Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
118. MASA LALU GALIH


__ADS_3

Degg...


Saat itu Hesti sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada keluarga Galih. Hesti menatap Galih terlihat gelisah dan ketakutan. Tanpa ragu, Hesti ingin mengetahui masa lalu Galih.


"Kalau Mas Galih gak keberatan, aku ingin tahu masa lalu Mas Galih," ucap Hesti


"Iya, aku akan menceritakanya. tapi kamu harus janji setelah aku cerita kamu tidak pergi meninggalkanku," jawab Galih


Hesti hanya menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan permintaan Galih. Galih tersenyum melihat anggukan Hesti langsung memulai ceritanya.


"Sejak usiaku 5 tahun. ayah dan ibuku bercerai. ibuku pergi meninggalkanku entah kemana. di rumah ini aku dibesarkan oleh ayah, kakek, dan nenek." ucap Galih


"Lalu dimana ayahmu?" tanya Hesti


"Ayahku juga meninggalkanku pada akhirnya. aku tidak tahu ayahku dimana. saat itu aku berusia 20 tahun. ayahku lebih memilih wanita yang dinikahinya. kakek saat itu marah besar sama ayah. hingga akhirnya kakek memberikan kekuasaanya kepadaku menjadi CEO perusahaan," jawab Galih


"Maaf, Kakekmu ada dimana sekarang?"tanya Hesti


"Kakeku meninggal saat aku berusia 21 tahun karena serangan jantung. Setelah kepergian kakek, neneku menjodohkanku dengan gadis bernama Ratih. Ratih adalah gadis masih SMA yang tak lain adalah anak dari teman neneku. Aku tidak bisa menolak permintaan nenek. hingga akhirnya aku menikah denganya," jawab Galih


Mendengar Galih sudah menikah, Hesti tidak terima dirinya dijadikan istri kedua. Hesti tanpa berpikir panjang langsung memarahi Galih.


"Lalu aku menjadi istri keduamu sekarang? benarkah begitu? apakah aku hanya menjadi pelampiasanmu saja? aku tidak mau tahu ceraikan aku sekarang juga. aku sangat ogah menjadi istri keduamu," ucap Hesti


"Aku mohon jangan bilang begitu. ceritaku belum selesai. awal aku menikah dengan Ratih, dia sangat ramah kepadaku dan juga pada neneku. tapi saat itu belum ada cinta di hatiku untuknya. Hingga perlahan saat aku mulai mencintainya, aku dihianati." jawab Galih


"Dan sekarang setelah dihianati, aku menjadi pelampiasanmu?" tanya Hesti


"Asal kamu tahu, Ratih selingkuh dariku. diam diam Ratih bekerja sama dengan selingkuhanya yang tak lain adalah karyawanku untuk mencuri uang perusahaan. aku sangat marah padanya hingga aku menceraikanya, umur pernikahan kita bahkan belum genap dua bulan, aku juga belum menyentuhnya" jawab Galih

__ADS_1


Galih terdiam sejenak tiba tiba keluarlah air mata membasahi pipinya. Galih ingat betul masa masa itu sangat suram. Galih melanjutkan ceritanya dengan terisak tangis.


"Aku dan neneku sangat hancur. neneku merasa bersalah denganku karena wanita pilihanya tidak tepat untuku. Neneku bahkan sampai darah tingginya kumat dan pingsan. aku sangat menyayangi neneku. jadi aku mohon jangan tinggalkan aku," ucap Galih


"Mengapa dia selingkuh? bukanya kamu kaya, punya kekuasaan dan segalanya," tanya Hesti


"Aku tidak tahu, mungkin dia mencintai selingkuhanya itu. Setelah bercerai denganku, satu tahun kemudian aku mendapat kabar dari asistenku kalau Ratih dan selingkuhanya gak jadi nikah. karena dia mendapat musibah perampokan besar dirumahnya." jawab Galih


Hesti saat itu menepuk punggung Galih untuk menenangkanya. Namun disaat itu juga Hesti melihat foto sepasang suami istri menggendong anak usia empat tahunan dan bayi usia satu tahunan. Hesti penasaran dengan foto itu sontak menanyakanya.


"Mas, itu foto keluargamu?" tanya Hesti


"Iya, itu ibuku menggendong adiku, dan aku digendong ayahku," jawab Galih


" Adik?" tanya Hesti


"Mas, nggak nyari adik Mas dimana?" tanya Hesti


"Aku berusaha mencarinya, namun nihil. mungkin sekarang adiku seusia Daniel, jarak umurku dan Putra selisih 3 tahun," jawab Galih


"Mas yang sabar, adik Mas pasti akan ditemukan," ucap Hesti


"Iya terima kasih, telah mendengar ceritaku. setelah mendengar ceritaku apa kamu tetap ingin pergi meninggalkanku dan neneku?"tanya Galih


Mendengar ucapan dari Galih, Hesti hanya bisa pasrah. Hesti masih belum mencintai Galih hingga akhirnya Hesti menyatakan isi hatinya yang tertekan saat ini.


"Mas, sebelumnya aku minta maaf. jujur saat ini aku belum mencintaimu. aku akan melakukan ini hanya demi nenekmu. bahkan jujur saja aku tidak memberi tahu orangtuaku jika aku sekarang menikah. sebetulnya aku masih mencintai pria lain," ucap Hesti


"Maksudmu Joshua?" tanya Galih

__ADS_1


"Kok Mas tahu?" tanya Hesti


"Hanya tahu saja dari Daniel. dan Daniel katanya tahu dari Chintia," jawab Galih


"Tidak mungkin aku mengatakan pernah lancang membuka ponselmu" batin Galih


"Oh, pantesan," ucap Hesti


"Kamu marah?" tanya Galih


"Nggak, aku cuma mau bilang jika Mas kecewa denganku. Mas boleh kok menceraikanku. lagian aku juga tidak mau Mas tersakiti lagi," ucap Hesti


"Kamu tenang saja selama kamu masih bersamaku, aku tidak masalah. aku akan tidur di sofa saja, sekarang tidurlah," jawab Galih


Hesti akhirnya tak lama kemudian sudah tertidur dengan lelap. Galih yang melihat istrinya tertidur pulas, langsung mencium kening dan pipi istrinya dengan pelan. Dalam ciumanya terdapat harapan dan impian yang terdapat dalam hatinya.


"Kehadiranmu telah mewarnai hidupku, Aku akan membuatmu mencintaiku, kamu tidak boleh meninggalkanku, karena kamu adalah miliku, hanya miliku," batin Galih


---------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


nb : Nah, udah tahu kam ternyata Ratih ada hubunganya dengan masa lalu Galih dan Daniel. Jahat banget ya Ratih...


lalu siapa itu Putra alias adiknya Galih?

__ADS_1


__ADS_2