Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
57. MOGOK


__ADS_3

Setelah mendapat telepon dari Chintia, Hesti panik sekaligus terkejut dengan perkataan Chintia. Tanpa berpikir panjang, Hesti berangkat ke kontrakan Chintia menggunakan mobilnya. Di dalam perjalanan, mobil yang dikemudikan Hesti tiba tiba berhenti.


"Lha, kok berhenti?" ucap Hesti


Karena mobil Hesti berhenti di tengah jalan membuat pengemudi mobil di belakangnya mengerem mendadak menghindari tabrakan. Tapi jarak kedua mobil yang terlalu dekat membuat mobil pengemudi itu sedikir tergores. Pengemudi itu sangat geram dengan Hesti, tanpa berpikir panjang pengemudi itu menghampiri mobil Hesti kemudian meluapkan emosinya.


"Hei, kamu yang didalam keluarlah. kamu harus tanggung jawab mobil saya tergores !" ucap Pengemudi Mobil


Hesti panik terdapat pengemudi mobil dibelakangnya menyuruhnya tanggung jawab. Arti kata tanggung jawab menurut Hesti adalah takut di penjara. Hesti langsung keluar dari mobil dan meminta maaf pada pengemudi mobil itu.


"Maaf Mas, saya tidak sengaja. mobil saya tiba tiba mogok berhenti di tengah jalan," ucap Hesti


"Aku tidak peduli, kamu harus tanggung jawab !" jawab Pengemudi


"Mas, saya mohon ampuni saya. saya takut di penjara. saya baru masuk kuliah. kasihan ayah dan ibu saya kalau saya di penjara." saut Hesti


"Hah, nih gadis sampai segitunya takut di penjara? padahal aku nuntut ganti rugi. Haha...lucu juga sih, aku kerjain saja gadis ini," batin Pengemudi


"Aku tidak mau tahu, kamu bakal di tuntut bertahun tahun di penjara," ucap Pengemudi


"Hah ??? saya mohon Mas, saya takut, saya tidak mau dipenjara," jawab Hesti menangis


Pengemudi itu merasa dirinya sudah kelewatan mengerjai gadis yang menurutnya masih polos. Pengemudi itu ingin mengenal Hesti lebih dalam. Tanpa berpikir panjang, pengemudi itu mencoba menenangkan Hesti.


"Ok baiklah, berhentilah menangis. ya sudah kalau gitu aku gak nuntut kamu dan kamu gak bakal dipenjara. tapi ada syaratnya," ucap Pengemudi


"Syarat? Iya Mas syaratnya apa?" tanya Hesti


"Sebelumnya kita kenalan dulu. perkenalkan namaku Galih," ucap Pengemudi


"Nama saya Hesti," jawab Hesti


Galih dan Hesti saling berjabat tangan. Setelah bersalaman, Galih menyampaikan syarat syarat yang dirinya maksud kepada Hesti.


"Hesti, aku ada syarat. hari ini bagaimana kalau nanti kita makan siang sama sama?" ucap Galih


"Hanya makan siang? perasaan saya tidak enak. jangan jangan Mas mau aneh aneh ya sama saya?" jawab Hesti


"Aneh aneh gimana maksudmu?" tanya Galih


"Iya pastinya saya tidak mau jalan dengan orang yang tidak saya kenal. bisa jadi kan Mas nyulik saya tiba tiba terus maksa nikah kaya cerita cerita di novel," jawab Hesti


"Ternyata tidak sepolos yang aku kira, aku pepet aja kali ya biar dia mau jalan sama aku," batin Galih

__ADS_1


"Kalau tidak mau ya sudah. aku akan laporin kamu ke polisi.kamu akan mendekam di penjara bertahun tahun," ucap Galih


"Eh, jangan Mas. saya bukanya tidak mau.tapi saya sudah ada janji sama teman saya yang suaminya sedang sakit. teman saya sekarang sudah menunggu saya," jawab Hesti


"Ok, kalau gitu aku antar kamu ke rumah temanmu itu pakai mobilku," saut Galih


"Terus mobil saya gimana Mas?, saya mau bawa ke bengkel karena mogok," jawab Hesti


"Coba aku cek mobilmu. tunggu sebentar," saut Galih


Galih mecoba mengecek mobil Hesti ternyata hanya masalah sepele. Galih sebenarnya bisa dengan cepat memperbaikinya. Tapi karena dirnya ingin jalan jalan bersama Hesti terpaksa Galih mengatakan mobil Hesti rusak parah.


"Hes, kayaknya mobilmu memang harus dibawa di bengkel. ada beberapa komponen yang rusak," ucap Galih asal


"Oh iya Mas, saya akan membawanya ke bengkel sekarang," jawab Hesti


"Sekarang kamu bareng aku aja naik mobilku ke rumah temanmu itu. aku akan hubungi temanku agar membawa mobilmu ke bengkel," saut Galih


"Tapi Mas, nanti saya ambil mobilnya ke bengkel gimana, Mas ?" tanya Hesti


"Sudah, jangan pikirkan itu. semua akan beres. sekarang ayo kita berangkat ke rumah teman kamu itu. kasihan suaminya," jawab Hesti


Hesti mengangguk pasrah isyarat setuju. Galih kemudian menuntun Hesti masuk kedalam mobil. Setelah Galih dan Hesti masuk mobil, Galih mengemudikan mobilnya menuju alamat yang diberikan Hesti.


Saat itu Galih sebenarnya menyadari kalau Hesti terlihat gugup. Galih sambil fokus dalam menyetirnya memulai obrolanya dengan Hesti.


"Dari tadi diam saja. apakah kamu bisu?" tanya Galih


"Saya tidak bisu. saya hanya merasa tidak ada yang perlu dibicarakan saja. makanya saya diam," jawab Hesti


"Apakah kamu gugup?" tanya Galih


"Hah," jawab Hesti terkejut


Benar saja Hesti langsung terkejut Galih mengetahui dirinya gugup. Saat itu juga, Hesti tidak ingin Galih memanfaatkan kegugupanya.


"Saya tidak gugup. Mas Galih jangan sok tahu," jawab Hesti


"Bener tidak gugup?" tanya Galih


"Iya, memang saya tidak gugup," jawab Hesti


Tidak ada jawaban dari Galih. Hesti merasa Galih tidak akan mencecarnya lagi. Namun tanpa dirinya sadari Hesti merasakan sesuatu pada jari tanganya. Hesti sontak melihat jari tanganya langsung berteriak.

__ADS_1


"Aaa....apa yang Mas lakukan kepadaku?" tanya Hesti dengan nada tinggi


"Ternyata kamu berbohong. kamu gugup berada didekatku," jawab Galih


"Saya tadi cuma kaget saja jari saya diremas. asal Mas tahu ya, mengapa saya harus gugup? kita sama sama makan nasi," ucap Hesti


"Katakan apa yang ada pikiranmu sekarang saat berdekatan denganku?" tanya Galih


"Baiklah, jujur saya gugup jika Mas Galih seperti cerita di novel novel yang saya baca," jawab Hesti


"Maksudmu? katakan dengan jelas. jangan berrbelit belit," tanya Galih


"Ya saya jelas takutlah. cerita novel yang saya baca menceritakan seorang tuan muda yang jatuh cinta pada gadis yang baru dikenalnya." jawab Hesti


"Apa kamu yakin aku bakal jatuh cinta kepadamu? ceritamu sungguh konyol," saut Galih


"Bisa jadi Mas Galih seperti itu kan? saya hanya antisipasi dan memperingatkan Mas Galih saja. jangan sampai Mas Galih seperti tokoh tuan muda dari cerita novel yang saya baca," jawab Hesti


"Memangnya seperti apa tuan muda itu? ada apa dengan tuan muda di cerita novel yang kamu baca?" tanya Galih


"Tuan muda di cerita novel itu adalah seorang pengusaha kaya raya yang sikapnya dingin, cuek, jutek, egois, posesif, arogan tapi ujungnya bucin, mewek, nangis nangis, gak mau di tinggal," jawab Hesti


"Hah? dia seperti menyindirku. tahan Galih kamu harus tenang dan sabar," batin Galih


"Ok baiklah, santai saja. aku tidak akan seperti itu. jangan gugup saat didekatku," saut Galih


"Iya baiklah," jawab Hesti


Visual Tokoh


1. Hesti



2. Galih



-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2