
Malam hari Daniel dan Galih sudah sampai di rumah. Sesampainya di rumah wajah kejut mereka masih terlihat saat hendak makan malam. Perasaan senang dan sedih bercampur menjadi satu dalam pikiran Daniel dan Galih. Mereka berdua sampai tak berselera menyantap makan malamnya. Hingga Chintia dan Hesti saat itu membujuk suami suaminya makan.
"Mas, ayo dimakan, jangan di aduk aduk aja makananya," ucap Chintia
"Eh Iya, ini Mas makan kok," jawab Daniel
"Mau aku suapin?" tanya Chintia
"Eh, kamu makan aja dulu lalu temanin Erlan. Mas bisa makan sendiri kok," jawab Daniel
Tak jauh beda dengan perlakuan Chintia kepada Daniel. Hesti saat itu juga mengingatkan Galih agar memakan makananya.
"Mas Galih, makananya juga buruan dimakan," ucap Hesti
"Hmm.." Jawab Galih
"Mas, mau aku suapin? biar makanya cepet?" tanya Hesti
"Mas bisa sendiri kok, kamu lanjutkan saja makanmu," jawab Galih
Nenek Irah yang juga berada di meja makan saat itu memperhatikan wajah kedua cucunya nampak gelisah.Tanpa berpikir panjang, Nenek Irah mengintrogasi Galih dan Daniel.
"Galih, Putra kalian berdua ada masalah?" tanya Nenek Irah
"Gak ada kok Nek," jawab Daniel dan Galih bareng
"Tapi Nenek perhatiin, kalian kelihatan gelisah kaya ada masalah yang sedang kalian pikirkan," ucap Nenek Irah
__ADS_1
"Biasa Nek, hanya masalah kantor," jawab Galih
"Iya benar," ucap Daniel
"Serius? kalian tidak menyembunyikan sesuatu?" tanya Nenek Irah
"Iya Nek, hanya masalah kantor.Nenek tenang saja," jawab Galih
"Baiklah, kalian makan makanan kalian. kasihan istri istri kalian lelah memasak semua hidangan ini," ucap Nenek Irah
"Iya Nek," jawab Galih dan Daniel
Setelah makan malam, Nenek Irah langsung menuju kamarnya. Hesti dan Chintia mencuci perlengakapan makan di dapur. Sementara Galih dan Daniel langsung menuju ruang kerja.
Di ruang kerja, Daniel saat itu mulai bertanya pada Galih tentang Purnama yang diduga sudah ditemukan.
"Kalau menurut kakek ayah kepergok selingkuh, kakek marah besar dan mengusir ayah waktu itu," jawab Galih
"Apa ayah kita selingkuh dengan Bu Halimah?" tanya Daniel
"Huss...kalau ngomong itu mbok ya dipilah dulu... kamu ingat nggak rekaman percakapan Bu Jauza dulu? kita bisa meghubungkan fakta demi fakta yang ada. Bu Jauza di rekaman saat itu bilang dirinya pernah kecelakaan bareng ayah. lalu ada gadis desa yang menolong ayah saat itu," jawab Galih
Danial saat itu sontak teringat cerita masa lalu Bu Halimah.
"Kak, pas kamu di singapura aku saat itu sempat berbincang dengan Bu Halimah. sepertinya Bu Halimah memang gadis desa penolong ayah," ucap Daniel
"Bagaimana ceritanya?" tanya Galih
__ADS_1
"Bu Halimah bercerita kepadaku kalau pertemuanya dengan suaminya berawal dari menyelematkan suaminya yang kecelakaan bersama seorang wanita. Namun wanita yang bersama suaminya saat itu kabur. Bu Halimah saat itu merawat suaminya yang sakit hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta lalu menikah, " jawab Daniel
"Hmm...wanita yang bersama suami Bu Halimah sepertinya Bu Jauza. lalu Bu Halimah ngomong apalagi sama kamu?"tanya Galih
"Bu Halimah bercerita juga suaminya bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar. tapi tiba tiba suami Bu Halimah dipecat tanpa sebab. hingga akhirnya suami Bu Halimah bekerja menjadi penjual ikan hias yang sekarang dilanjutkan oleh anaknya," jawab Daniel
Galih saat itu tiba tiba teringat saat kakeknya dulu menyuruhnya memecat seseorang tanpa sebab. Galih lupa seseorang yang dipecatnya saat itu. Karena memang dulu Galih menyerahkan semuanya kepada sekretarisnya.
"Nil, apakah kamu sudah memastikan suami Bu Halimah bekerja di perusahaan mana dulu?" tanya Galih
"Aku tidak tahu kalau itu. memangnya mengapa?" tanya balik Daniel
"Saat 2 tahun aku menjadi CEO, semasa kakek masih hidup beliau menyuruhku memecat karyawan. namun sayangnya aku lupa siapa karyawan yang dipecat kakek dulu," jawab Galih
"Hmm...kita harus menyelidikinya," ucap Daniel
"Iya, sekarang kita istirahat besok kita akan mulai pengintaian," saut Galih
"Hmn..." jawa Daniel
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1