Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
71. BERBURU KODOK


__ADS_3

Siang hari setelah menunaikan shalat dhuhur, Hesti dan Galih sudah berada di Danau Buatan yang tak terawat. Danau buatan itu sebenarnya adalah bekas budidaya ikan lele yang terletak berada di belakang rumah Budhe Munaroh. Dua tahun lalu Budhe Munaroh dan suaminya membudidaya ikan lele tapi hasilnya gagal. Saat dipanen ikan lelenya memiliki kepala yang besar tapi tubuhnya kecil. Dan juga banyak yang ikan lele yang mati karena saling memakan antar individu satu dengan individu lainya. Hal itu membuat Bu Munaroh dan suaminya menyerah membudidaya ikan lele. Hingga akhirnya jadilah danau buatan itu menjadi sarang kodok, yuyu, siput dan hewan hewan liar laut lainya.


Hesti dan Galih menatap jijik Danau Buatan bekas ikan lele itu. Airnya yang keruh dan hijau menciutkan nyali Hesti dan Galih menjebutkan dirinya di danau buatan itu. Tapi Hesti ingat kalau Galih pernah berjanji akan mengabulkan permintaanya sebagai permohonan maaf. Dengan rasa tidak berdosa, Hesti langsung menyuruh Galih menjebur dalam kolam.


"Mas Galih, cepatan nyebur ambilin kodoknya," ucap Hesti


"Hes, aku bukanya tidak mau. tapi aku tidak bawa pakaian ganti." jawab Galih asal


"Tidak usah mikirin itu, ada pakaian Pakde." saut Hesti


"Ok, aku nyebur nih? beneran?" tanya Galih ragu


"Iyalah, masa saya yang nyebur? kan saya takut kodok? harusnya situ yang nggak takut kodok yang nyebur," sindir Hesti


"Eh Iya, situ takut ya? Haha... baiklah aku akan nyebur." ucap Galih


"Sejarah dalam hidupku, seorang pengusaha kaya raya diperbudak gadis kecil suruh nekat nyemplung ke kolam hanya untuk nyari kodok" batin Galih


Galih melepas jas, kemeja dan celananya sebelum menyebur ke dalam danau buatan itu. Galih yang hanya memakai boxer saja kemudian langsung menyeburkan diri kedalam danau buatan. Awalnya Galih merasa jijik, namun saat nyebur rasanya sama saja saat ketika berenang di kolam.


"Ternyata nggak seburuk yang aku bayangkan. Berendam kedalam danau buatan ini enak juga, sekarang demi Hesti aku akan mencari kodok dalam kolam ini, aku harus melawan rasa takutku." batin Galih


Galih memberanikan dirinya menangkap kodok menggunakan jaring. Galih melemparkan jaringnya ke Danau Buatan itu kemudian menunggunya beberapa menit. Dan benar saja, persis seperti yang dibilang Budhe Munaroh sekarang lagi musim kodok. Saat Galih kembali menarik jaringnya dirinya tidak menyangka mendapatkan 20 ekor kodok. Galih yang merasa dirinya geli dan ketakutan berteriak kearah Hesti yang menunggunya di tepi Danau Buatan.

__ADS_1


"Hes, aku dapat banyak Hes, ni kayaknya ada 20 ekor lebih. tolong bantuin Hes, aku geli banget lihatnya." teriak Galih


"Ah, saya gak berani Mas, maaf gak bisa bantu." jawab Hesti


"Kalau gitu ambilin bak buat wadah kodok ini," teriak Galih


"Iya Mas, bentar." jawab Hesti


Hesti berlari mengambil bak di dekat Danau buatan kemudian menaruhnya di tepi.


"Mas, saya sudah bawa baknya," ucap Hesti


"Iya tunggu !" jawab Galih


Sesampainya di tepi danau buatan, Galih meringis kesakitan meletakan hasil tangkapan kodoknya di bak. Hesti melihat terdapat yuyu di kaki Galih merasa panik dan berusaha melepaskanya menggunakan kayu.


"Mas, ada yuyu di kakimu ! Duduklah Mas, biar saya bantu singkirkan yuyu itu dengan kayu." ucap Hesti


"Iya cepat, kakiku sakit sekali," jawab Galih


"Iya mas sabar, maafin saya ya Mas, Mas jadi kesakitan karena saya," ucap Hesti


"Ngomong apa sih kamu? aku tidak apa apa. aku hanya menepati janjiku membantumu berburu kodok," jawab Galih

__ADS_1


Saat itu juga, Budhe Munaroh tidak sengaja melihat Galih terduduk kesakitan ditemani Hesti. Budhe Munaroh tanpa berpikir panjang menghampiri Galih ikut panik. Budhe Munaroh marah pada Hesti karena membiarkan Galih polosan menjebur di kolam tanpa memakai sepatu boots.


"Hesti, itu Galih kenapa kakinya? kamu itu gimana sih, Hes? di dekat kolam ada sepatu boots milik Pakde. seharusnya kamu kasih dulu sepatu bootsnya sebelum Galih kamu suruh nyebur," tegur Budhe Munaroh


"Maaf Budhe, aku tidak tahu kalau Pakde punya sepatu boots. Ini Mas Galih kecubit yuyu Budhe, ada dua yuyu tadi di kaki Mas Galih," jawab Hesti


"Ya Allah, buruan kamu suruh Galih cepet cepet mandi sekarang. Biasanya kalau habis dicubit yuyu bisa kena deman jika kondisi tubuhnya lemah," saut Budhe Munaroh


"Kok bisa Budhe?" tanya Hesti


"Udah ini kepercayaan turun temurun. pokoknya Galih cepat mandi dulu. nanti Budhe siapin pakaian Pakde untuk Galih," saut Budhe Munaroh


"Iya Budhe," jawab Galih


Galih kemudian berdiri lalu berjalan tertatih tatih dipegangi Hesti menuju kamar mandi.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2