
--- Flashback On -----
Di kantor, Galih merasa kebingungan mencari posisi yang cocok untuk Daniel bekerja d kantornya. Galih tahu kalau Daniel sudah menolak tawaranya karena faktor lulusan SMA. Tapi Galih sudah terlanjur keceplosan ingin memperkerjakan Daniel di kantornya.
Padahal saat itu sebenarnya Galih hanya mencari alasan biar dapat identitas pribadi Daniel. Galih merasa tidak enak jika membatalkan ucapanya tanpa suatu alasan yang jelas. Tidak mungkin juga Galih membatalkan ucapanya karena Daniel lulusan SMA.
"Bagaimana ini, apa pekerjaan yang cocok untuknya? aku tidak mungkin membatalkanya secara sepihak, aku harus menyelidikinya, " gumam Galih
Galih saat itu berpikir mencoba mencari informasi tentang Daniel disekolahnya dulu. Di biodata Daniel, terdapat nama sekolah dan tentunya sangat mudah Galih untuk melacaknya. Galih menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi tentang Daniel di sekolahnya
2 jam kemudian, anak buah Galih menyampaikan informasi tentang Daniel semasa masih SMA.
"Tuan, ini saya mendapat informasi kalau Daniel memiliki banyak prestasi dibidang akademik dan non akademik," ucap Anak Buah
"Hah? maksudmu? jurusan apa dia waktu SMA?" tanya Galih
"Jurusan IPS Tuan, Daniel memiliki banyak prestasi dibidang ekonomi. bahkan nilai ujian nasional pelajaran ekonomi dapat 100," jawab Anak Buah
"Benarkah? coba berikan berkasnya padaku lalu kamu boleh pergi," ucap Galih
"Baik Tuan," jawab Anak Buah
Galih awalnya tidak yakin dengan informasi yang didapat anak buahnya. Tapi saat melihat lembaran berkas dari anak buahnya Galih membelakan matanya melihat deretan prestasi Daniel. Bahkan jika dibandingkan dengan dirinya sewaktu SMA, prestasinya kalah banyak dari Daniel.
"Wow, kamu benar benar luar biasa Daniel, awalnya aku meragukanmu. tapi melihat prestasimu ini, aku yakin kamu cocok menjadi sekretarisku sekarang. mumpung lagi kosong belum ada yang ngisi. mungkin dengan pelatihan tentang akuntansi dan manajemen bisnis perkantoran, kamu pasti mudah beradaptasi nanti," gumam Galih
Galih kemudian menyunggingkan senyumnya dan berpikir jika Daniel menjadi sekretarisnya dirinya juga lebih mudah menyelidiki Daniel.
"Selain aku mempercayaimu jadi sekretarisku. aku juga lebih mudah menyeledikimu. entah mengapa semakin kesini aku merasa firasat nenek tentang dirimu benar," gumam Galih
---- Flashback Off ----
Sementara di rumah Daniel sangat cemas memikirkan apa yang harus dilakukan saat menjadi sekretaris nanti. Daniel merasa takut jika dirinya akan mengecewakan Galih. Walaupun dirinya langganan juara olimpiade ekonomi semasa SMA, tetapi tetap saja dunia sekolah dan perkantoran berbeda.
Diam diam Chintia memperhatikan suaminya yang masih terlihat cemas. Tanpa ragu, Chintia bukanya menenangkan suaminya dirinya malah bergelayutan manja tanganya melingkar ke leher suaminya. Daniel yang melihat perlakuan Chintia kepadanya hari ini tentunya terkejut.
"Chintia, ada apa sih? tiba tiba manja gini?" tanya Daniel
"Aku mau menghiburmu Mas, Mas sepertinya banyak pikiran," jawab Chintia
__ADS_1
"Kamu itu gemesin banget sih?" tanya Daniel
"Iya dong, aku memang imut," jawab Chintia
Chintia semakin tak terkedali bergelayut manja di leher Daniel. Daniel saat itu tentunya menikmati perlakuan Chintia. Tapi disela sela kemanjaanya, Chintia bertanya sesuatu pada Daniel.
"Mas, lagi mikirin apa sebenarnya? hayo ngaku?" tanya Chintia
"Mas cuma kaget saja Chin, dapat posisi sekretaris di kantor Galih," saut Daniel
"Hah? Apa Mas? Sekretaris?" tanya Chintia
"Iya Chin, menurutmu gimana? apa Mas tolak aja ya?" tanya balik Daniel
Chintia menutup mulut suaminya dengan tangannya lalu mengatakan sesuatu.
"Mas, sebaiknya Mas terima aja. Mas Galih mungkin punya banyak pertimbangan menjadikan Mas sekretarisnya," ucap Chintia
"Iya kamu benar Chin, Mas memang punya banyak prestasi waktu SMA. tapi Mas cuma tamatan SMA, Mas bisa apa kerja di kantoran?" jawab Daniel
"Jadi Mas berprestasi di sekolah? kok aku baru tahu juga Mas?" tanya Chintia
"Kamunya aja gak tanya, tapi kalau kamu mau lihat, ini di ponsel Mas ada. Galih memfotokan berkas prestasi Mas waktu SMA," jawab Daniel
Prestasi Daniel pas SMA
- Juara 1 Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional
- Juara 1 Olimpiade Akuntansi Tingkat Nasional
- Juara 1 Olimpiade Ekonomi Tingkat Provinsi
- Juara 1 Lomba Debat Ekonomi
- Juara 3 Olimpiade Statistika Nasional
- Medali Emas Cerdas Cermat Ekonomi
- Medali Perunggu Debat Ekonomi Kreatif
__ADS_1
- Juara 2 LKTI bidang Ekonomi Tingkat Nasional
- Juara 1 Lomba Lari Estafet 100 meter Tingkat Nasional
- Juara 1 Renang Gaya Katak
- Juara 2 Renang Gaya Kupu Kupu
- Juara 1 Lomba Lari Maraton
- Juara 1 Taekwondo Tingkat Provinsi
"Mas, kamu luar biasa. prestasimu banyak sekali Mas, aku aja kalah Mas, kalau aku mah cuma di akademiknya saja dapat." ucap Chintia
"Nggak, kamu nggak kalah kok sayang, kamu juga pinter, kamu juga hebat. Mas juga bangga punya istri kaya kamu," jawab Daniel
"Hah? sayang?" ucap Chintia terkejut dipanggil sayang
Daniel langsung mengecup bibir istrinya lalu mengatakan sesuatu pada Chintia.
"Emang kenapa? Mas gak boleh panggil kamu sayang?" tanya Daniel
"Mas, kok tiba tiba gini sih?" tanya Chintia
"Kamu yang mulai duluan sayang, tadi tiba tiba kamu gelantungan manja dileher Mas, sekarang kamu harus tanggung jawab," jawab Daniel
"Hah? tanggung jawab apaan Mas?" tanya Chintia
"Seperti biasa, kita harus sering sering melakukanya biar cepet dapat dedek," jawab Daniel
"Hah..." ucap Chintia
Daniel tak menggiraukan penolakan Chintia tanpa basa basi Daniel langsung mengangkat Chintia membawanya ke kamar. Di dalam kamar hubungan penyatuan kembali terjadi antara Daniel dan Chintia
(author skipp ya..bayangin aja sendiri wkwk)
---------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga