
Degg
Fiona saat itu menangis penuh harap ingin Ihsan membantunya. Sebenarnya ihsan merasa kasihan dengan Fiona, tapi bagi Ihsan pacaran adalah perbuatan yang mendekati zina. Dengan terpaksa, Ihsan menolak permintaan Fiona.
"Mbak, saya minta maaf sekali lagi. saya tidak mau melakukan pacaran. walaupun itu sekedar sandiwara. semoga Mbak mengerti," ucap Ihsan
"Baiklah, jika itu keputusan Mas Ihsan. saya menyerah.terapaksa saya akan menerima perjodohan itu jika papa membujuk saya. mungkin ini takdir saya, permisi, assalamualaikum," jawab Fiona
"Waalaikumsalam," saut Ihsan
Fiona merasa kecewa dengan Ihsan yang bersikukuh tidak mau menolongnya. Dalam perjalanan pulang, Fiona terus menangis. Tapi anehnya Fiona saat itu berpikir mengapa penolakan dari Ihsan membuatnya sakit.
"Mengapa aku menangis? Mas Ihsan hanya menolak karena tidak mau ajakanku bersandiwara. tapi mengapa rasanya sesakit ini? apakah tangisan ini karena aku takut papa menjodohkan aku dengan Aldi? atau jangan jangan...." batin Fiona
Fiona sontak menggelengkan kepalanya
"Tidak tidak, ini tidak boleh terjadi. dia hanya temanku, aku harus mencari alasan untuk besok malam agar papa tidak kecewa sama aku," batin Fiona
1 jam perjalanan, seharusnya Fiona sudah sampai di rumahnya. Tapi tanpa Fiona sadari, karena kesedihanya tiba tiba dirinya menghentikan mobilnya di Taman. Fiona sedang kacau pikiranya, dan berkunjung ke Taman adalah tradisi Fiona sejak kecil saat sedang banyak pikiran.
Sesampainya di taman, Fiona membeli gula kapas lalu memakanya di kursi sendirian. Namun disela sela memakan gula kapasnnys ada seseorang yang dibencinya menghampiri dirinya. Seseorang itu adalah Aldi, Fiona hanya cuek saat Aldi mengajaknya bicara.
"Kebetulan kita ketemu disini. sekarang apa maksud kamu nolak lamaran keluargaku?" tanya Aldi
"Terserah aku lah. mending kamu pergi aja gih...siapa juga yang mau sama cowok playboy kaya kamu," jawab Fiona
"Kamu tahu, aku sangat membenci penolakan. sekarang aku memiliki cara agar kamu menerimaku," saut Aldi
Aldi tiba tiba memegang erat tangan Fiona, Dan Fiona saat itu membrontak.
"Lepasin..." teriak Fiona
"Seumur umur baru kamu wanita yang menolaku, aku anti penolakan.bagiku penolakan adalah penghinaan. sudah dua kali kamu menolaku," jawab Aldi
"Lepasin..." teriak Fiona
__ADS_1
"Tidak akan, jangan kepedean deh kamu. saya mau bales dendam sama kamu. selama dendam saya belum tuntas jangan harap kamu lepas dariku," jawab Aldi
"Kamu bejat, kamu brengsek, aku tidak sudi dekat dengan kamu," saut Fiona
"Plaak" (Aldi menampar pipi Fiona)
Tamparan Aldi itu membuat Fiona terpental dan terjatuh. Aldi tertawa puas melihat wanita yang menolaknya jatuh tersungkur ke rumput taman. Namun tawa Aldi terhenti ketika ada seseorang yang tiba tiba menarik kerahnya lalu menonjokny hingga terjatuh.
"Buukk,"(seseorang menonjok Aldi)
"Mas Ihsan," ucap Fiona lirih
Seseorang itu adalah Ihsan yang kebetulan sedang melakukan transaksi jual beli ikan kepada pelangganya atau cod(cash on delivery) di taman. Ihsan saat itu tidak sengaja melihat Fiona jatuh tersungkur karena tamparan Aldi. Merasa tidak terima ada seorang laki laki bertindak kekerasan pada wanita, Ihsan langsung menghajar Aldi saat itu.
Aldi yang jatuh tersungkur karena serangan dari Ihsan merasa tidak terima. Aldi berusha bangkit membalas serangan Ihsan, tapi sayangnya Ihsan sudah mengantisipasinya. Dan lagi lagi. Aldi jatuh tersungkur untuk yang kedua kalinya. Aldi saat itu merasa kesakitan di wajahnya memilih untuk kabur.
Di taman, hanya tersisa Ihsan dan Fiona. Fiona saat itu beranjak berdiri lalu berterima kasih pada Ihsan.
"Mas, terima kasih telah menolongku," ucap Fiona
"Saya tidak apa apa, ini juga salah saya kok karena kemarin mempermalukan keluarganya dengan nolak lamaranya. jadi wajar dia marah dan dendam sama saya," jawab Fiona
"Jadi Mbak Fiona dijodohkan dengan pria itu ya?" tanya Ihsan
"Iya Mas, mungkin ini takdir saya. jika pria itu pilihan papa untuk saya, saya akan menjalaninya. saya salah berniat membohongi papa saya punya pacar hanya demi menghindar dari perjodohan ini," jawab Fiona
Ihsan merasa terenyuh dengan apa yang dikatakan Fiona sontak merasa bersalah. Dalam pikiran Ihsan, Fiona akan menderita jika kelak menjalin rumah tangga dengan pria itu
"Emm...Mbak menurut saya sebaiknya Mbak terang terangan saja mengatakan kalau pria itu tidak baik untuk Mbak," ucap Ihsan
"Keluarga Aldi sangat bersahabat dengan papa saya. saya tidak mau membongkar aib Aldi, itu akan menghancuran keluraga Aldi yang telah baik kepadaku. biarlah keluarganya sendiri yang tahu aib anaknya itu. lagian saya gak ada bukti juga," jawab Fiona
"Bagaimana kalau kita mencari bukti keburukan pria itu Mbak? agar Mbak tidak jadi dijodohkan?" tanya Ihsan
"Lalu besok minggu saya harus mengatakan apa sama papa saya? tidak mungkin juga saya menjelekan Aldi tanpa bukti," jawab Fiona
__ADS_1
"Saya berubah pikiran ingin menolong Mbak, tapi saya memiliki syarat," ucap Ihsan
"Syarat?" tanya Fiona
"Iya, syaratnya kita berperilaku seperti biasa saja. saya tidak mau dituntut harus mesra, ciuman dan perbuatan lain yang mendekati zina, karena kita bukan muhrim," jawab Ihsan
"Iya Mas, saya paham itu dan sandiwara ini hanya untuk besok saja kok Mas," saut Fiona
"Baiklah saya setuju, kalau gitu saya pamit mau ngajar TPQ, assalamualaikum," ucap Ihsan
"Waalaikumsalam," jawab Fiona
Visual Toko
Fiona
Ihsan
3.Aldi
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
Baca juga karya author lainya ya.....
__ADS_1