
Di rumah sakit, Daniel masih setia menjaga Chintia. Karena kelelahan Daniel tertidur di kursi sembari memegang tangan Chintia. Tengah malam, Chintia terbangun dari tidurnya melihat suaminya tertidur pulas di kursi karena menjaganya. Benar benar suami siaga terhadap istrinya yang sedang hamil. Chintia saat itu tang diam diam mau turun dari ranjangnya namun Daniel mencegahnya.
"Mau kemana?" tanya Daniel
"Hanya mau ke kamar mandi," jawab Chintia
"Ayo Mas anter, kamu gak boleh banyak gerak," ucap Daniel
"Tidak usah Mas, lagian aku mau pipis saja. Mas tunggu sini saja," jawab Chintia
Daniel tak menggubris ucapan Chintia langsung menggendongnya. Chintia refleks terkejut memberontak mau turun.
"Mas, turunin aku. aku mau ke kamar mandi sendiri, aku malu," ucap Chintia
"Gak usah malu, kita udah sering buka bukaan. sama suami sendiri gak usah malu," jawab Daniel
"Mas, kamu jangan berlebihan gini. aku lagian hanya sebentar," ucap Chintia
"Jangan banyak bicara, kita sudah sampai dikamar mandi, lakukan aktivitasmu itu," jawab Daniel
Daniel mendudukan Chintia di water closet dudukn membiarkan Chintia melakukan aktivitasnya buang air. Chintia yang sudah terduduk langsung menyuruh Daniel keluar.
"Mas keluar dulu, nanti aku panggil jika selesai," ucap Chintia
"Baiklah Mas tunggu di pintu, Mas gak tenang meninggalkan kamu," jawab Daniel
"Hmm...Mas lihat kedepan sana aja jangan ke arahku," ucap Chintia
"Ngapai malu segala sih? Mas juga sudah sering lihat dan tahu bentuknya," goda Daniel
"Mas...mulai deh..." jawab Chintia
__ADS_1
"Haha...baiklah Mas tunggu," saut Daniel
Setelah melakukan ritualnya di kamar mandi, Daniel kembali menggendong Chintia lalu membaringkanya di ranjang. Chintia tidak bisa tidur saat itu dirinya ingin bermain ponsel.
"Mas mana ponselku aku tidak bisa tidur," ucap Chintia
"Ponselmu di servis, kata Hesti kamu melempar ponselmu mengenai kepalanya," jawab Daniel
"Iya Mas, aku refleks karena takut gelap kondisi ponselku baterainya habis," saut Chintia
"Ya sudan sekarang tidurlah," jawab Daniel
Daniel mengelus elus perut Chintia agar Chintia mengantuk. Tapi Chintia nyatanya masih gak bisa tidur.
"Mas, aku gak bisa tidur," ucap Chintia
"Terus," jawab Daniel
"Ya aku gak bisa tidur, Mas cerita cerita apa gitu biar aku bisa tidur," ucap Chintia
"Oh iya Mas lupa mau ngomonng ini, eem...kamu apa punya teman namanya Nindi?" tanya Daniel
"Nggak ada Mas, teman sekelas aku gak ada yang namanya Nindi," jawab Chintia
"Baiklah, kamu sekarang tidurlah," saut Daniel
"Siapa itu Nindi? mengapa Mas tanya sama aku," jawab Chintia
"Dia adalah dalang dibalik penyekapan kamu dan Hesti. Hesti tadi juga gak punya teman namanya Nindi," saut Daniel
"Mas, aku tadi sangat ketakutan," jawab Chintia
__ADS_1
"Jangan takut, Mas janji akan melindungimu dan calon anak kita," ucap Daniel memeluk Chintia
"Iya Mas," jawab Chintia
"Mulai besok, Mas dan Kak Galih akan antar jemput kalian kuliah. atau gini aja Mas berencana menacari supir untuk kamu," saut Daniel
"Baik Mas," jawab Chintia
Chintia saat itu kakinya merasa pegal. Tapi dirinya tidak tega meminta pijat suaminya. Kandunganya sudah berusia 3 bulan, semakin besar kandunganya membuat Chintia merasa sering lelah. Chintia hanya bisa pasrah menggerak gerakan kakinya.
"Kakiku pegal sekali, mau pijat kaki, tapi gak tega bangunin Mas Daniel," batin Chintia
Walaupun Chintia tidak memberitahu Daniel, sorot mata Daniel sepertinya mampu menebak pikiran Chintia. Tanpa ragu, Daniel memijat kaki Chintia.
"Eh Mas," ucap Chintia
"Sudah diamlah, kakimu capek kan? nikmati pijitanya lalu tidurlah," jawab Daniel
"Mas, gak usah, Mas tidur aja, Mas sudah seharian menjagaku. Mas pasti capek," saut Chintia
"Kamu tahu semenjak dokter mengatakan kandungan kamu lemah, Mas sangat takut dan khawatir. Mas berjanji akan selalu menjanga kamu dan calon anak kita," jawab Daniel
Daniel kemudian mengelus perut Chintia mengajaknya bicara.
"Anak ayah, sehat sehat ya didalam. jangan nakal, ayah gak sabar lihat kamu di dunia," ucap Daniel
Elusan tangan Daniel di perut Chintia perlahan membuat Chintia tertidur. Daniel tersenyum melihat istrimya tertidur tak lama kemudian Daniel juga ikut tertidur.
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga