
Bu Hartatik lagi lagi dikejutkan dengan fakta kelakuan Zaka yang tidak terduga. Bu Hartatik memang memahami kalau Niken tidak menyukai Chintia. Tetapi, berbeda dengan Zaka yang sangat mencintai Chintia. Bu Hartatik saat itu masih bisa mengelak dan membela Zaka
"Zaka mencintai Chintia. jadi tidak mungkin Zaka berbuat itu kepada Chintia. Saya menjadi saksi kalau Zaka benar benar tulus mencintai Chintia," ucap Bu Hartatik
"Iya Ibu benar, anak Ibu mencintai istri saya. Bahkan anak Ibu nekat membawa kabur istri saya di malam hari," jawab Daniel
"Zaka mencintai Chintia, jadi wajar Zaka tidak membiarkan wanita yang dicintainya hidup bersama preman brandalan seperti dirimu," ucap Bu Hartatik
"Saya tidak menyangka ternyata Bu Hartatik yang saya kenal dulu baik, penyayang, dan suka menolong menjadi liar dan jahat mendukung anaknya yang telah melecehkan istri saya," jawab Daniel
"Saya hanya membela anak saya yang tidak bersalah kali ini," saut Bu Hartatik
"Ibu tanya saja pada anak Ibu sendiri. Apa yang telah dilakukanya kepada istri saya beberapa minggu yang lalu. Seharusnya disaat kejadian juga saya melaporkan anak Ibu. Tapi saya bukan penyabar dan pemaaf seperti istri saya." ucap Daniel
Bu Hartatik menatap Zaka lalu bertanya tentang fakta kebenaran yang sebenarnya.
"Zaka, apa benar ucapan preman brandalan itu?" tanya Bu Hartatik
"Iya !!! aku gila !!! aku mencintai Chintia." jawab Zaka
"Plakk"(Bu Hartatik menampar Zaka)
"Apa yang kamu lakukan? kamu bilang pada Ibu kalau Chintia tidak bahagia lalu ingin menikahinya. kamu mengajak Ibu bertemu orangtua Chintia lalu tepat hari ini pesta pertunanganmu diadakan. Tapi apa ? pesta pertunanganmu gagal. kamu mempermalukan Ibumu di hadapan semua orang. Apa kamu ingin Ibu mati !!!" ucap Bu Hartatik
"Ibu tidak peka terhadap perasaanku saat awal aku bertemu dengan Chintia. Ibu terlalu menganggap Chintia anak Ibu dan aku kakaknya. aku laki laki normal. apa salah aku mencintai Chintia?" jawab Zaka
__ADS_1
"Mengapa kamu sekarang menjadi gila.aku paham adikmu melalukan itu karena memang sejak dari dulu membenci Chintia. Tapi kamu?Ibu sangat malu memiliki anak seperti dirimu." ucap Bu Hartatik
"Apa ibu tahu bagaimana perasaanku saat Chintia menikah dengan preman brandalan itu. hatiku sakit, sangat sakit, sakit sekali. Ibu tidak mengerti perasaanku. Semenjak ayah meninggal Ibu menjadi lupa sama aku dan Niken. aku dan Niken seperti anak tiri. Ibu terlalu sibuk dengan teman sosialita Ibu," jawab Zaka
Bu Hartatik menangis mendengarkan curaha. hati anaknya. Saat itu Zaka juga pasrah dan tidak memiliki tujuan hidup. Tanpa ragu, Zaka menyerahkan dirinya pada sepupu Galih.
"Bawa aku menajauh dari tempat ini," ucap Zaka
Sepupu Galih langsung memborgol Zaka kemudian membawanya masuk dalam mobil. Namun beberapa langkah berjalan Zaka menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang menatap Daniel dan Chintia lalu mengatakan sesuatu.
"Semoga kalian bahagia" ucap Zaka datar
Daniel menganggukan kepalanya dibalas senyum getir oleh Zaka. Zaka kemudian melanjutkan langkah kakinya menuju mobil sepupu Galih. Bu Hartatik saat itu hanya duduk terdiam melihat kedua anaknya di penjara.
Malu
Marah
Sedih
Semua perasaan itu sekarang menyelimuti hatI Bu Hartatik. Tak lama kemudian Bu Hartatik menangis meratapi nasib keluarganya. Chintia saat itu juga ikut menangis. Walaupun Bu Hartatik sudah jahat kepadanya bagi Chintia Bu Hartatik adalah ibunya saat ada di Jakarta. Tanpa ragu, Chintua melangkahkan kakinya menghampiri Bu Hartatik. Namun baru saja berjalan Daniel mencegahnya.
"Mau kemana?" tanya Daniel memegang lengan Chintia
"Mas, aku kasihan sama Bu Hartatik," jawab Chintia
__ADS_1
"Selapang itukah hatimu memaafkan Bu Hartatik," ucap Daniel
"Mas, bagaimana pun juga Bu Hartatik adalah seorang Ibu. Seorang Ibu akan sedih jika melihat anaknya menderita. Kita juga baru tahu kan kalau Bu Hartatik baru tahu tentang fakta fakta yang tersembunyi. aku mohon biarkan aku menghampiri Bu Hartatik," jawab Chintia
"Baiklah, Mas akan ikut bersamamu," ucap Daniel
Daniel dan Chintia berjalan menghampiri Bu Hartatik. Chintia saat itu langsung memeluk Bu Hartatik dan menenangkanya.
"Bu, Ibu yang kuat. Ibu pasti bisa menjalani cobaan ini," ucap Chintia
"Chintia, Ibu minta maaf ya. Ibu sudah menghancurkan kehidupanmu. Ibu akan pergi dari sini. Ibu berharap kamu bahagia ya," jawab Bu Hartatik
"Iya Bu, Ibu juga harus bangkit. semua akan ada hikmahnya," ucap Chintia
"Iya kamu benar, tapi tadi aku menuduh suamimu, teman suamimu, dirimu, dan keluargamu. Ibu ikhlas jika kalian melaporkan Ibu karena mencemarkan nama baik," jawab Bu Hartatik.
"Bu, kami tidak akan menuntut Ibu. Ibu bisa tenang sekarang," saut Daniel
"Iya terima kasih, maafkan Ibu atas kekacauab ini. semoga kalian bahagia. Ibu pamit ya mau menjenguk anak Ibu. asaalamualaikum," ucap Bu Hartatik
"Waalaikumsalam," jawab Chintia dan Daniel
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga