Menikah Dengan Preman

Menikah Dengan Preman
96. RENCANA 4


__ADS_3

Daniel yang masih menyamar menjadi Zidan mengajak masuk Niken dalam mobil lalu mengajaknya ke suatu tempat. Di dalam mobil, Galih dan Zidan duduk dibagian depan. Semetara Niken sendirian di bagian belakang. Zidan memang sengaja tidak duduk disamping Niken karena merasa risih dengan godaan Niken. Niken tidak menyadari kalau Zidan merasa risih dengan dirinya. Tanpa ragu, Niken terus saja merayu laki laki yang dicintainya itu.


"Zidan, aku apa boleh panggil kamu Hubby? biar romantis gitu," tanya Niken


"Gih...kapan wanita ini lenyap dari peradaban, aku merasa jijik sekali dengan wanita model begini," batin Zidan


"Maaf, panggil aku Zidan saja," jawab Zidan


"Tapi aku bakal tetap panggil kamu Hubby," saut Niken


"Sudah aku katakan panggil aku Zidan saja," tegas Zidan


Zidan menahan rasa amarahnya mendengar ocehan Niken. Zidan ingin sekali menonjok muka Niken karena memanggilnya dengan sebutan yang menurutnya aneh. Galih saat itu tertawa kecil menyadari sahabatnya merasa risih dengan Niken. Galih tidak ingin sahabatnya hilang kendali hingga menghancurkan rencananya. Dengan menepuk bahu sahabatnya sambil menyetir, Galih berusaha menenangka sahabatnya dengan suara lirih.


"Hei, jaga emosimu. demi Chintia kamu pasti kuat menahan gadis aneh itu," bisik Galih


Zidan menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan pendapat Galih.


Selama perjalanan, Niken merasa diabaikan dan diacuhkan. Bahkan Niken tidak tahu akan dibawa pergi kemana. Tanpa berpikir panjang, Niken bertanya pada Zidan.


"Hubby, kita makan malammya dimana?" tanya Niken


"Bukan urusanmu, kita akan ke suatu tempat." jawab Zidan


"Aku penasaran sekali Hubby," saut Niken


"Ikuti saja perjalananya. kamu akan tahu," jawab Zidan


25 menit kemudian, mobil yang dikendarai Galih sudah sampai tujuan. Zidan saat itu melihat Niken tertidur pulas membangunkanya dengan kasar.

__ADS_1


"Hei, bangun woy," ucap Zidan


Niken langsung terbagun dengan rasa terkejut kemudian bertanya pada Zidan.


"Hubby, kita kemana? apakah kita sudah sampai?" tanya Niken


"Tutup matamu dengan kain ini, aku akan memberimu kejutan," jawab Zidan memberikan kain hitam


"Wah, kamu pasti mau meminangku. dengan senang hati aku akan memakai kain ini Hubby," saut Niken


"Meminangmu? aku bahkan risih menatapmu. hanya laki laki aneh yang mau meminang gadis aneh sepertimu," batin Zidan


Niken menerima kain hitam dari Zidan kemudian mengikat kain hitam itu menutupi matanya. Setelah Niken selesai menutup matanya, Galih dan Zidan menuntun Niken masuk kedalam Gedung Tua. Sebelum Niken membuka kain hitam di matanya, Galih mengikat kedua tangan Niken dehan tali. Niken yang merasakan tanganya di ikat seseorang langsung berteriak minta tolong pada Zidan.


"Hubby...Hubby...tolong aku. kamu dimana Hubby? aku merasa ada orang yang menyakitiku," teriak Niken


Zidan yang saat itu berada di hadapan Niken melepas kain hitam yang menutupi mata Niken.


"Hubby, mengapa kamu mengikat diriku?" tanya Niken


"Kau, harus menanggung perbuatanmu," jawab Zidan


"Hubby, aku berbuat apa kepadamu? aku mencintaimu Hubby. Jika Hubby ingin bermain bersamaku disini, tentu aku tidak akan membrontak. aku sangat siap melayanimu," saut Niken


"Kau pikir aku ingin bermain denganmu? mendengar ucapanmu saja pria sepertiku merasa jijik. kamu memang perempuan yang tidak punya harga diri," tegas Zidan


Zidan membuka kaca mata hitamnya menampakan identitasnya yang sebenarnya. Niken membelakan matanya saat mengetahui Zidan adalah Daniel alias suami dari Chintia.


"Kau..." teriak Niken

__ADS_1


"Iyah, kamu masih ingat diriku?" tanya Daniel


"Dasar munafik !!! Kau penipu !!!" teriak Niken


"Hah? tapi bukanya kau mencintaiku? kau bahkan mau menyerahkan kehormatanmu untuku? itulah dirimu sebenarnya?" tanya Daniel sinis


"Apa maumu? aku tidak ada urusan denganmu," jawab Niken


"Aku ingin membawamu ke suatu tempat. jangan harap kau akan bebas. keluargamu telah menghancurkan rumah tanggaku," ucap Daniel


"Maksudmu kakaku merebut istrimu? aku tidak peduli, kau dan kakaku memang sama sama bodoh mencintai gadis sok polos, sok jual mahal, dan sok cantik itu," jawab Niken


"Sok polos? sok jual mahal? dan sok cantik katamu? justru kata kata itu cocok untuk dirimu saat ini. bersiapkan mengakui perbuatanmu dihadapan keluarga istriku," saut Daniel


"Aku tidak mau. lepasin aku !!!" jawab Niken


"Kau yang memulai permainan ini. dan hari ini kau juga akan ikut kami untuk mengakhiri permainan ini." ucap Daniel


"Bukti apa yang kau miliki? aku yakin kau hanya menggertaku saja. Haha..." jawab Niken


"Bukti pesan tulis, bukti pesan suara, bukti transaksi, dua saksi preman, dan terakhir kau pasti mengenal benda ini," saut Daniel


Degg...


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


NB : Wah benda apa ya????


__ADS_2