipis," jawab Chintia asal


Pria itu tertawa kecil mendengar suara Chintia yang lucu saat ingin buang air kecil. Chintia menjadi ketakutan mendegar suara tawa pria itu. Tanpa ragu, Chintia nekat berlari cepat menuju pintu kamar secara tiba tiba.


"Ceklek...Ceklek..." (Chintia menario gagang pintu tapi terkunci)


"Hah ? terkunci?" ucap Chintia lirih


"Mau kemana gadis cantik?" saut pria itu berbalik badan menghampiri Chintia


Chintia membalikan badanya terkejut melihat sosok pria yang berada di kamar hotel bersamanya. Chintia sungguh tak menyangka , dirinya mengenali pria itu bahkan dulu hubunganya sangat dekat bagaikan kakak dan adik. Pria itu adalah Zaka yang tak lain adalah anak dari pemilik kontrakan yang dirinya huni.


"Mas Zaka," ucap Chintia


"Iya, kamu benar. aku mencintaimu Chintia," jawab Zaka


"Mas, tolong lepaskan aku. aku sudah bersuami," ucap Chintia


"Lepas? kamu menyuruhku melepaskanmu? itu tidak akan terjadi. kamu akan menjadi miliku seutuhnya dan aku akan membahagiakanmu," jawab Zaka


"Tidak, kamu sudah gila Mas," saut Chintia panik

__ADS_1


"Iyah...aku gila karena dirimu, mengapa kamu memilih preman itu? aku punya segalanya. kamu pasti bahagia hidup bersamaku." jawab Zaka


"Cukup !!! aku tidak mencintaimu. aku benci sama dirimu, Mas !!!" saut Chintia


"Benarkah? kalau begitu aku akan buat kamu mencintaiku," jawab Zaka


Zaka yang terlihat kesal langsung melempar tubuh Chintia kemudian menindihmya.Chintia semakin takut dan panik melihat kelakuan Zaka yang berubah drastis. Dulu Zaka selalu berbuat baik dan ramah untuk Chintia. Namun hari ini Zaka seperti monster titisan suzana yang kejam. Chintia berusaha ingin menghindar dari Zaka, tapi Zaka terus mencengkram kedua tangan Chintia hingga tidak bisa bergerak.


"Tolong lepaskan aku !" teriak Chintia


"Maaf, aku harus melakukan ini agar kamu menjadi miliku seutuhnya dan berpisah dari preman bodoh itu," jawab Zaka


"Mas, mohon hentikan semua ini, aku mohon," saut Chintia


"Diamlah, dan bersiaplah menyatu denganku," jawab Zaka


"Indah sekali, sempurna. kau akan jadi miliku," batin Zaka


"Bersiaplah untuk menjadi miliku seutuhnya," ucap Zaka


"Aaaaa..." teriak Chintia


Saat Zaka hendak akan memulai permainanya mencium bibir Chintia. Baru saja hendak bibirnya bersentuhan, tiba tiba suara dobrakan pintu megagetkan Zaka.


"Bruakk"(pintu terdobrak)

__ADS_1


Zaka sangat geram ada orang yang menganggu malam indahnya. Tanpa ragu Zaka mendekati dua pria yang tak lain adalah Daniel dam Galih. Dengan tatapan sinis, Zaka sontak menegur dan memanasi Daniel.


"Hei, mengapa kamu disini? kau lihat istrimu itu? dia sudah jadi miliku," ucap Zaka


"Dasar biadab !!!" teriak Daniel


"Buk...Buk...Buk" (Daniel memukuli Zaka)


Zaka tidak menyerah begitu saja, dirinya melontarkan pukulan kepada Daniel. Hingga akhirnya terjadilah pertengkaran antara Daniel dan Zaka. Galih yang juga berada di kamar itu meihat Chintia meringkup sangat ketakutan. Galih merasa Chintia sekarang membutuhkan Daniel. Galih berusaha melerai Daniel yang terus saling pukul dengan Zaka kemudian menyuruhnya menenangkan Chintia.


"Daniel, tenangkan istrimu, dia butuh dirimu, aku akan mengurus pria brengsek ini," tegas Galih


Daniel langsung menghampiri Chintia yang ketakutan. Sementara Galih menggantikan Daniel bertengkar dengan Zaka.


"Siapa kamu? mau jadi pahlawan kesiangan?" ucap Zaka


"Kau tidak perlu mengenal diriku. mari kita selesaikan secara jantan," jawab Galih


"Ok, mari kita selesaikan," saut Zaka


Bukan main, Galih sangat jago dalam aksi saling pukul memukul. Hanya butuh tiga pukulan saja, Zaka langsung tergeletak pingsan tak berdaya.


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2